
Yena bangun dari tidurnya. Matanya terbuka perlahan. Yena melihat disampingnya Jonathan tertidur dengan pulas. Yena mendekat dan memandangi wajah Jonathan. Yena tersenyum tipis.
Yena perlahan menyusuri tiap inci wajah Jonathan.
(Dalam hati Yena)
paman, kamu ini siapa? Alien kah? Dewa kah? Begitu tampan dan membuatku terpesona. Aku selalu bimbang jika ingin menjahatimu.
Yena menyentuh hidung Jonathan. Dan mengusap lembut wajah Jonathan. Tangan Jonathan bergerak dan memegang tangan Yena. Yena pun terkejut. Jonathan membuka mata perlahan mata elangnya menatap tajam ke arah Yena. Yena memalingkan wajah.
Jonathan mencium lembut punggung tangan Yena.
Jona: Morning sayang..
Jonathan menarik tangan Yena,
Yena: eh.... (menindih Jonathan)
Mata mereka saling memandang. Jonathan menahan tengkuk Yena dan mencium bibir Yena dengan lembut. Yena terdiam. Jonathan mengubah posisinya menindih Yena.
Yena meraskan hangatnya nafas Jonathan.
(Dalam hati Yena)
Sial! Lagi lagi aku tidak bisa menolak. Apa aku sungguh terpesona oleh paman ini? Ciuman ini, aku sungguh menyukainya.
Umh.. suara serak Yena keluar. Jonathan semakin gemas dengan bibir Yena. Yena mengalungkan kedua tangannya keleher Jonathan. Jonathan pun melepas ciumannya.
Jona: responmu sangat lambat, aku sudah menciummu sangat lama, kau baru ingin membalasnya?
Yena: ayolah paman jelek, ciumanmu sangat buruk. Terlihat jika paman tidak pernah berciuman. (Menggoda)
Jona: benarkah? Jika kamu lihai, tunjukan padaku.
Yena: paman menantangku? Apa yang aku dapat jika paman puas?
Jona: segalanya.. segalanya akan aku berikan, kecuali melepasmu.
Yena tersenyum tipis, dengan lembut mencium bibir Jonathan. Perlahan tapi pasti bibir Yena melahap bibir Jonathan. Lidah Yena berkeliaran mengusai mulut Jonathan.
(Dalam hati Jona)
Astaga.. gadis ini membuatku mendidih! Beraninya menggodaku seperti ini, aku sampai kewalahan. Apa dia juga seperti ini dengannya? Kenapa aku jadi kesal membayangkannya? Sial!! Aku tidak bisa menahannya.
__ADS_1
(Dalam hati Yena)
Aduh, kenapa aku jadi seliar ini? Aku dengan Erwin bahkan tidak seperti ini, paman ini membuatku menjadi gadis mesum yang penuh pikiran kotor. Aku tidak bisa lagi menahannya. Aku yang mengerjai paman, kenapa aku yang tidak bisa mengendalikan diri?
Jonathan melepas ciuman Yena. Nafas Yena tersengal, Yena tersenyum senang.
Yena: apa paman puas?
Jona: apa yang kau inginkan? (Membelai rambut Yena)
Yena: ijinkan aku bekerja kembali.
Jona: kamu ingin bekerja? Kenapa? Aku akan memberimu uang berapapun yang kamu butuhkan. Aku tidak kekurangan uang.
Yena: ayolah, aku mohon (memasang wajah imut)
(Dalam hati Jona)
Hahaha.. lucu sekali wajahnya, sangat menggemaskan. Aku tidak bisa menolak permintaannya.
Jona: baiklah, aku akan mengijinkanmu. Aku akan menemui temanku. Kamu bisa bekerja di rumah sakitnya.
Yena: (senang) sungguh? Yeeey.. terimakasih paman (mencium kilas bibir Jonathan)
Jonathan bangun dari ranjang. Dan berjalan ke kamar mandi. Yena merasa senang bisa kembali bekerja.
Yena: paman jelek tidak buruk juga.
Jonathan keluar dari kamar mandi. Yena melihat rambut Jonathan yang basah.
Yena: paman sini, aku akan keringkan rambutmu.
Jonathan mendekat dan duduk di ranjang. Yena dengan lembut mengeringkan rambut Jonathan.
Yena: paman akan pergi?
Jona: ya, (memgang tangan Yena yang ada dikepalanya) cepat mandi. Aku akan mengajakmu ke rumah sakit temanku.
Yena: oke paman. (Turun dari ranjang dan berlari ke kamar mandi)
Jonathan mengambil ponselnya dan menghubungi temannya.
"Hallo kawan, ada apa?"
__ADS_1
Jona: kamu dimana sekarang?
"Di rumah, ada sesuatu?"
Jona: hari ini ke rumah sakit? Aku akan bawa istriku menemuimu.
"Mau periksa? Apa istrimu sudah mual dan sering pusing?"
Jona: hei, jangan menggodaku. Istriku ingin bekerja. Berilah pekerjaan di rumah sakitmu.
" oh, aku kira ingin periksa kehamilan"
(Dalam hati Jona)
Dasar dokter gila! Melakukannya saja belum, bagaimna bisa hamil? Apa dia mengejekku? Atau menggodaku?
Jona: kamu bisa bicara langsung pada istriku. Dia adalah lulusan terbaik di kampusnya. Dan dia juga punya potensi.
" baik, aku akan menunggu. Kita bisa bertemu jam 8 pagi ini. Bawalah nyonya Lewi padaku"
Jona: thanks.. (menutup panggilan)
Jonathan meletakkan ponselnya di meja dan membuka lemari bajunya. Pintu kamar mandi terbuka, Jonathan melihat kilas ke arah kamar mandi. Jonathan menghentikan tangannya mengancing kemeja dan menatap ke arah kamar mandi.
Mata Jonathan melebar melihat Yena yang hanya memakai handuk unduk menutupi tubuh indahnya. Jonathan tersenyum tipis saat Yena mendekatinya.
Yena: ada apa? Kenapa paman tersenyum? Aneh (mengerutkan dahi)
Jona: kau sangat sexy sayang (berbisik)
Yena: apa paman baru sadar sekarang? Lalu apa yang paman lihat saat di hotel?
Jona: aku kan mabuk saat itu. Jadi tidak melihat jelas (berpakaian)
Yena: oo sungguh? Apa paman ingin melihatnya sekarang? (Menggoda)
Jona: jangan menguji kesabaranku sayang. Akan tiba saatnya kamu benar benar menerimaku suatu saat nanti. Ayo kita saling memuaskan jika saat itu tiba.
(Dalam hati Yena)
Maksud paman ini apa? Aneh sekali. Saling memuaskan? Ah.. sudahlah lebih baik cepat ganti baju.
Yena membuka handuknya dan berganti pakaian. Yena sudah tidak peduli mau Jonathan melihatnya atau tidak. Lagi pula mereka juga sudah menikah dan menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
[Selamat Membacaš]