
''Apa yang terjadi?'' tanya Gavin setelah melihat Raizel sudah mulai merasa tenang, Raizel yang ditanya seperti itu pun langsung menoleh ke arah Gavin.
''Papa datang dengan membawa isteri barunya, mama langsung syok dan akhirnya jantung mama kambuh lagi!'' ucap Raizel yang langsung menangis lagi ketika mengingat kejadian itu, dia masih teringat jelas sang papa yang langsung pergi meninggalkan sang mama yang sudah tergeletak tidak berdaya. Bukannya membawa sang mama ke rumah sakit, sang papa malah memilih pergi bersama wanita lain. Hati Raizel begitu hancur melihatnya, dia tidak bisa membayangkan apa yang akan di lakukan oleh saudara kembarnya itu jika saat itu Raiza melihat kelakukan sang papa, sudah pasti Raiza akan langsung mengambil pisau dan langsung membunuh sang papa saat itu juga.
Selama ini dia dan Raiza selalu bekerja keras untuk mengobati penyakit jantung sang mama yang sering kambuh akibat kelakuan sang papa. Raizel juga masih mengingat jelas saat mereka di datangin oleh beberapa debt collector, saat itu Raiza baru mendapatkan pinjaman uang dari bos nya untuk berobat sang mama, namun beberapa orang debt collector itu datang ke rumah mereka dan terus memaksa dan mengancam agar segera membayar hutang sang papa yang sudah terlalu banyak. Jika tidak di bayar maka rumah mereka akan di sita. Maka dari itu Raiza terpaksa memberikan uang itu kepada mereka, dan mereka berdua langsung menangis bersama setelah memberikan uang tersebut,
Raizel tidak habis fikir, karena sosok seorang ayah yang seharusnya bisa melindungi dan membahagiakan mereka malah membuat mereka selalu menderita, sumpah demi apa pun Raizel sangat membenci sang papa, apalagi sudah terlalu banyak kelakuan sang papa yang membuat mereka bertiga selalu menderita.
''Sabar ya Za, semuanya akan baik baik saja, dan suatu saat nanti semuanya akan indah pada waktunya,'' kata Gavin sambil memegang tangan Raizel dengan lembut.
🌺🌺🌺
Setelah selesai bekerja, Agam langsung pergi menuju kantor sang mertua untuk menjemput sang isteri, sesampainya di sana ternyata sang isteri sudah menunggunya di dekat pintu masuk bersama papa mertuanya, setelah itu mereka langsung berpamitan untuk segera pulang,
''Gimana kerjanya hari ini, sayang?'' Tanya Agam setelah mobil mereka keluar dari parkiran kantor, Nara langsung menghela nafasnya dengan kasar.
''Cukup melelahkan!'' jawab Nara sambil menoleh ke arah sang suami. Tangan Agam langsung terulur untuk mengelus puncak kepala sang isteri.
''Sabar ya sayang, semua butuh proses!'' Ujar Agam sambil tersenyum.
__ADS_1
Tak berselang lama akhirnya mereka telah sampai di rumah, Nara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, Agam yang baru selesai meletakkan mobil di garasi langsung menyusul sang isteri ke dalam kamar,
''Sayang, buka pintunya sebentar!'' teriak Agam di depan pintu kamar mandi. Nara yang sedang berendam di dalam bathtub langsung menghela nafasnya,
''Sebentar lagi, Gam!'' teriak Nara dari dalam kamar mandi sambil terus menggosok tubuhnya,
''Sebentar aja, sayang! Aku udah kebelet ini!'' teriak Agam lagi sambil menggedor gedor pintu kamar mandi. Nara yang sedang asyik dengan aktifitasnya langsung merasa kesal karena Agam terus menggedor gedor pintu kamar mandi .
''Agam, kamar mandi di rumah ini tidak hanya satu, jadi jangan menggangguku lagi!'' teriak Nara dengan wajah kesalnya.
''Aku maunya di sini sayang, Ayolah sayang, Please!'' teriak Agam tidak mau menyerah. Akhirnya Nara keluar dari dalam bathtub dengan menggunakan kimononya untuk membuka pintu kamar mandi.
Tampaklah wajah Agam yang sedang menyengir ketika pintu terbuka, sementara Nara langsung bersedekap dada sambil menatap tajam ke arah sang suami,
Agam yang di tatap seperti itu, langsung membuka pintu agar lebih lebar, setelah itu langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa menghiraukan sang isteri sambil tersenyum dan tanpa bersuara, Agam langsung membuka bajunya di dalam kamar mandi, membuat Nara yang sedang bersedekap dada dengan wajah kesalnya langsung membolakan matanya dengan sempurna, sementara Agam hanya tersenyum sambil terus membuka celananya.
''Tidak bakal bisa mandi dengan tenang kalau seperti ini caranya, dasar kang modus!'' ucap Nara dalam hatinya.
Setelah membuka seluruh pakaiannya, Agam langsung masuk ke dalam bathtub. Membuat Nara langsung berteriak saat melihat Agam yang akan merendam tubuhnya di dalam bathtub nya.
__ADS_1
''Hentikan..!!'' ucap Nara sambil mendekat ke arah bathtub.
''Ini punyaku, cepat keluar sekarang! Aku mau lanjut berendam lagi, Gam!'' Namun Agam hanya menaikkan satu alisnya, sambil terus merendamkan tubuhnya di dalam bathtub yang sudah di isi air dan aroma therapy oleh Nara. Kemudian langsung menggosok gosok tubuhnya dengan sabun cair sang isteri yang sangat harum sekali. Agam terus menggosok lehernya tanpa memperdulikan Nara yang sudah kesal karena dirinya memakai bathtub nya. Nara langsung menelan salivanya dengan susah payah saat di suguhkan pemandangan seperti ini, seakan dirinya sudah terhipnotis, matanya langsung mengikuti ke mana arah tangan Agam menggosok ke area area tubuhnya tanpa berkedip sedikit pun, tanpa disadari dia langsung memuji ciptaan Tuhan yang begitu indah yang terpampang di depan matanya.
Agam yang menyadari sang isteri sedang memperhatikannya tanpa berkedip, sontak langsung menarik satu sudut bibirnya, setelah itu langsung menoleh dan menyipratkan air ke arah nya, membuat nya langsung tersentak dari lamunannya yang sedang memuji keindahan suaminya itu, Nara langsung gelagapan saat melihat Agam yang sedang memandanginya dengan tersenyum sambil terus menyipratkan air ke arahnya.
''Agam. hentikan, kimono aku nanti basah!'' ucap Nara sambil menutup wajahnya dengan tangan, namun Agam tidak mendengarkannya dan langsung menarik tangan sang isteri untuk mendekat ke arahnya yang sedang berendam di dalam bathtub.
Nara langsung menurut dan ikut masuk ke dalam bathtub dan kemudian berendam bersama sang suami, mereka bercocok tanam di dalam bathub,
Beberapa jam kemudian, mereka telah selesai dengan aktifitasnya, mereka langsung membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam bersama,
Setelah selesai mereka langsung duduk bersantai di depan televisi, dengan Agam yang tiduran di sofa sambil meletakkan kepalanya di atas paha sang isteri, Nara langsung membelai lembut rambut sang suami, mereka saling bercerita sambil bercanda bersama, Agam yang gemas melihat sang isteri yang sedang menertawakan ceritanya langsung menarik tengkuknya dan mencium bibir sang isteri dengan rakus. Ketika mereka sedang asyik berciuman tiba tiba mereka langsung di kejutkan oleh suara seseorang.
''Astaga, mataku sudah ternoda!'' ucap Gavin histeris sambil menutup ke dua matanya dengan telapak tangannya. Nara langsung menarik kepalanya sementara Agam hanya mendengus dengan kesal karena sedang panas panasnya malah kedatangan tamu tak di undang. Nara langsung menoleh ke arah Gavin sambil tersenyum malu,
''Lain kali kalau mau bertamu, jangan lupa tekan bel terlebih dahulu!'' ucap Agam dengan wajah kesalnya, Gavin langsung tertawa mendengarnya kemudian langsung duduk di dekat Nara.
''Ngapain harus tekan bel kalau pintu nya saja sudah terbuka!'' Ucap Gavin sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Agam langsung bangkit dari rebahannya dan langsung menatap sang isteri, namun yang di tatap hanya mengangkat bahunya tanda tidak tahu.