Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Kerja Sama


__ADS_3

''Enggak..!'' teriak Raizel terus menatap tajam ke arah saudara kembarnya itu.


''Ayolah Zel, please!'' ucap Raiza sambil mengatupkan kedua tangannya di depan dada, Raizel langsung membuang mukanya ke arah lain, dia tidak mau melihat wajah Raiza yang sedang memohon padanya.


''Kamu lihat ini, dia sudah transfer sejumlah uang ke dalam rekeningku, Zel!'' kata Raiza sambil menunjukkan M-Banking nya. Raizel menatap sekilas ponsel Raiza, kemudian langsung menatap Raiza dengan melototkan matanya.


''Ini serius dia ngasih uang muka sebanyak itu?'' tanya Raizel masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya barusan. Raiza hanya mengangguk. Raizel terdiam dan berfikir sejenak.


''Nanti kalau ketahuan kita membohonginya, gimana Za? aku tidak mau ya di penjara hanya gara gara ide gila kamu ini!'' ucap Raizel sambil bersedekap dada.


''Kamu tenang aja, asalkan kamu tutup mulut, maka semuanya akan aman!'' ucap Raiza kemudian


''Terus setelah ini gimana sama kamu?'' tanya Raizel dengan khawatir


''Untuk sementara aku akan pergi dari sini, aku akan bilang sama mama kalau aku akan ikut teman aku ke luar kota untuk bekerja!'' ujar Raiza dengan antusias


''Pokoknya aku akan kembali setelah aku melahirkan anak ini!'' lanjut Raiza sambil memegang perutnya. Raizel hanya menganggukkan kepalanya saja.


Akhirnya saudara kembar itu sepakat untuk bertukar posisi. Raiza pun bisa tidur tenang malam ini.


Keesokan harinya..


Sesuai kesepakatan antara Raka dan Raiza, akhirnya Raizel pun datang ke kantor Raka untuk membicarakan kontrak nikah mereka. Sesampainya Raizel di sana, seketaris Raka langsung menyuruhnya untuk masuk ke dalam ruangan Raka.


Raizel duduk di depan Raka, mereka berdua saling pandang cukup lama, kemudian Raizel langsung memutus kontak mata mereka dan langsung menundukkan kepalanya, tangannya mulai keringat dingin, sebab dia takut ketahuan oleh Raka bahwa sebenarnya dia bukanlah Raiza.


''Kamu bisa baca berkas ini terlebih dahulu, jika kamu takut aku akan merugikanmu!'' ucap Raka dengan wajah datarnya. Raizel langsung mengambil berkas yang ada di atas meja dan langsung membacanya. kemudian dia langsung menatap ke arah Raka sambil menautkan kedua alisnya.

__ADS_1


''Kenapa?'' tanya Raka masih dengan wajah datarnya.


''Ehmm.. ini kenapa poin terakhir bisa seperti ini!'' tunjuk Raizel pada berkas yang baru di bacanya.


''Pihak pertama berhak untuk mengubah seluruh isi di dalam kontrak nikah ini!'' lanjut Raizel yang membacakan poin terakhir dari kontrak mereka.


''Aku tidak setuju!'' ujar Raizel kemudian dan


Raka hanya mengangkat kedua bahunya acuh sambil bersedakap dada


''Aku tidak membutuhkan persetujuanmu, aku hanya ingin kamu membacanya!'' ucap Raka tidak mau di bantah, Raizel langsung mengepalkan kedua tangannya di balik meja tanpa sepengetahuan Raka.


''Silahkan tanda tangan di tempat yang sudah di sediakan!'' lanjut Raka memerintahkan agar Raizel segera menandatanganinya.


Mau tidak mau Raizel pun akhirnya langsung mengambil pulpen di atas meja dan langsung menandatangani berkas tersebut. setelah selesai Raizel langsung meletakkan berkas tersebut di depan Raka, Raka langsung mengambil dan melihatnya, setelah itu Raka langsung menganggukan kepalanya.


''Tunggu apa lagi?'' Tanya Raka membuat Raizel langsung tersentak dan kemudian segera keluar dari ruangan Raka.


''Dasar manusia gak ada akhlak!'' ucap Raizel dengan kesal setelah menutup pintu ruangan Raka. Raizel masuk ke dalam lift sambil terus menggerutu hingga tanpa sadar seseorang yang di belakangnya langsung menatap ke arahnya dan berdehem, Raizel yang tidak menyadari ada orang lain di belakangnya pun langsung menoleh ke belakang dan matanya langsung membola dengan sempurna ketika melihat seorang pemuda tampan yang sedang tersenyum ke arahnya sambil memasukkan ke dua tangannya di dalam saku celana.


Raizel langsung menelan salivanya dengan susah setelah itu dia tersenyum dengan kikuk, dia merasa malu karena ketahuan sedang menggerutu sendirian,


''Dasar begok.. kenapa tadi aku tidak lihat lihat dulu ada orang atau tidak di dalam lift ini, ini semua gara gara si manusia sombong itu!! ucap Raizel sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Ehemm.. kamu karyawan di sini?'' tanya seorang pemuda yang berdiri di belakangnya tadi. Raizel hanya menggelengkan kepalanya.


''Oh, setelah ini mau kemana?'' tanya si pemuda lagi yang kini sudah berada tepat di sebelahnya.

__ADS_1


''Mau pulang!'' jawab Raizel dengan lirih,


Raizel langsung melangkahkan kakinya keluar setelah pintu lift terbuka. sementara sang pemuda itu langsung pergi ke arah parkiran.


Raizel menunggu taksi di pinggir jalan. tak lama setelah itu sebuah mobil berhenti di depannya, kaca mobil terbuka dan tampaklah seorang pemuda yang tadi bersamanya di lift, Raizel langsung mengernyitkan keningnya sambil menatap pemuda itu.


''Ayo masuk, aku antar pulang! jam segini tidak akan ada taksi lewat sini!'' ucap sang pemuda sambil tersenyum ramah.


Raizel hanya menggeleng dan melihat ke kanan dan ke kiri dengan raut khawatir.


''Kamu tidak perlu takut, aku bukan orang jahat!'' ujar si pemuda tampan itu.


''Ayo buruan!'' lanjut si pemuda itu lagi karena Raizel hanya diam saja di situ. Akhirnya Raizel pun memutuskan untuk masuk ke dalam mobil sang pemuda itu.


Setelah memakai safety belt nya, pemuda itu langsung menjalankan mobilnya. sang pemuda meliriknya sekilas dari arah spion.


''Nama kamu siapa?'' tanya sang pemuda


''Raiz--- emm.. maksud aku Raiza!'' ucap Raizel yang hampir keceplosan sambil menoleh ke arah sang pemuda.


''Aku, Gavin!'' ucap sang pemuda itu memperkenalkan dirinya. Raizel hanya mengangguk,


Di dalam mobil mereka saling berbicara, apalagi Gavin adalah tipe orang yang sangat humble. membuat Raizel langsung nyaman berbicara dengannya. padahal mereka baru saja kenal namun mereka sudah sangat akrab, bahkan mereka juga sudah bertukar nomor ponsel.


Gavin mengantar Raizel ke rumahnya, setelah itu Gavin langsung pamit pulang karena masih ada urusan. Raizel langsung masuk ke dalam rumah setelah mobil Gavin sudah tidak terlihat lagi.


Raizel melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, namun tidak sengaja matanya melihat sosok yang sangat di rindukannya namun juga di bencinya. Raizel terdiam di ambang pintu sambil memperhatikan dua orang dewasa yang sedang bertengkar. Air matanya langsung menetes saat melihat ke dua orang tuanya bertengkar. Papanya memang jarang pulang ke rumah namun jika sudah pulang maka sang papa akan langsung marah marah tidak jelas apalagi jika tidak diberi uang oleh sang mama, maka papanya itu akan memukul sang mama dan tidak peduli jika harus memukul sang mama di depan mereka berdua. Pernah dulu ketika Raiza membela sang mama namun papanya marah marah dan malah memukul kepala Raiza dengan vas bunga, membuat kepala Raiza berdarah dan langsung tak sadarkan diri. dia dan mamanya langsung histeris, namun sang papa bukannya menolong malah pergi begitu saja tanpa rasa iba sedikit pun, itulah sebabnya mengapa Raizel sangat membenci sang papa,

__ADS_1


__ADS_2