Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Kemarahan Agam


__ADS_3

''Hallo sayang, Mommy lama yah?'' tanya Nara sambil meraih bayi kecil dari gendongan Abi,


Gavin langsung melotot saat melihat Nara ada di depannya, sementara Agam langsung menghentikan langkahnya dan terdiam membeku saat mendengar ucapan isterinya barusan, dadanya langsung terasa sesak seperti ada ribuan batu yang sedang menimpanya, matanya tak lepas dari sang isteri yang sedang menenangkan seorang bayi cantik dan juga Abi yang sedang tersenyum ke arah isterinya sambil mengelus ngelus bayi cantik tersebut, mereka sudah seperti sebuah keluarga yang sangat harmonis.


''Nara?'' panggil Gavin yang langsung berdiri dari tempat duduknya, Nara langsung menoleh ke arah sumber suara, dan mendapati Gavin yang menatapnya dengan wajah terkejut, dia sungguh tidak menyangka, bagaimana bisa isteri dari sepupunya itu menjadi isteri dari temannya sendiri, sungguh sangat membuatnya begitu pusing, kisah mereka ini sudah seperti drama drama sinetron yang ada di film ikan terbang itu saja, begitulah fikirnya.


''Di..dia isterimu?'' tanya Gavin terbata sambil menunjuk ke arah Nara yang sibuk menenangkan bayi cantik itu,

__ADS_1


''Dia...'' ucapan Abi langsung di potong cepat oleh Nara, ''Iya aku isterinya!'' jawaban Nara barusan membuat Abi langsung menoleh ke arahnya, sementara Agam langsung menggenggam erat kedua tangannya dengan gigi saling bergemelatuk, darahnya langsung mendidih saat mendengar ucapan dari isterinya barusan, bisa bisanya isterinya itu mengatakan bahwa dirinya adalah isteri dari rekan bisnisnya, sementara sampai saat ini dia masihlah menjadi isteri sahnya, dia sungguh tidak terima isterinya itu memiliki dua suami,


''Apa maksud dari ucapanmu barusan?'' tanya Agam sambil berjalan mendekat ke arah sang isteri dan juga rekan bisnisnya dengan aura membunuh, Gavin langsung menelan salivanya dengan susah payah saat menyadari sepupunya itu sedang di liputi kemarahan yang siap meledak kapan saja.


Abi langsung menautkan kedua alisnya saat menatap raut wajah Agam yang memerah akibat menahan amarah entah kepada siapa, namun seketika dia langsung tersadar saat mengingat nama belakang dari bayi cantiknya itu, Arisha Lawrenz, ''Kenapa aku baru menyadari bahwa nama belakang mereka sama, jangan jangan Agam adalah suami Nara!'' ucap Abi dalam hatinya yang baru menyadari sesuatu.


''Omong kosong apa yang sedang kau ucapkan?'' tanya Agam dengan suara meninggi sambil menggebrak meja di depan nya, membuat semua makanan dan juga minuman langsung tumpah seketika akibat gebrakan tangannya yang cukup kuat, dan Arisha yang merasa terkejut dengan suara itu langsung menangis histeris saat melihat orang dewasa di hadapannya berbicara dengan suara yang meninggi,

__ADS_1


''Turunkan nada bicaramu, Tuan Lawrenz! Kau membuat puteriku ketakutan!'' ucap Abi sambil menatap tajam ke arah rekan bisnisnya itu, dia sungguh sangat tidak suka jika ada yang membuat bayi cantiknya ketakutan dan menangis histeris seperti itu.


''Tenangkan dirimu Gam, semua orang melihat ke arah kita!'' ujar Gavin menenengkan sang sepupu yang terlihat marah dengan dada naik turun, sambil menggenggam erat kedua tangannya dan menatap Nara yang sibuk menenangkan puterinya.


''Ikut aku!'' peritah Agam sambil menarik paksa tangan Nara membuat Nara tersentak kaget karena Arisha hampir saja terjatuh dari gendongannya, Agam terus menarik tangannya untuk keluar dari restoran tersebut.


Jangan lupa kasih like dan klik gambar hati yah 😊 terima kasih

__ADS_1


__ADS_2