Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Tidur Satu Ranjang


__ADS_3

Nara yang sedang di tertawakan oleh Agam langsung menatap sinis ke arahnya, dan kemudian langsung berdiri sambil melemparkan bantal sofa ke arah Agam yang membuat Agam langsung berhenti tertawa.


''Tidur di sofa..!'' ancam Nara sambil melangkahkan kakinya pergi menuju ranjang.


''Apa?'' tanya Agam sambil melotot dan langsung menyusul Nara ke atas ranjang.


''Kamu jangan bercanda seperti itu Ra, kita ini suami isteri loh, jadi kita itu tidak boleh tidur terpisah!'' ucap Agam yang langsung mendapat lirikan tajam dari Nara


''Bodo amat, sana pergi!'' teriak Nara sambil meletakkan selimut di tangan Agam.


''Ra... ayolah, aku tadi hanya bercanda, kalau aku tidur di sofa terus gimana sama nasib malam pertama kita?'' tanya Agam yang terus membujuk Nara dengan wajah memelas.


''Kamu pilih tidur di sofa atau aku yang keluar dari kamar ini?'' ancam Nara yang membuat Agam langsung mengulurkan kelima jari tangannya kedepan wajah Nara. ''Jangan..!''


''Ya sudah, aku tidur di sofa sekarang juga!'' lanjut Agam sambil melangkah kembali menuju sofa.


Nara pun akhirnya bisa tidur dengan nyenyak, tapi tidak dengan Agam yang merasa tidurnya sangat gelisah karena sofa yang ditempatinya terasa sangat sempit untuk ukuran tubuhnya.


Akhirnya pukul dua dini hari Agam yang sudah tidak tahan lagi pun terpaksa pindah ke atas ranjang dan tidur di sebelah isterinya, tak lama kemudian Agam langsung tertidur dengan nyenyak juga.


Pagi ini sangat cerah sinar matahari masuk melalui celah celah jendela membuat tidur Nara langsung terusik. Nara mengerjab kan matanya beberapa kali dan dia juga merasakan hembusan nafas di tengkuk belakangnya. Dia langsung menoleh ke arah belakang dan langsung membolakan matanya karena melihat Agam tidur di sebelahnya sambil memeluknya dari belakang.


''Argghh... Teriak Nara sambil duduk dan langsung menarik selimut untuk menutupi seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Agam yang mendengar suara teriakan seseorang pun langsung terusik dari mimpi indahnya dan langsung membuka matanya.


''Berisiikkk...!'' ucap Agam kemudian sambil mengambil bantal dan menutup kepalanya dengan bantal lalu kembali tidur lagi, namun Nara langsung menarik bantalnya.


''Apa yang udah kamu lakukan sama aku? aku kan sudah bilang jangan macam macam!'' teriakan Nara langsung membuat Agam bangun dari tidurnya dan langsung duduk bersandar di kepala ranjang, kemudian dia melihat Nara yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut sambil teriak teriak seperti orang kesurupan, membuat Agam langsung tersenyum dan menggeleng gelengkan kepalanya.


''Hehh, malah senyum senyum lagi!'' kata Nara membuat Agam langsung berdehem dan membenarkan posisi duduknya.


''Emang apa yang bisa aku lakukan dengan orang yang masih memakai pakaian dengan lengkap?'' tanya balik Agam membuat Nara langsung menatap tubuhnya dan kemudian membuka perlahan selimutnya.


''Oh iya, ternyata masih lengkap!'' ucap Nara dengan suara pelan sambil nyengir dan menatap Agam yang hanya geleng geleng kepala.


Ketika Nara akan membuka mulutnya tiba tiba pintu kamar langsung di ketuk dari luar, membuat mereka berdua saling pandang dan kemudian Agam langsung turun dari ranjang untuk melihat siapa yang datang.


Pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita paruh baya yang sedang menatapnya dengan datar tanpa ekspresi, siapa lagi kalau bukan mama Sarah yang langsung melongokkan kepalanya masuk ke dalam dan matanya langsung menemukan menantunya yang masih berada di atas ranjang.


''Sayang... ayo buruan turun kita sarapan bareng!'' kata mama Sarah tanpa memperdulikan Agam yang berada di depan pintu.


Setelah Nara mengatakan iya, mama Sarah langsung pergi begitu saja tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Agam, membuat Agam langsung melongo tidak percaya.


"Kenapa hanya Nara yang di ajak sarapan bersama! sementara aku hanya di cuekin!! dasar mama kandung rasa tiri!! ucap Agam dalam hati.


Tak lama kemudian Agam dan Nara telah selesai bersiap, mereka langsung keluar dari kamar bersama dan langsung turun untuk ikut sarapan bersama anggota keluarga yang lain.

__ADS_1


Setelah acara sarapan selesai anggota keluarga yang lain memutuskan untuk langsung pulang ke rumah masing masing. termasuk Agam dan Nara yang juga akan pulang ke rumah Agam.


Ketika mereka sampai di parkiran, tiba tiba papa Agam langsung menghentikan langkah Agam dan Nara.


"Hari ini sebaiknya kalian ikut papa pulang kerumah saja, karena tadi om Niko telepon bahwa dia ingin bertemu kita dirumah!'' kata papa Agam yang membuat mereka berdua langsung menganggukkan kepalanya.


Sesampainya mereka di rumah ternyata Om Niko sudah berada di ruang tamu. mereka semua terkejut ketika melihat seorang wanita yang berada di sebelahnya.


"Diana..!'' ucap papa Agam dan mama Agam bersama sama kemudian mama Agam langsung memeluk adik iparnya tersebut.


"Kamu kemana saja selama ini Di?'' tanya mama Agam sambil menangis. dan akhirnya tante Diana pun menjelaskan semua yang terjadi padanya setelah kepergian suaminya.


Tante Diana juga mengucapkan selamat atas pernikahan Agam dan Nara. tak lama setelah itu terdengar suara salam dari pintu depan. dan semua orang lanhsung menatapnya termasuk Agam yang langsung menatap dan bertanya kepada Nara.


"Itu bukannya teman kamu? Ngapain dia kemari?'' tanya Agam dan Nara hanya mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.


"Raka, kemari nak!'' panggil papa Niko dan Raka langsung mendekat dan bersalaman dengan om dan tantenya.


"Ya ampun.. kamu sudah sangat besar ya Raka dan juga sangat tampan!'' ucap mama Sarah sambil mencubit gemas pipi sang keponakan.


Agam yang mendengar pujian mamanya pun langsung menyela.


"Lebih tampan Agam kali ma dari pada dia!'' ucap Agam yang langsung mendapat cubitan dari Nara di pinggangnya. Agam hanya meringis dan menoleh ke arah Nara.

__ADS_1


Setelah mereka puas berbincang bincang dan melepas rindu akhirnya keluarga Raka pun pamit pulang,


__ADS_2