
Gavin yang baru masuk ke dalam kamar langsung ikut berteriak saat melihat Agam dan Raka berteriak, Agam langsung menarik handuknya dan segera melilitkannya ke pinggang lagi, dia berjalan ke arah Raka dan Gavin yang berdiri di depan pintu kamarnya.
''Apa yang sedang kalian lakukan di sini?'' tanya Agam dengan wajah datarnya sambil menatap ke arah Raka dan Gavin secara bergantian.
Gavin langsung menoleh ke arah Raka yang sedang menggaruk tengkuknya,
''Keluar kalian sekarang, aku mau berganti pakaian!'' usir Agam sambil mendorong kedua sepupunya yang dari tadi hanya diam seperti orang begok.
''Tunggu, tunggu dulu Gam!'' ujar Raka sambil menoleh ke arah Agam.
''Apa lagi sih?'' tanya Agam dengan kesal.
__ADS_1
''Aku punya kabar baik untukmu!'' jawab Raka yang sudah di dorong keluar dari pintu oleh Agam.
''Tentang Nara?'' tanya Agam sambil menautkan kedua alisnya, Raka langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
''Tidak ada kabar baik, selain kabar tentang Nara!'' ujar Agam sambil menutup kasar pintunya. Gavin dan Raka langsung terlonjak kaget saat mendengar suara pintu di banting dengan begitu kuatnya, mereka langsung mengelus dadanya masing masing.
''Raka yang baru ingat dengan tujuannya datang untuk menemui Agam, langsung berteriak dan menggedor gedor pintu kamar Agam kembali, Gavin hanya melongok menatapnya yang sudah seperti orang begok.
Gavin dan Raka saling pandang, setelah itu Raka langsung berteriak lagi. ''Setelah kau mendengar kabar baik ini, nasibmu tidak akan berada di ujung tanduk lagi, tapi berada di...-'' Raka langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal kemudian langsung menoleh ke arah Gavin untuk meminta bantuannya, karena dia tidak tahu harus mengatakan apa lagi. Namun Gavin yang di tatap seperti itu hanya mengangkat bahunya cuek.
''Berada di mana?'' tanya Agam sambil membuka pintunya kembali. Raka hanya nyengir saat di tanya seperti itu, Raka langsung merogoh ponselnya yang ada di dalam saku celananya, setelah itu langsung membuka rekaman suara yang tadi sempat di rekamnya saat dia tidak sengaja memergoki Kayla dan seorang pria yang mengaku ngaku sebagai ayah biologis dari sang bayi yang ada di kandungannya itu.
__ADS_1
Agam dan Gavin langsung menautkan kedua alisnya bingung saat Raka menyodorkan ponselnya ke arah Agam, ''Kenapa kau memberikan ponselmu padaku?''
''Sebaiknya, kau dengarkan dulu ini!'' perintah Raka sambil memutar rekaman yang betisi suara Kayla tersebut, Agam langsung menatap Raka dan Gavin secara bergantian.
''Jadi, dia menjebakku?'' tanya Agam dengan gigi saling bergemelatuk, dia sungguh sangat marah saat mengetahui perbuatan Kayla yang sudah berani menjebak dan juga membuat isterinya kabur darinya,
''Apa dia memiliki banyak nyawa, karena sudah berani sekali bermain main dengan keluarga Lawrenz!'' ujar Gavin sambil menggeleng gelengkan kepalanya.
''Bagaimana jika kita kasih dia sedikit hadiah karena sudah berani menjebakmu dan membuat Nara pergi?'' usul Raka yang langsung mendapat acungan jempol dari Gavin, ''Setuju!''
''Kalian urus tikus kecil itu, aku akan pergi untuk mengurus sesuatu!'' ujar Agam dengan terburu buru, dan langsung melangkahkan kakinya untuk keluar kamar, namun Raka langsung menghentikan langkahnya yang sedang terburu buru itu.
__ADS_1
''Tunggu, Gam!'' teriak Raka dengan kencang, membuat Agam langsung menghentikan langkahnya dan segera menoleh ke belakang dengan wajah kesal, karena dia sedang terburu buru, tapi Raka malah menghentikan langkahnya.