Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Dalaman


__ADS_3

Tok..


Tok..


Tok..


Suara ketukan pintu kamar langsung membuat tidur Nara terusik. ''Siapa sih itu brisik banget..!! ganggu gue tidur aja,'' dan ketika Nara membuka matanya dia baru tersadar kalau ternyata dia tidak berada dirumahnya. Nara pun bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju pintu


Ceklek..


''Ada apa, Bik?'' tanya Nara sambil menutup mulutnya yang lagi menguap


''Eh, Non Nara, itu Non Nara dipanggil sama Tuan Agam, dan sudah ditunggu diruang tengah, Non!'' ucap wanita paruh baya itu dengan sopan.


''Oh, iya. Bik! terima kasih ya. Nara mau cuci muka dulu sebentar, soalnya baru bangun tidur!'' ucap Nara sambil meringis.


''Iya, Non Nara, silahkan! kalau gitu Bibi permisi dulu ya, Non!'' ucap sang Bibi sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Nara


Beberapa menit kemudian...


Nara melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, Dia melihat Agam yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya dan mengangkat sebelah kakinya.


Agam yang menyadari kehadiran Nara langsung melirik tajam kearah Nara.

__ADS_1


"Kamu tinggal dirumah ini bukan untuk makan dan tidur saja, tapi kamu disini untuk jadi pelayan saya, dan saya harap kamu tidak lupa akan hal itu!'' ucap Agam sambil menekankan kata pelayan.


"ini orang nyebelin banget sih, jadi pingin Aku cakar aja itu congor, biar kagak bisa ngomong sekalian!" ucap Nara tapi hanya di dalam hati.


"Heh, malah bengong lagi, apakah kau tidak mendengarku?'' tanya Agam dengan suara meninggi.


"Iya Aku dengar, Akj kan gak budek!'' ucap Nara dengan malas.


''Baguss, Kalau begitu mulai besok kamu harus siapkan baju kantor dan semua keperluan saya!'' ucapan Agam barusan membuat Nara langsung menatapnya tidak percaya.


"Ha, apa katanya? nyiapin baju dan semua keperluan dia. Aku ini seorang pelayan bukan seorang istri, dasar Tuan muda menyebalkan!" bathin Nara dengan kesal.


"Kau dengar tidak?'' tanya Agam sekali lagi, membuat Nara langsung menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Kalok perlu Aku pakaikan sekalian...!!" sambung Nara tapi hanya dalam hati


🌸🌸🌸


Nara yang sedang berada di dalam kamar sang Tuan Muda terlihat bingung.


"Ck, pakai ke-meja yang mana yaa?'' ujar Nara sambil membuka lemari pakaian Agam, yang ini aja kali yah.'' tunjuknya pada ke-meja berwarna biru muda. Ok, ke-meja uda, jas uda, celana uda, trus apalagi ya? Ah iya da-laman nya kan belum, eh apa tadi? dalaman? masak iya sih harus Aku juga yang nyiapin da-laman nya!'' bathin Nara sambil bergidik ngeri.


''Yasudah lah Aku siapin saja, dari pada nanti kena omel,'' ujar Nara yang langsung mencari dalaman Agam.

__ADS_1


"Oh my God, ini ukuran si Tuan menyebalkan itu?'' gumam Nara dengan lirih sambil memegang da-laman Agam.


Agam yang baru saja keluar dari kamar mandi, tidak sengaja matanya langsung menatap Nara yang sedang memperhatikan dalaman miliknya yang berada ditangan nya.


''Nara, kamu lagi ngapain?'' tanya Agam yang membuat Nara langsung terlonjak kaget.


''Astaga...!'' Nara yang terkejut pun tidak sengaja langsung menjatuhkan dalaman Agam.


''Eh, itu Aku.. emm.. Aku cuma mau... mau kabur!'' lanjut Nara sambil berlari dari dalam kamar Agam dengan cepat.


''Ha, Dasar cewek omes!'' gumam Agam sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Ditempat berbeda...


Papa Agam yang baru selesai sarapan langsung bertanya kepada istrinya. ''Ma, kamu uda bilang sama Agam kalau hari ini mau datang ke kantor?''


''Kenapa harus bilang sih, Pa? itukan kantor kita, jadi kalau kita mau datang ya gak perlu dong bilang sama Agam dulu!'' Mama Agam menatap sang suami dengan sewot.


''Ya, bukannya gitu, Ma! kedatangan Mama itukan mau membahas masalah perjodohan Agam, Ma. takutnya seperti yang sudah sudah. Agam marah sama Mama, Terus ujung ujungnya kerjaan Agam jadi berantakan gara gara dia lagi emosi, Ma. Lagian uda deh Ma, berhenti jodoh jodohin Agam, Papa pusing denger Mama sama Agam ribut terus karena masalah perjodohan.''


''Maksud Papa apa, Hah?'' tanya mama Sarah yang mulai tersulut emosinya, membuat sang suami langsung melongok ke arahnya.


''Sampai kapan pun, Mama gak akan mau batalin perjodohan ini. karna ini yang terbaik buat Agam!'' lanjut Mama Agam dan langsung pergi menuju kamarnya.

__ADS_1


__ADS_2