Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
95.Rindu


__ADS_3

°•Jonathan•°


Sial! Aku tidak bisa temukan Yenako dimanapun. Sayang, kamu dimana? Aku berdiri memandang jauh keluar jendela ruang kerjaku.


Tok..


Tok..


Tok..


(Suara pintu diketuk)


Aku mendengar suara langkah kaki. Aku tidak peduli, yang aku pikirkan hanya Yenako. Aku sangat khawatir, apa dia baik baik saja. Umeko menjelaskan jika Yenako terluka tembak di kaki. Dan aku hanya melihat bekas darah yang bercecer di jalan. Hah!! Aku akan mendengar, ada berita apa hari ini. Aku berbalik, duduk di kursi kerjaku. Melihat Brian dan Hendy di hadapanku.


Jonathan: bagaimana? Ada kabar?


Brian: tidak ada tuan, saya sudah mengerahkan banyak orang mencari.


Hendy: ada saksi mata yang mengatakan jika nyonya di bawa oleh beberapa orang ke dalam mobil. Mobil itu sudah kami cari. Tidak ditemukan jejaknya.


Jonathan: sial.. siapa orang orang ini. Berani sekali mengacau keluargaku. Cari terus, kita harus berusaha apapun caranya. Jangan sebar berita lewat media. Aku takut akan berdampak pada Yenako. Kita selidiki diam diam saja.


Brian: baik tuan.


Hendy: iya tuan.


Jonathan: kalian hati hati dan selalu waspada.


Brian, Hendy: baik tuan


Brian dan Hendy keluar dari ruanganku. Aku sangat kesal, seminggu ini terus mencari Yenako namun tidak ketemu. Aku sangat takut, perasaanku sudah campur aduk. Belum lagi saat anak anak bertanya dimana mami.


Klek..


(Suara pintu)

__ADS_1


Ake memadang jauh, ternyata gadis kecilku masuk dan berlari memelukku. Dia menangis tersedu.


Umeko: hiks.. hiks.. papi, mami dimana? Aku rindu pada mami.


Jonathan: sayang jangan menangis ya, papi pasti membawa mami pulang. Jangan bersedih.


Umeko: maaf papi, Umeko tidak menolong mami.


Jonathan: tidak apa apa sayang. Mami benar, Umeko harus lari agar selamat. Jika tertangkap mami dan papi akan sedih, kakak dan adik juga sedih.


Umeko terus memelukku. Aku mengusap punggungnya perlahan. Putriku sayang merindukan maminya. Aku hanya bisa menenangkan dengan cara seperti ini. Aku tidak mendengar suara tangisan lagi, aku melepas peluka, Umeko tertidur.


Aku menggendongnya keluar ruanganku menuju kamarnya. Dikamar aku melihat Hans tidur memeluk Ryco. Aku membaringkan Umeko di samping Ryco. Aku menarik selimut menyelimuti mereka. Air mataku menetes tiba tiba. Aku menyeka air mataku dan keluar dari kamar anak anak. Aku berjalan masuk kamarku sendiri.


♡♡♡♡♡


Prancis


°•Yenako•°


Aku berdiri dan berjalan perlahan. Bagaimana bisa lari, jalan saja masih seperti ini. Sial! Mattew membatasi gerak ku. Tidak ada televisi, atau telepon. Sungguh keterlaluan Mattew ini. Aku ingin membuka pintu, tiba tiba pintu terbuka. Mattew muncul dan kaget melihatku.


Mattew: kenapa berjalan, bukankah aku menyuruhmu berbaring?


Yenako: aku bosan, tidak boleh jika aku berjalan?


Pria ini sungguh egois. Bagaimana bisa menyuruhku terus berada diatas ranjang. Ingin ku patahkan saja lehernya itu. Tunggu saja nanti jika kakiku sudah lebih baik. Aku akan menendangmu.


Mattew mendekat dan langsung menggedongku, membawaku ke ranjang. Aku terkejut, spontan berteriak.


Yenako: pria brengsek, lepaskan aku.


Mattew: (membanting Yenako ke ranjang) kamu bilang apa?


Yenako: pria brengsek, brengsek!!

__ADS_1


Mattew: haha.. (tertawa) baru kali ini ada wanita yang memakiku. Asal kamu tau, selama ini tidak ada wanita yang berani membantah kata kataku.


Yenako: kenapa tidak, kamu tidak berhak mengatur hidupku.


Mattew: jangan lupa aku yang menyelamatkanmu.


Yenako: siapa yang minta? Itu kan kemauanmu sendiri menyelamatkanku.


(Dalam hati Mattew)


Sial! Wanita ini begitu keras kepala. Wanita berkepala batu. Berani sekali berdebat denganku. Selama ini belum ada wanita yang berani padaku, yang ada hanya menggoda dan merayuku. Wanita ini sungguh membuatku gila. Jika bicara dengannya selalu memancing amarahku. Kata katanya tajam seperti pisau.


Apa yang pria gila ini pikirkan? Menatapku begitu lama, apa jangan jangan menyukaiku. Oh tidak! Semoga saja pikiranku salah.


Mattew: kamu sudah menikah?


Yenako: sudah. Jangan menggodaku, pergilah.


Mattew: siapa suamimu? Kamu tidak ingin menghubunginya?


Yenako: suamiku sibuk,selalu sibuk.


Pria jahat ini terus memancingku bicara. Benar benar membuatku kesal. Sabar Yenako, bertahanlah sedikit lagi. Tenangkan hatimu. Aku menghela nafas dalam dalam. Aku membuang muka ke arah lain.


Mattew: tidurlah lebih awal, besok Raymond akan periksa lukamu.


Aku mendengar suara pintu, sepetinya pria kasar itu pergi. Aku berbaring dan mengtur nafasku. Pas sekali, besok ada dokter Raymond. Aku akan minta bantuan padanya, tapi dia kan teman Mattew. Aduh.. bagaimana ini? Jika aku jujur, dia akan cerita pada Mattew tidak ya? Aaaarrrggghhhh!!!! Aku mengacak acak rambutku sendiri, aku sudah seperti orang gila sekarang.


Tiba tiba aku menangis, aku teringat akan anak anakku. Air mataku mengalir dengan sendirinya. Ingin memeluk mereka, dadaku terasa sesak setiap kali menahan rindu. Yohanes, Umeko, Jerryco, mami merindukan kalian. Mami sangat rindu, mami ingin memeluk kalian. Jonathan, apa kamu memikirkanku saat ini? Aku juga merindukanmu. Merindukan pelukanmu.


Hiks..


Hiks..


Hiks..

__ADS_1


[Selamat membaca😘]


__ADS_2