
Nara yang sedang menyapu merasa risih karena Agam terus terusan menatapnya dari tadi.
''Ck, lo ngapain sih dari tadi liatin gue kayak gitu, mesum lo yah?'' tanya Nara yang sudah tidak tahan karena terus terusan ditatap oleh Agam.
''Heh, sembarangan kamu, mana mungkin saya mesum sama cewek bar bar seperti kamu!'' Jawab Agam dengan sarkas.
Nara hanya memonyongkan bibirnya sekilas dan kembali menyapu lagi.
''Eh, Ra..! nanti malam kamu bisa gak temani saya ke acara peresmian cabang baru teman saya?'' tanya Agam sambil melihat kearah Nara yang sedang menyapu.
"Kayaknya gak bisa deh Tuan, soalnya nanti malam gue itu mau nonton drakor, uda ketinggalan 2 episode soalnya gue!'' jawab Nara tanpa melihat kearah Agam
Agam yang mendengar jawaban Nara langsung berdecak kesal sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu yakin gak mau temani saya ke acara itu?'' tanya Agam sekali lagi.
"Yakin Tuan!'' jawab Nara dengan mantap.
"Wah sayang sekali yah, padahal saya mau kasih kamu tips 5 juta loh kalau kamu bisa temani saya ke acara itu!'' ujar Agam sambil melihat ponsel ditangannya.
Nara yang mendengar Agam bicara seperti itu langsung menghentikan aktifitas menyapunya dan kemudian langsung menoleh ke arah Agam sambil tersenyum.
__ADS_1
"Jam berapa berangkatnya Tuan? biar gue bisa langsung siap siap!'' ucap Nara tersenyum sambil berjalan menghampiri Agam yang duduk di sofa. Agam langsung menoleh ke arah Nara dengan menautkan kedua alisnya.
"Bukannya kamu bilang nanti malam mau nonton drakula?'' tanya Agam memastikan
"Drakor ihhh.. bukan drakula!'' ucap Nara sambil menjatuhkan bokongnya di sofa dekat Agam.
"Ah iya, itu maksud saya!'' Kata Agam sambil nyengir.
''Jadi jam berapa kita berangkat?'' tanya Nara lagi sambil menyomot kacang yang ada di atas meja.
''Eitss, tunggu dulu!'' kata Agam
Agam hanya tersenyum mendengarnya sambil bersedekap dada.
"Tenang saja, saya gak akan berubah fikiran, dan saya bakal tetap kasih kamu tips, tapi ada syaratnya!'' ujar Agam sambil menaik turunkan alisnya.
"Apa itu?'' tanya Nara yang mulai waspada.
"Yang pertama, kamu harus panggil aku kamu bukan lo gue, dan yang kedua, kamu harus bisa akting sebaik mungkin jadi kekasih saya di depan rekan rekan saya.'' kata Agam sambil tersenyum miring.
"Maksud lo, emm.. kamu kita pura pura jadi sepasang kekasih gitu?'' tanya Nara memastikan.
__ADS_1
"Iya, gimana? deal?'' tanya Agam sambil mengulurkan tangannya
"Yaudahlah lumayan buat uang tambahan biar gue bisa cepat pulang kerumah.'' bathin Nara
''Ok deal.'' jawab Nara sambil membalas uluran tangan Agam
🌺🌺🌺
Nara yang baru selesai nyalon langsung melihat handphone nya, dan ternyata ada pesan masuk dari Agam yang mengatakan bahwa dia akan menjemputnya di salon.
Dan benar saja tak berselang lama Agam telah tiba di depan salon. Nara langsung pergi ke kasir dan memberikan black card milik Agam untuk segera melakukan pembayaran, dan setelah selesai Nara langsung keluar menemui Agam.
Agam yang baru keluar dari mobil langsung terpana saat melihat Nara. Nara tampil sangat cantik dengan gaun berwarna maroon ditambah lagi dengan tatanan rambut yang sangat indah.
Ehemm...
''Tuan mau sampai kapan diam disitu?'' tanya Nara yang langsung membuat Agam tersadar dari lamunannya.
''Oh iya, ayo silahkan masuk!'' jawab Agam tersenyum kikuk sambil membukakan pintu mobil buat Nara.
Mereka akhirnya pergi meninggalkan parkiran salon. Didalam mobil keduanya saling terdiam dengan Agam yang fokus menyetir sambil sesekali melirik ke arah Nara yang malam ini terlihat sangat cantik, dan Nara yang sok sibuk dengan ponselnya sendiri sehingga tidak menyadari jika sedari tadi Agam terus curi curi pandang kearahnya.
__ADS_1