
A..aku mau turun!'' jawab Nara terbata bata sambil turun dari pangkuan sang suami, namun suaminya itu langsung menarik pinggangnya dan tidak membiarkannya turun dari pangkuannya. Nara menjadi gelagapan dan bingung harus mengatakan apa kepada suaminya itu yang terlihat sedang menahan amarahnya.
''Katakan sekarang Naraya Putri Arkhatama!'' ucap Agam dengan suara tertahan. Nara langsung menarik nafas panjang dan bersiap untuk mengatakannya namun tiba tiba mobil mereka di ketuk dari luar oleh seseorang, Agam langsung mengalihkan pandangannya ke arah pintu mobil dan segera membuka jendela kacanya dengan wajah kesal. ''Apa lagi sih?'' tanyanya pada seorang Scurity yang tadi menghalangi jalannya, Nara tidak menyia nyiakan kesempatan ini, dia langsung turun dari pangkuan sang suami dan segera duduk kembali di kursinya. Agam langsung menoleh ke arahnya sambil menaikkan sebelas alisnya.
''Kenapa dari tadi kau tidak menjalankan mobilmu, Tuan? Apakah terjadi sesuatu?'' tanya Scurity itu yang merasa curiga karena mobil mewah ini tidak keluar parkiran sejak beberapa menit yang lalu, dia khawatir terjadi sesuatu yang buruk antara pasangan suami isteri itu.
''Bisakah kau tidak ikut campur dengan urusan orang?'' tanya Agam dengan suara tingginya, dia ingin segera melampiaskan amarahnya yang sejak tadi terus di tahannya, akibat isteri cantiknya itu yang sejak tadi hanya diam saja,
''Maafkan saya Tuan, saya tidak bermaksud seperti itu, baiklah kalau begitu saya permisi dahulu, Tuan!'' ucap Scurity itu sambil melangkah pergi, padahal niatnya hanya ingin menolong jika terjadi sesuatu kepada mereka, namun malah kena omel oleh Tuan muda yang menyebalkan itu.
__ADS_1
Agam kembali menutup kaca jendelanya, dan menatap kembali ke arah sang isteri di sebelahnya yang sedang menundukkan kepalanya sambil mere-mas gaunnya dengan erat.
''Tolong beritahu aku, apa yang seharusnya aku ketahui?'' tanya Agam dengan suara paraunya sambil mere-mas kuat setir kemudinya, dia terus berusaha menahan amarahnya agar tidak sampai membentak sang isteri yang sudah berbulan bulan di carinya itu,
Nara langsung membuka tasnya ketika mendengar ponselnya berdering, dia langsung menggeser tombol hijau tanpa memperdulikan Agam yang sejak tadi menunggu jawabannya.
''Hallo?'' ucap Nara sambil meletakkan ponselnya di telinga.
''Maaf aku lupa memberitahumu!'' jawab Nara sambil melirik suaminya yang terus menatapnya dengan tajam seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.
__ADS_1
''Arisha membutuhkanmu, kau bisa kemari sebentar?'' tanya Abi lagi karena sejak tadi bayi cantiknya itu terus saja merengek, mungkin dia haus dan butuh ASI dari Mommy nya.
''Baiklah, aku kesana sekarang!'' jawab Nara dan langsung menutup ponselnya.
''Bi.. Bisakah kau membuka pintunya sekarang?'' tanya Nara dengan ragu ragu,
''Kau belum menjawab pertanyaanku!'' jawab Agam dengan datar.
''Ikutlah denganku ke dalam, dan kau akan mendapatkan semua jawabannya di sana!'' ucap Nara sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar. Agam langsung membuka kunci mobilnya tanpa mengatakan apa pun, Nara langsung keluar dari dalam mobil dan segera masuk ke dalam Restoran dan di ikuti oleh Agam dari belakangnya,
__ADS_1
Nara berjalan terburu buru karena tadi Abi memberitahukannya bahwa bayi cantiknya itu sedang merengek dan membutuhkannya. Sementara Agam terus menatapnya dari belakang dan mengikuti langkahnya.