Pelayan Tuan Muda

Pelayan Tuan Muda
Bayi Perempuan


__ADS_3

Perawat bule tersebut mengerutkan dahinya saat melihat wanita yang ada di depannya, tidak lama kemudian seorang Perawat muda datang dari arah dalam dan menghampiri mereka berdua yang sejak tadi terlibat obrolan serius, ''Ada yang bisa kami bantu, Nona?'' tanya Perawat berwajah khas Indonesia itu sambil tersenyum ramah.


''Ah iya Suster, Nona saya mau melahirkan, bisakah kalian menolongnya?'' tanya Pelayan tersebut sambil menoleh ke belakang, di mana dia melihat Pak Satpam yang sedang menggendong Nona mereka yang sedang kesakitan. Kedua Perawat tersebut langsung bergegas menghampiri mereka sambil membawa brankar. ''Silahkan diletakkan di atas sini, Pak!'' pinta sang Perawat yang berwajah khas Indonesia tersebut.


Setelah Pak Satpam meletakkan Nona nya di atas brankar, kedua Perawat tersebut langsung membawa pasien ke dalam ruang bersalin, Nara langsung di tangani oleh seorang Dokter wanita yang selama ini menanganinya.


Bodyguard Papa Tama yang di perintahkan untuk mengawasi Nona mudanya dari kejauhan, langsung memberitahukan kepada Tuan besarnya bahwa Nona mudanya akan segera melahirkan. Papa Tama dan Mama Sovia langsung terbang ke Amsterdam menggunakan Pesawat pribadinya, sementara Mama Sarah dan Papa Bara yang sudah di beri tahu terlebih dahulu bahwa Nara akan segera melahirkan langsung pergi ke Rumah Sakit untuk segera melihat kondisi sang menantu.

__ADS_1


Abi yang baru tersadar dari pingsannya, langsung mengerjabkan matanya beberapa kali, ''Di mana aku?'' tanyanya pada diri sendiri sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing, dia bangkit dan langsung menatap ke sekeliling, matanya tidak sengaja melihat bekas noda darah di sebelahnya, perutnya langsung terasa mual dan dia langsung menutup mulutnya dengan tangan sambil berlari keluar dari dalam kamar Nara.


''Apa Nara sudah di bawa ke Rumah Sakit?'' tanyanya pada diri sendiri, Dia langsung menghubungi sang supir untuk segera mengantarnya ke Rumah Sakit, dia menatap pos Satpam yang kosong dan tidak ada satu pelayan pun yang ada di rumahnya, Setelah Supir pribadinya tiba, Abi langsung masuk ke dalam mobil dan memintanya untuk segera melajukan mobilnya menuju Rumah Sakit,


Sesampainya di Rumah Sakit, Abi melihat Mertuanya Nara sedang duduk di kursi tunggu di depan Ruang Bersalin, bersama dengan Pak Satpam dan juga Pelayannya. Dia langsung berjalan cepat menghampiri mereka semua, ''Bagaimana keadaannya?'' tanya Abi pada sang Pelayan dengan wajah khawatirnya, Mama Sarah langsung menatap sinis ke arah Abi, ''Ku kira kau tidak akan bangun bangun lagi.'' ucap Mama Sarah yang langsung mendapat senggolan dari Papa Bara. Sementara Abi hanya menatapnya dengan wajah cengok.


''Bagaimana keadaan menantu saya, Dok?'' tanya Mama Sarah dengan khawatir.

__ADS_1


''Menantu ibu baik baik saja, bayinya perempuan dan sangat sehat. Oh iya, yang mana suaminya ibu Nara?'' tanya sang Dokter sambil memandangi mereka semua secara bergantian, Membuat Mama Sarah, Papa Bara, dan juga Abi saling tatap.


''Suaminya sedang ada urusan, Dokter!'' jawab Mama Sarah.


''Kalau begitu, siapa di antara Bapak yang akan mengadzani Putri ibu Nara?'' tanya Dokter itu lagi sambil menatap Papa Bara dan juga Abi bergantian.


''Biar Opa nya saja yang mengadzaninya, Dokter!'' jawab Mama Sarah dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2