Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
60.Hal Baru


__ADS_3

Derenwin mengantar Jesica kerumah sakit. Hari ini Yenako sudah boleh pulang. Di dalam ruangan, Derenwin menatap Yenako tanpa henti. Jonathan diam diam melihat dan menhela nafas panjang.


(Dalam hati Jonathan)


Sungguh dalam perasaanmu Deren. Maafkan pamanmu ini yang sudah membuatmu kecewa. Jika paman belum melihatnya paman pasti akan kembalikan Yena padamu. Tapi situasunya berbeda. Maaf Deren, sampai sekarangpun paman masih merasa bersalah padamu! Paman harap kamu bisa bahagia dan melupaka Yenako.


Jonathan: kakak, bisa antar Yenako ke Mansion? Akan ada supir yang menjemput. Aku ada meeting penting yang tidak bisa ditinggal.


Jesica: tentu saja, kamu pergilah bekerja. Aku akan jaga tuan muda tampanmu.


Jonathan: thanks kak. (Mencium kening Yenako kilas) aku kerja dulu, jaga dirimu dan Hans, i love you.


Yenako: hati hati sayang, i love you too. (Mencium pipi Jonathan kilas dan memeluk Jonathan) aku akan kirim makan siang nanti.


Jonathan: tidak perlu, aku bisa pulang ke rumah. Kita juga bisa masak bersama. Oke?


Yenako: (melepas pelukan) ya baiklah, aku mengerti. (Tersenyum)


Jonathan: (menepuk bahu Jesica) aku titip Yena dan Hans kak, aku berangkat. Jika ada apa apa hubungi aku.


Jesica: iya iya, aku tau. Kalian ini tidak dimana mana mesra mesran terus. Kalian membuatku merindukan suamiku. Menyebalkan..


Yenako: haha.. (tertawa kecil) kakak, beginilah kalau saling mencintai, sayang berangkatlah nanti terlambat.


Jonathan: oke. (Mencium kening Hans) Bye sayang, papi kerja dulu. Jangan membuat mami cemas dan khawatir ya.


Jonathan dan Yenako saling menatap dan tersenyum. Sementara Derenwin sudah memanas dan siap meledak kapan saja. Derenwin menyaksikan adegan adegan yang menyakitkan dan menusuk dalam jatungnya.


Jonathan pergi melewati Deren, Jonathan tersenyum tipis.


Jonathan: Jangan marah! (Bicara pelan)


Jonathan keluar dari ruangan, Derenwin kaget dengan ucapan Jonathan. Derenwin melihat kepergian Jonathan.


(Dalam hati Derenwin)


Apa maksud paman? Paman tau jika aku masih sangat mencintai Yenako. Dia memberi peringatan padaku. Dia sengaja mesra mesra dengan Yenako didepanku. Huh!! Dasar paman, aku kesal!!


Derenwin: ma, aku pergi ya.. ada urusan, mau aku antar?


Jesica: tidak perlu, pamanmu sudah mengirim supir datang. Pergilah dan hati hati.


Derenwin: baiklah, aku pergi.


Jesica: kamu tidak ingin melihat sepupumu. Kemarilah, kamu juga harus menggendongnya.


Derenwin mendekat dan melihat Hans. Mata Derenwin melebar. Derenwin mengusap perlahan wajah lembut Hans.


Derenwin: siapa namanya?


Yenako: Yohanes Xylion Lewi. Kamu bisa panggil Hans.


(Dalam hati Derenwin)


Lewi ya? Seharusnya Luiso, jika kamu tidak menikah dengan paman. Ini akan jadi anak kita dan cucumu ma. Hah!! Sungguh menyedihkan. Mantan kekasihku menikah dengan pamanku sendiri. (Mencium Lembut pipi mungil Hans) Hans, ini kakak Deren, kamu sangat tampan seperti papimu.


Jesica: cepatlah menikah dan punya anak, jadi kamu akan tau rasanya menjadi papa.


Derenwin: ya ma, doakan anakmu ini mendapatkan wanita baik seperti mantan kekasihnya.


Jesica: (kaget) apa? Kamu ini bicara apa.


Derenwin: hahaha.. bercanda ma, aku pergi dulu. Bye.. bibi aku pergi.


Yenako: ya, hati hati dijalan.


Derenwin pergi meninggalkan ruangan. Yenako menatap kepergian Derenwin sampai bayangannya hilang. Yenako menatap Jesica dan tersenyum tipis.


(Dalam hati Yenako)


Semoga kamu bahagia Derenwin, temukan cintamu. Aku yakin kamu akan menemukan wanita yang pantas. Wanita yang baik dan lebih dari aku.


(Dalam hati Jesica)


Aduh dasar Deren! Bisa bisanya bicara seperti itu. Yena marah tidak ya. Astaga anakku ini, mulutnya lebar seperti papanya. Apa yang harus aku lakukan sekarang.


Jesica: apa kamu baik baik saja sayang?


Yenako: ada apa kak? Kenapa cemas?


Jesica: aku minta maaf untuk kata kata Deren. Pasti kata katanya membuatmu tidak nyaman. Sungguh Yena, aku sudah berusaha semaksimal mungkin.


Yenako: kakak tenanglah, Derenwin pasti akan bertemu wanita yang baik dan mencintainya dengan tulus. Aku tidak mempermasalahkan kata katanya. Aku memang mantannya kan? Apa yang dia katakan adalah kebenaran.


Jesica: terima kasih Yena, kamu sungguh baik. Aku lega sekarang. Aku takut kamu jadi salah paham padaku. Jujur aku tidak bisa memihak pada siapa siapa, 1 adikku 1 anakku. Keduanya sangat berarti bagiku. Keduanya keluargaku. Aku hanya bisa berdiri ditengah tengah mereka.

__ADS_1


Yenako: tenang lah kak, kita doakan saja hal baik untuk Derenwin. Agar dia bahagia.


Jesica: ya, kamu benar. (Tersenyum)


♡♡♡♡♡


CAFE


Deren janjian dengan teman sekolahnya disebuah Cafe dipinggiran kota. Derenwin lama menunggu. Ponselnya berdering.


Derenwin: Hallo.. kamu dimana? Aku sudah sampai dari tadi.


"Sorry, aku tidak bisa datang teman. Aku ada urusan mendadak, kita ganti besok ya"


Derenwin: ah baiklah, tidak apa apa.


"Maaf mengecewakanmu Deren, aku akan menghubungimu besok"


Derenwin: tidak apa apa. Sibuklah dulu. Aku akan pulang kalau begitu. Bye..


"Bye.. hati hati"


Derenwin memutus panggilan. Dia membayat tagihan dan keluar. Seseorang di belakang Deren juga membayar tagihan dan mengikuti Deren. Rupanya seseorang itu sudah mengawasi Deren dari awal Deren masuk dalam Cafe.


Deren berjalan menyusuri jalan. Dia sengaja parkir di tempat jauh, agar bisa berjalan menikamati pinggiran kota yang indah. Derenwin sibuk dengan ponselnya. Seorang pria dari belakang sengaja menabrak dan mengambil ponsel milik Derenwin.


Derenwin: Hei, pencuri! Kembalikan ponselku. Kurang ajar..


Derenwin berlari dan menarik baju pencuri dari belakang. Pria asing itu memukul perut Derenwin. Dan memukul wajah Derenwin. Derenwin membalas namun kekuatannya tidak sebanding dengan si pencuri.


Si pencuri berbalik dan berjalan, seorang wanita cantik menghadang.


Pencuri: Nona cantik, jangan halangi jalanku. Awas..


Wanita: jika aku tidak mau?


Pencuri: jangan membuatku menjadi pecundang, aku tidak ingin melukai wanita.


Wanita: kembalikan ponselnya, aku akan melepaskanmu. Jika tidak aku akan mengirimmu ke penjara.


Pencuri itu menyerang wanita dihadapannya, wanita itu dengan sigap menghindari serangan dan berbalik memukuli si pencuri. Ponsel Derenwin melayang ke udara, dengan cepat si wanita melayangkan kaki kemuka pencuri hingga tersungkur. Wanita itu menangkap ponsel Derenwin, dan menghampiri Derenwin. Sedangkan di pencuri itu melarikan diri.


Wanita: ini ponselmu (menyodorkan ponsel kepada Derenwin)


Wanita: punya tubuh bagus tapi payah dalam berkelahi. Kamu pria atau wanita?


Derenwin: kamu mengataiku? (Kesal)


Wanita itu melihat luka luka diwajah Derenwin.


Wanita: rumah sakit atau klinik jauh dari sini. Aku akan mengobati lukamu. Ayo kerumahku. Rumahku tidak jauh.


Derenwin: ya, baiklah ini sangat sakit.


Wanita: tentu saja, wajahmu bengkak, pasti sangat sakit.


Wanita itu berjalan, Derenwin mengikuti. Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, wanita masuk dalam sebuah rumah yang lumayan besar. Membuka pintu dan masuk, Derenwin melihat sekeliling dan mengikuti masuk.


Wanita: duduklah, aku akan ambilkan obat.


Wanita itu pergi ke dapur. Derenwin duduk disofa dan melihat dalam rumah. Tidak ada yang spesial, hanya beberapa foto ukuran besar yang menempel pada dinding. Wanita itu kembali membawa baskom dan kotak obat.


Wanita: singkirkan tanganmu, aku akan kompres wajahmu agar tidak parah.


Derewin menurut, wanita itu mendekat dan perlahan menempel es yang dibungkus handuk pada wajah Derenwin, Derenwin meringis menahan rasa sakit.


Derenwin: bisa tidak pelan pelan, ini sakit sekali.


Wanita: diam! Jangan lemah jadi pria, begini saja sudah meraung seperti singa. (Wanita itu menekan wajah Deren)


Derenwin: Auuhh!! (Memegang tangan wanita) apa kamu gila? Kamu mau membunuhku? (Kesal)


Wanita: (menepis tangan Derenwin) dasar pria lemah. Jika melindungi diri sendiri saja tidak bisa, bagaimana melindungi kekasihmu? Atau keluargamu? Dasar payah!


Derenwin: hei nona, jaga biacaramu.


Wanita: memangnya aku salah? Aku bicara kenyataan pria bodoh!


(Dalam hati Derenwin)


Sialan, wanita ini mengatailku bodoh! Tapi dia ada benarnya, aku memang lemah dan tidak bisa apa apa.


Derenwin: aduh.. pelan pelan (meraba wajahnya)


Wanita: (menyingkirkan tangan Deren) jangan disentuh, itu sudah aku oles dengan obat. Iya aku akan lebih pelan.

__ADS_1


Wanita itu semakin dekat dengan Derenwin, wanita itu perlahan lahan mengoles obat. Mereka saling memandang. Si wanita langsung memalingkan wajah dan menjauh.


Wanita: ehem!!.. sudah aku obati. Kamu bisa istirahat dulu disini, aku akan buatkan minuman hangta untukmu.


Wanita itu mengemas kotak obat dan berdiri, membawa baskom dan kotak obat, wanita itu perjalan perlahan.


Derenwin: tunggu.. (wanita itu berhenti dan berbalik)


Wanita: ada apa?


Derenwin: siapa namamu?


Wanita: Felicia, kamu?


Derenwin: aku Derenwin, terimakasih.. (canggung)


Felicia: sama sama (berbalik dan pergi)


Derenwin berdiri dan mengintip dalam rumah Felicia. Derenwin melihat Felicia di dapur dan berjalan mendekat. Derenwin melihat Felicia sedang membuat makan dan minuman. Felicia memalingkan wajah dan mengerutkan dahi.


Derenwin: (kaget) maaf, aku masuk tanpa ijin.


Felicia: tidak apa apa. Ini makanlah. (Meletakan bubur dan air madu di hadapan Derenwin) kebetulan aku masak bubur, wajahmu bengkak jangan makan makanan yang keras. Kompres wajahmu dengan es sebelum mengoles obat.


Derenwin: cerewet sekali, seperti dokter.


Felicia: aku memang dokter.


Derenwin: apa? Kamu seorang dokter?


Felicia: ya, aku baru seminggu tinggal disini. Baru mulai bekerja bulan depan di rumah sakit pusat kota.


Derenwin: kamu dari luar negri?


Felicia: ya, aku dari Kanada. Apa ada sesuatu? Kamu terlihat senang saat bicara tentang dokter.


Derenwin: (makan bubur) ya, aku punya kenangan manis dengan seseorang yang berprofesi sebagai dokter.


Felicia: oh ya, pasti kaksihmu atau istrimu.


Derenwin: aku belum menikah, dia mantan kekasihku yang sekarang menjadi bibiku.


Felicia: (kaget) mantan kekasih yang menjadi bibi? Ini menarik. Boleh aku mendengar ceritamu? Sorry, aku tidak bermaksud membuka luka lamamu. Hanya ingin tau saja.


Derenwin: ya, aku akan ceritakan, anggap saja aku sedang mencurahkan isi hatiku dan terpendam.


Felicia duduk dan mendengar cerita Derenwin. Felicia manatap Derenwin. Derenwin bercerita sambil perlahan makan bubur. Felicia tak bersuara hanya mengangguk dan sesekali tersenyum. Derenwin menceritakan semua dari awal bertemu Yena hingga berakhir. Felicia menepuk bahu Derenwin dan memberi semangat.


Felicia: semangatlah! Anggap saja Yenako bukan jodohmu. Kamu pasti akan dapatkan wanitamu sendiri Deren.


Derenwin: (menghela nafas) aku lega, akhirnya aku bisa menceritakan semuanya kepada orang lain.


Felicia: dari ceritamu aku belajar, jika apa yang kita rencanakan belum tentu akan terlaksana. Semua sudah ada yang mengatur. Kita hanya bisa berusahan dan berdoa.


Derenwin: thanks Fel, kamu mau mendengar ceritaku.


Felicia: tidak masalah. Aku adalah dokter banyak pasien berkeluh kesah padaku.


Felicia berdiri dari duduknya. Felicia berjalan dan meringkas mangkuk bubur dan gelas Derenwin.


Derenwin: kamu dari Inggris?


Felicia: ya, aku lahir dan besar disini, tapi aku memutuskan pergi dari rumah saat lulus SMA dan kuliah di Amerika. Aku bekerja disana 2 tahun lalu dipindah ke Kanada. Aku merindukan Negaraku, jadi aku kembali. Bagaimana denganmu?


Derenwin: aku lahir di Belanda, besar dab tinggal di Indonesia.


Felicia: Indonesia? Banyak pulau disana. Aku ingin sekali kesana. Tapi masih belum ada waktu.


Derenwin: ya, banyak pulau. Kamu ingin pulau apa?


Felicia: aku ingin ke Bali. (Tersenyum)


(Dalam hati Derenwin)


Haiss!! Lagi lagi Bali. Bali lagi, Bali lagi. Tidak adakah pulau lain? Aku heran, yang lalau Yenako, sekarang Felicia.


Felicia: kapan kamu pulang ke Indonesia, aku masih punya banyak hari libur. Kamu mau tidak temani aku berlibur ke Bali?


Derenwin: ya baiklah. Aku akan temani. Kamu bisa berkunjung ke rumahku juga.


Felicia: oke, thankyou Deren (tersenyum cantik)


Felicia mencuci piring, Derenwin membantu membersihkan meja. Hal yang baru dilakukan Derenwin. Pria yang biasanya terkenal manja dan serba menyuruh orang hari ini melakukan hal diluar dugaan.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2