
Gavin langsung tertawa terbahak bahak setelah mendengar ucapan Kayla, yang mengatakan bahwa dia adalah ibu dari anaknya Agam yang sedang di kandungnya saat ini, ''Kau bilang apa barusan? Ibu dari anaknya Agam? Mimpimu terlalu tinggi, wanita jala-ng,'' ujar Gavin sambil meludah ke arahnya.
''Apa maksudmu, apa kau meragukanku?'' tanya Kayla sambil menatap tajam ke arah Gavin yang sudah dengan sangat berani meludah ke arahnya.
''Sudahlah, ayo cepat kau katakan bayi siapa yang ada di perutmu itu?'' tanya Gavin sambil tersenyum sinis.
''Bayi ini adalah bayinya Agam, dan bayi ini adalah calon pewaris tunggal dari Lawrenz Group!'' jawab Kayla dengan lantang.
''Baiklah, sepertinya kau ingin bermain main denganku yah?'' tanya Gavin sambil mengeluarkan pisau lipat dari dalam saku hoodienya. Kayla langsung membolakan matanya dengan sangat lebar saat menatap pisau lipat yang ada di tangan Gavin. ''A..apa yang akan kau lakukan?'' tanya Kayla terbata bata dengan keringat yang mulai membasahi dahinya.
__ADS_1
Gavin langsung mengelus ngelus lembut pipi Kayla menggunakan pisau lipat yang tadi di ambilnya dari dalam sakunya. Kayla memejamkan matanya sejenak saat benda dingin itu bersentuhan langsung dengan pipi mulusnya. ''Jangan macam macam denganku, Vin!'' kata Kayla sambil membuka matanya kembali, dia mencoba untuk tetap tenang walaupun dalam hatinya sudah ingin menjerit dan mencakar cakar wajah tampan Gavin yang selalu menatapnya dengan sinis.
''Siapa ayah dari bayimu itu?'' tanyanya sekali lagi, namun Kayla tetap bersikeras mengatakan bahwa bayi itu adalah bayinya Agam.
Gavin langsung menggores pipi Kayla dengan pisau lipat yang dari tadi terus menempel di pipinya, ''Awww, apa yang sedang kau lakukan? Dasar tidak waras!'' teriak Kayla sambil meringis perih akibat goresan kecil di pipinya,
Gavin terus menggores pipi Kayla karena tidak mau memberitahukan siapa ayah dari bayi yang ada di dalam perutnya itu. ''Sungguh wanita yang sangat menyebalkan!'' ujar Gavin sambil menekan pisau yang di pegangnya hingga membuat Kayla langsung menjerit kesakitan. Kayla yang sudah tidak tahan lagi akhirnya langsung menghentikan aksi gila Gavin dengan memberitahukan siapa ayah dari bayinya itu. ''Hentikan sekarang juga! baiklah, aku akan beritahukan siapa ayah dari bayi ini!'' ujar Kayla sambil meringis.
''Bayi ini adalah bayinya Eric Wilston, kekasihku!'' ucap Kayla dengan suara paraunya,
__ADS_1
''Kenapa kau tidak mengatakannya sejak tadi, kau itu sungguh sangat merepotkan,'' ujar Gavin sambil menoleh ke arah Raka, Raka langsung mengangguk mengerti dan segera keluar dari ruangan tersebut untuk menghubungi anak buah Agam agar segera memberi pelajaran kepada lelaki yang bernama Eric Wilston itu,
''Lalu, apa yang sudah kau lakukan pada Nara sehingga membuatnya kabur dari Agam?'' tanya Gavin lagi sambil bersedekap dada.
''Aku mengirimkan foto foto tersebut kepadanya, dan mengancamnya agar dia segera pergi meninggalkan Agam,'' jawab Kayla tanpa rasa bersalah, Gavin langsung mengepalkan erat tangannya dan menjambak kuat rambut hitam Kayla sehingga membuat Kayla langsung mendongak ke atas dan menatap mata tajamnya itu. Namun Kayla hanya meringis tanpa rasa takut saat menatap kemarahan dari seorang Gavin.
''Wanita bodoh itu tidak pantas berada di samping Agam yang terlalu sempurna di mata semua orang.'' ujar Kayla lagi sambil membalas tatapan tajam Gavin.
''Kau mengatakannya wanita bodoh?'' tanya Gavin sambil menarik lebih kuat lagi rambut hitam Kayla,
__ADS_1