Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Ngambek


__ADS_3

Nara yang sudah selesai menghabiskan minumannya langsung beranjak pergi dari kantin, dia terlihat sangat kesal setelah mendengar ocehan para ulat bulu yang kegatelan itu.


Tanpa disadari kakinya terus melangkah ke arah ruangan paling ujung dari kantor ini, Nara tersadar dan langsung menghentikan langkahnya,


''Departemen keuangan..!! ucap Nara dalam hati sambil membaca tulisan yang ada di depannya.


Nara langsung membalikkan badannya dan melanjutkan langkahnya untuk pergi menuju ruangan suaminya, namun tiba tiba seseorang memanggilnya dari arah belakang, kemudian menghampirinya dan berdiri tepat di sebelahnya.


''Raka?'' ucap Nara sambil menoleh ke samping


''Hei.. biasa aja kali lihatinnya!'' kata Raka sambil tertawa


''Aoa yang kau lakukan di Departemen Keuangan?'' tanya Nara membuat Raka kembali tertawa.


''Bukannya aku sudah bilang yah kalau mulai hari ini, aku akan bekerja di kantor Agam, dan om Bara menempatkan aku di sini!'' kata Raka menjelaskan, sementara Nara hanya mengangguk nganggukkan kepalanya tanda mengerti.


''Oh iya, kau mau kemana?'' tanya Raka sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana dan melangkahkan kakinya.


''Aku mau keruangan Agam!'' jawab Nara sambil ikut melangkahkan kakinya dan berjalan berdampingan.


''Bukannya Agam lagi rapat? gimana kalau kau ku ajak keliling kantor, sambil menunggu Agam siap rapat?'' tawar Raka dan Nara langsung menggeleng dengan cepat.


''Aku baru saja selesai berkeliling kantor ini, lalu aku kehausan dan langsung mampir ke kantin, setelah itu aku malah nyasar kemari!'' kata Nara menjelaskan dengan wajah malasnya dan itu malah membuat Raka langsung tertawa terbahak bahak.


Beberapa orang yang melewati tempat itu langsung menoleh ke arah mereka, dan tatapan mereka membuat Raka langsung berhenti tertawa, kemudian menundukkan kepala sambil tersenyum kikuk.


Agam yang baru selesai rapat langsung melangkahkan kakinya menuju ruang kerjanya, kemudian dia masuk dan melihat ke sekeliling ruangan namun tidak menemukan keberadaan sang isteri.


Agam langsung merogoh saku celananya untuk mengambil ponsel dan langsung menelfon Nara, setelah tersambung dan di jawab Nara, Agam langsung memintanya untuk segera datang ke ruangannya.


Tak berselang lama akhirnya Nara sudah tiba di depan pintu ruangan Agam, dia langsung masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu,

__ADS_1


Matanya langsung melotot dengan sempurna saat melihat pemandangan yang ada di depan matanya, tangannya langsung terkepal erat dan memanggil nama suaminya.


''Agam..!'' teriak Nara membuat Agam yang sedang memeluk pinggang Kayla terkejut dan langsung melepaskannya, membuat Kayla langsung menjerit karena jatuh ke lantai.


Agam langsung menoleh ke arah Kayla dan langsung mengulurkan tangan untuk menolongnya, namun Nara langsung berdehem dengan sangat kuat membuat Agam menarik kembali tangannya. kemudian dia menoleh ke arah Nara yang menatapnya dengan sangat tajam, Agam langsung kikuk di tatap seperti itu oleh sang isteri, dia pun langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,


Sementara Kayla sudah berdiri sendiri, dan dia menatap Nara sambil tersenyum sinis,


''Aku permisi dulu Gam, kalau butuh sesuatu langsung saja panggil aku!'' ucap Kayla sambil tersenyum manis ke arah Agam, dan Agam langsung menganggukkan kepalanya sekilas.


Kayla melangkahkan kakinya menuju pintu dan menatap Nara dengan pandangan tidak suka, Nara langsung melengos dan kembali menatap Agam dengan tajam sambil bersedekap dada,


''Sayang, ini semua tidak seperti yang kamu bayangkan!'' kata Agam sambil berjalan mendekat ke arah Nara,


''Emang seperti apa yang aku bayangkan?'' tanya Nara sambil menaikkan sebelah alisnya membuat Agam jadi salah tingkah dan kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


''Tadi aku ingin menolong Kayla, karena tadi dia hampir terjatuh dan aku me--'' ucapan Agam langsung terhenti ketika mendengar suara ketukan dari arah pintu.


''Ada apa?'' tanya Agam dengan nada ketus yang langsung mendapat lirikan tajam dari Nara.


Raka berjalan masuk dan memberikan sebuah map untuk di tanda tangani oleh Agam.


Agam menerima map tersebut dan berjalan ke arah meja untuk menanda tangani berkas berkas tersebut.


Raka menoleh ke arah Nara dan bertanya ''kenapa?'' tanpa suara, sambil menunujuk ke arah Agam dengan dagunya, Nara langsung mengangkat bahunya sambil terus bersedekap dada.


Setelah selesai menanda tangani semua berkas berkas itu, Agam langsung mengembalikannya kepada Raka,


Raka pamit keluar tapi suara Nara langsung membuatnya menghentikan langkahnya.


''Aku ikut Ka!'' ucap Nara yang langsung melangkah mengejar Raka namun Agam langsung menarik pergelangan tangannya.

__ADS_1


''Lepasin!'' kata Nara dengan wajah kesalnya namun Agam terus menggenggam tangannya dengan erat.


''Kamu boleh pergi sekarang!'' kata Agam kepada Raka, Raka langsung melanjutkan langkahnya kembali namun suara Nara membuatnya kembali menghentikan langkahnya.


''Aku tidak akan menganggapmu teman, jika berani meninggalkanku sendiri disini!'' kata Nara tanpa menoleh ke arahnya.


Raka langsung melototkan matanya dan menghadap ke arah mereka berdua. sementara Agam masih setia menggenggam pergelangan tangannya. Raka menjadi bingung dan melihat ke arah Nara dan Agam secara bergantian, namun dia langsung tersentak ketika melihat Agam menatapnya dengan sangat tajam.


''Kalau kamu tidak mau lepasin tangan aku sekarang, aku bakal bilang ke mama Sarah kejadian barusan!'' ancaman Nara barusan langsung membuat Agam spontan melepaskan genggaman tangannya pada pergelangan tangan Nara. kesempatan itu tidak di sia siakan oleh Nara.


Nara langsung menarik tangan Raka dan buru buru keluar dari ruangan Agam, sementara Agam hanya diam sambil menatap nanar kepergian mereka.


''Kalau sudah seperti ini, Gimana sama nasib malam pertama aku nanti malam? ucap Agam dalam hati dengan nelangsa.


Sementara Nara yang sudah berada di luar ruangan Agam langsung melepaskan tangannya yang menarik tangan Raka tadi, kemudian menoleh ke arah Raka.


''Aku mau pulang ke rumah mama Sarah!'' ucap Nara dan Raka hanya mengangguk mengiyakan.


Nara langsung memesan taksi untuk pergi ke rumah mama Sarah.


🌺🌺🌺


Sesampainya di rumah mama Sarah, Nara langsung masuk ke dalam rumah dan menemukan mama Sarah yang sedang duduk bersantai di ruang TV.


''Mama..!'' panggil Nara kepada mertuanya.


Mama Sarah yang mendengar suara seseorang langsung menoleh ke arah sumber suara, senyumnya langsung terkembang ketika melihat sang menantu berdiri di hadapannya, Nara langsung mencium punggung tangan mama Sarah kemudian mama Sarah langsung memeluknya dan mencium pipinya.


''Apa kabar sayang? Kamu sama Agam kemari?'' tanya Mama Sarah sambil melirik ke arah belakang Nara mencari Agam, namun Nara hanya menggelengkan kepalanya,


''Nara sendirian ma, Agam lagi sibuk di kantor, makanya Nara kemari!'' ucap Nara dan mama Sarah langsung mengajaknya untuk duduk di atas sofa. mama Sarah meminta bibik untuk membawakan makanan dan minuman untuk menantunya itu, mereka pun saling mengobrol bersama dengan sangat asyik hingga tidak terasa waktu sudah sore.

__ADS_1


__ADS_2