Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Bertemu Kembali


__ADS_3

Agam langsung melihat siapa yang menelfonnya, keningnya langsung berkerut saat nama Gavin tertera di layar ponselnya, ''Ngapain ini bocah nelfon segala? Apa dia tersesat di toilet?'' tanya nya pada diri sendiri.


''Hallo?'' jawab Agam setelah menggeser tombol hijau di ponselnya,


''Hallo Gam, cepat ke toilet sekarang!'' perintah Gavin dengan terburu buru,


''Mau ngapain?'' tanya Agam dengan bingung, karena tiba tiba sepupunya itu menyuruhnya untuk segera menghampirinya di toilet.


''Tidak usah banyak tanya, udah buruan kesini, ini tentang Nara!'' jawab Gavin dengan gemas.

__ADS_1


Agam langsung menutup telfonnya saat mendengar nama Nara di sebut, ''Aku ke toilet sebentar!'' Agam meminta izin pada rekan bisnisnya, dan Abi hanya mengangguk mengiyakan. Agam berjalan terburu buru menuju toilet, matanya langsung menatap ke arah Gavin yang sedang berada di dekat toilet wanita. ''Ada apa?'' tanya nya setelah sampai di sebelahnya, Gavin langsung menoleh ke arahnya sambil meletakkan jari telunjuknya di bibir, ''Bisakah kau berbicara dengan pelan sedikit.'' jawab Gavin sambil menatapnya dengan kesal.


''Udah buruan, ada kabar apa?'' tanya Agam dengan tidak sabaran.


''Aku tadi melihat Nara masuk ke dalam toilet itu!'' tunjuknya pada toilet wanita yang ada di depannya. Agam sontak menautkan kedua alisnya. ''Jangan bercanda, kau pasti sedang berhalusinasi!'' ucap Agam sambil tersenyum sinis, karena menurutnya mana mungkin isterinya itu tiba tiba bisa berada di dalam toilet itu,


''Ya sudah kalau kau tidak percaya, kau bisa tunggu di sini untuk memastikannya, dan kalau yang ku ucapkan itu benar, mobil Porsche mu itu akan menjadi milikku, gimana?'' tanya Gavin sambil menaik turunkan alisnya,


''Ok, deal.'' jawab Gavin sambil mengulurkan tangannya, namun Agam hanya diam sambil melirik tangan Gavin. ''Ck, kelamaan!'' gerutu Gavin sambil menarik tangan Agam dengan cepat dan segera menjabatnya.

__ADS_1


''Aku pergi dulu untuk menemui Abidzar, kau di sini saja menunggu isterimu yang sudah lama kabur darimu!'' ungkap Gavin sambil menepuk pundaknya sekilas dan segera pergi dari tempat itu dengan tergesa gesa. Agam hanya melongok sambil menatap kepergiannya.


Agam langsung bersandar di tembok yang tak jauh dari pintu toilet wanita yang ada di hadapannya, sambil memasukkan sebelah tangannya ke dalam saku celananya, dia ingin membuktikan ucapan sepupunya itu benar atau tidak,



Tak berselang lama, pintu toilet itu terbuka dan tampaklah seorang wanita cantik yang sedang menatapnya dengan wajah terkejut. Agam yang melihatnya langsung tersenyum saat menatap wajah yang selalu di rindukannya itu,


''Sayang?'' panggil Agam dengan wajah berbinarnya, namun Nara langsung membalikkan badannya dan segera masuk kembali ke dalam toilet dan menutup pintunya, namun kaki Agam lebih dulu menahan pintu tersebut hingga Nara tidak bisa menutupnya.

__ADS_1


''Sayang jangan di tutup, please!'' pinta Agam sambil terus menahan pintu toilet agar tidak tertutup rapat. Agam langsung menyentak pintu tersebut dengan kuat hingga membuat Nara sedikit mundur kebelakang, pintu langsung terbuka dengan lebar, Agam berjalan mendekat ke arahnya sambil mengunci pintu toilet tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah sang isteri yang terlihat semakin cantik dan sexy itu.


Nara langsung menelan salivanya dengan susah payah saat menatap suaminya yang sedang menyeringai ke arahnya, dia mau kabur tapi pintu sudah terkunci rapat, mau mundur tapi tubuhnya sudah mentok di tembok, dia langsung menarik nafasnya sambil menguatkan hatinya agar tidak terpedaya lagi dangan pesona suami tampannya itu.


__ADS_2