
Sesampainya mereka di rumah kakek Damar, mereka langsung mengetuk pintunya dan tak berselang lama pintu pun dibuka oleh kakek Damar, dia terkejut melihat orang yang sedang di bopong mereka.
''Apa yang terjadi?'' ucap kakek Damar dengan panik sambil menyuruh mereka untuk membawanya ke kamar.
Setelah meletakkan pria itu di kamar mereka pun menjelaskan bahwa mereka tidak sengaja menemukan pria itu di pinggir laut dalam keadaan sudah tak sadarkan diri. kakek Damar hanya menganggukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih kepada mereka.
Setelah mereka pulang, kakek Damar menanggil isterinya yang sedang berada di halaman belakang.
''Nek, kemarilah sebentar!'' panggil kakek Damar dari pintu belakang, nenek Ima menoleh dan langsung meletakkan sapunya kemudian berjalan menghampiri suaminya.
''Ada apa sih suamiku? kenapa wajahmu terlihat panik begitu?'' tanya nenek Ima, kakek Damar tidak menjawabnya tetapi langsung menarik tangan isterinya untuk masuk ke dalam kamar anak angkat mereka.
''Dia pingsan di pinggir laut dan beberapa warga menemukannya dan langsung membawanya kemari!'' ucap kakek Damar setelah berada di dalam kamar dan melihat ke arah isterinya.
Tak berselang lama mereka akhinya melihat papa Niko membuka matanya dan mengerjab beberapa kali, mereka berdua langsung mendekat.
''Kamu sudah sadar nak?'' ucap nenek Ima
''Apa yang kamu rasakan?'' tanya kakek Damar kemudian.
Papa Niko hanya terdiam sambil melihat ke arah mereka berdua tanpa mengeluarkan sepatah kata pun membuat kakek Damar dan nenek Ima saling pandang, kemudian nenek langsung mengambilkannya segelas air putih.
''Minum dulu nak!'' ucap nenek Ima dan kakek Damar langsung membantunya untuk duduk bersandar di atas dipan.
Setelah papa Niko selesai minum dia kembali menatap kakek Damar dan nenek Ima kembali sambil menghela nafasnya dengan panjang.
''Aku sudah ingat siapa diriku!'' ucap papa Niko membuat mereka terkejut dan tak lama kemudian mereka berdua langsung tersenyum. kemudian papa Niko langsung melanjutkan ucapannya.
''Aku sedang berlibur bersama anak dan isteriku kemudian aku terbawa ombak yang sangat besar, aku tidak tahu berapa lama berada dilautan hingga bisa terdampar di tempat ini, aku beruntung bisa bertemu dengan orang sebaik kalian!'' ucap papa Niko dengan mata yang mulai berembun, kakek Damar langsung memeluknya dan mengelus punggungnya.
''Apakah anak dan isterimu ikut terbawa ombak itu juga?'' tanya Nenek Ima yang begitu penasaran
__ADS_1
''Aku tidak tahu nek, waktu kejadian itu anak dan isteriku sedang pergi ke penginapan untuk mengambil sesuatu. aku tidak tahu mereka selamat atau tidak!'' ucap papa Niko yang langsung terbayang wajah isterinya dan juga anaknya,
Nenek Ima mengelus pundaknya untuk menguatkannya.
''Jika kamu ragu apakah mereka masih hidup atau tidak, kamu bisa mendatangi tempat kejadian beberapa bulan yang lalu untuk mencari informasinya!'' ucap nenek Ima.
''Tapi, apakah kamu ingat dimana alamat rumahmu nak?'' lanjut nenek Ima dan papa Raka langsung mengangguk sambil memberi tahukan alamat rumahnya.
''Alamat itu sangat jauh nak!'' kata mereka berdua setelah mendengar papa Niko menyebutkan alamat rumahnya.
''Jika kamu naik bus maka kamu akan menempuh waktu yang sangat lama!'' lanjut nenek Ima menatap iba kepada papa Niko.
''Tapi tak apa nak, asal kamu bisa pulang untuk mencari anak dan isterimu!'' lanjut nenek Ima sambil tersenyum
Kakek Damar dan nenek Ima langsung memeluk papa Niko mereka menangis bersama karena yang ditakutkan mereka berdua akhirnya terjadi juga, yaitu anak angkat mereka yang mereka sayangi sudah ingat semuanya dan akan pergi meninggalkan mereka berdua.
Pagi ini matahari bersinar sangat cerah, tapi tidak dengan pasangan suami isteri yang akan melepas kepergian anak angkat mereka itu untuk selama lamanya. Papa Niko tak henti hentinya selalu menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada mereka berdua karena selama beberapa bulan ini sudah mau menerimanya menjaga dan merawatnya hingga dia bisa kembali sehat seperti dulu lagi.
Dan pagi ini setelah sarapan, papa Niko pun berpamitan untuk pergi meninggalkan mereka.
Beberapa hari kemudian, papa Niko akhirnya sampai juga di tempat terakhir kali dia bersama dengan anak dan isterinya, Papa Niko melihat sekelilingnya, ternyata tempat ini sudah berubah tak seperti dulu lagi saat terakhir kali dia datang kemari.
Papa Niko pun mencari informasi kesana kemari selama beberapa hari, dan akhirnya dia bisa tersenyum dengan lega karena dari informasi terakhir yang di dapatnya bahwa semua orang yang berada di penginapan pada saat kejadian itu berhasil diselamatkan oleh semua petugas.
Papa Niko pun akhirnya pergi ke alamat rumah mereka, setelah sampai di depan rumahnya wajahnya langsung sumringah dia langsung tersenyum dan segera mengetuk pintu rumahnya, karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan anak dan isterinya, tetapi saat dia mengetuk pintunya dan dia langsung tertegun ketika melihat seorang wanita yang membukakan pintu untuknya.
''Cari siapa mas?'' ucap wanita tersebut membuat papa Niko langsung berdehem.
''Maaf, mbak siapa yah?'' tanya papa Niko dengan hati mulai gelisah.
''Oh, saya yang punya rumah ini mas!'' ucap wanita itu lagi.
__ADS_1
''Lalu pemilik rumah sebelumnya kemana mbak?'' tanya papa Niko berharap tidak terjadi apa pun kepada anak dan isterinya.
''Saya tidak tahu mas, soalnya bu Diana waktu menjual rumah ini tidak bilang mau pergi kemana!'' ucap wanita itu lagi yang membuat papa Niko langsung lemas seketika.
Papa Niko akhirnya melangkahkan kakinya untuk pergi dari rumah itu, dia berjalan tidak tahu arah, karena waktu sudah mulai petang, dia pun duduk sebentar di bawah pohon sambil mengingat ingat kenangan bersama anak dan isterinya. tak lama kemudian seorang ibu ibu lewat di depannya, sang ibu pun langsung terkejut ketika menoleh dan melihat ke arahnya.
Si ibu berniat lari dengan wajah ketakutan tetapi sepertinya kakinya sangat sulit untuk digerakkan.
Papa Niko pun mencoba mengingat siapa ibu itu, dan ternyata ibu itu adalah tetangganya dulu, papa Niko pun langsung berdiri dan mengahampirinya, namun si ibu malah histeris dan menunjuk nunjuk kearahnya membuat papa Niko langsung menghentikan langkahnya.
''Ada.. Ha.. ha..hantuuuu..!!'' ucap si ibu sambil menutup matanya dengan kedua tangannya. papa Niko sontak mengernyitkan keningnya dengan wajah keheranan dan kemudian langsung menoleh ke arah belakang mana tau beneran ada hantu seperti yang diucapkan oleh ibu itu. Namun ternyata hanya ada pohon di belakangnya dan tidak ada apapun.
Papa Niko berjalan mendekat ke arah ibu yang terlihat gemetaran, setelah sampai di depannya papa Niko langsung bertanya kepada si ibu.
''Ibu, kenapa?'' tanya papa Niko membuat si ibu langsung mengintip dari celah celah jari tangannya,
''Ini saya Niko bu, suaminya Diana!'' lanjut papa Niko sambil terus memperhatikan si ibu yang perlahan mulai menurunkan tangannya dari wajahnya sambil melihat ke arah kaki papa Niko.
"Syukurlah.. ternyata kakinya napak di tanah! ucap si ibu dalam hatinya sambil mengelus ngelus dadanya karena tadi sempat dibuat spot jantung.
''Bu..!'' panggil papa Niko sambil melambaikan tangannya di depan wajah si ibu yang dari tadi hanya terdiam.
''Eh iya, ini beneran pak Niko yah?'' tanya si ibu sambil gelagapan. papa Niko pun langsung menganggukkan kepalanya.
''Maaf pak Niko, tadi saya kira hantu!'' ucap si ibu sambil tersenyum dan merasa tak enak hati.
''Soalnya bu Diana bilang bahwa pak Niko terkena ombak tsunami dan tidak dapat ditemukan dimana pun!'' lanjut si ibu sambil terus menatapnya.
''Ibu tau isteri saya sekarang ada dimana?'' tanya papa Niko penuh harap.
''Oh, iya pak saya tau, soalnya waktu ibu Diana pergi dia sempat pamit sama saya, katanya mau pergi ke kota tempat tinggal mertuanya pak!'' ucap si ibu membuat papa Niko sedikit lega.
__ADS_1
''Kalau begitu, terima kasih ya bu untuk informasinya!'' ucap Papa Niko sambil pergi melangkahkan kakinya dengan tergesa gesa tanpa menunggu jawaban dari si ibu.
''Loh, kok pergi si pak Niko! saya kan belum tanya tanya gimana caranya bisa selamat dari maut!'' ucap si ibu dengan kecewa sambil menatap kepergian papa Niko yang semakin menjauh.