
Rumah Sakit
Yena sedang berkeliling bersama perawat. Yena memeriksa melakukan pemeriksaan rutinnya. Dia kali ini bertugas memeriksa pasien VIP.
Tiap pintu di datangi Yena. Yena begitu ramah, semua pasien menyukai Yena.
Perawat: dok, maaf saya bisa ijin pergi? Saya masih harus membawa beberapa obat ke ruang anak anak. Saya akan meletakan laporan hari ini di meja kerja anda.
Yena: baik, hanya kurang satu pasien saja. Hati hati ya(tersenyum)
Perawat: terimakasih dokter (pergi)
Yena masuk kedalam ruangan terakhir. Yena menutup pintu dan berbalik, matanya serasa ingin lepas. Dia melihat Erwin duduk bersandar.
Erwin: kamu kerja disini?
Yena tak menjwab, Yena mendekati Erwin.
Yena: kamu kenapa?
Erwin: kamu menghancurkan hatiku, aku bisa apa?
Yena: kamu bodoh? Patah hati saja ingin bunuh diri!
Yena berbicara dengan memeriksa infus Erwin. Yena medekat dan memeriksa nadi di tangan Erwin. Yena melihat telapak tangan kiri Erwin diperban.
Yena: kamu terlihat sehat, aku akan mengirim dokter lain untuk memeriksamu.
Yena berbalik dan ingin pergi, dengan cepat Erwin menarik tangan Yena dan memeluk Yena erat.
Erwin: jangan pergi (berbisik)
Yena: (berontak) lepas Erwin.. (kesal)
Erwin: tidak, aku tidak akan melepasmu (mengeratkan pelukan)
Yena: oke aku akan temani, lepaskan aku dulu.
__ADS_1
Erwin: kamu berjanji?
Yena: hanya untuk 1 jam.
Erwin: oke, (melepas pelukan)
Yena duduk di kursi di samping Erwin.
Yena: bicaralah, apa yang ingin kamu bicarakan. Aku akan dengarkan. Lebih cepat lebih baik.
Erwin: kamu menyukai Jonathan?
Yena: ya..
Erwin: kamu sudah melakukannya?
Yena: kenapa kamu selalu mengorek kehidupan pribadiku Erwin, apa masalahmu hah?? (kesal)
Erwin: berpisahlah dengan pamanku, dan kembalilah padaku. Aku akan menerima apapun keadaanmu.
Erwin: meski pamanku mati, kamu tidak ingin denganku?
Yena: jika paman mu mati, biarkan aku menjadi janda. Aku tidak ingin menikahi siapapun termasuk kamu.
Erwin: kamu sungguh jahat Yena. Aku tidak berarti apa apa dimatamu.
Yena: yang lalu biarlah berlalu Erwin, aku tau ini sulit. Cobalah melupakanku. Seperti aku yang selalu ingin melupakan mu.
Erwin: kamu tidak boleh melupakanku begitu saja. (Mengeratkan genggamannya)
Erwin begitu kuat menggepalkan tangan kirinya, perban putihnya berubah menjadi mereh. Yena terkejut dan berdiri mendekat.
Yena: apa kamu gila? Lukamu berdarah.
Erwin: kenapa kamu peduli? Pada tanganku?
__ADS_1
Yena: kamu pria bodoh yang aku temui sepanjang hidupku. Aku dokter, tugas dokter merawat pasien yang terluka. Mengerti?
Yena msngambil kotak obat di lemari samping ranjang. Yena meletakan kotak obat di meja dan membukanya. Yena meraih tangan Erwin, dan membuka perbannya perlahan. Erwin menatap dalam ke arah Yena.
Yena tidak peduli pada Erwin. Yena membersihkan luka dan mengoles obat. Yena tenang untung saja darahnya tidak mengakir banyak. Yena sedih melihat Erwin yang seperti ini. Luka ditelapak tanga erwin cukup dalam.
Yena kembali membalut luka Erwin. Yena menghela nafas usai msnyelesaikan tugasnya. Erwin dengan cepat menarik lengan Yena mendekat, tangan Erwin menekan tengkuk Yena. Erwin mencium lembut bibir Yena. Yena kaget dan berontak. Yena melepaskan diri dari Erwin.
Yena mengusap bibirnya.
Yena: kamu sudah gila! Kamu lupa aku bibimu?
Erwin: aku tidak pernah menganggapmu sebagai bibiku. Kamu adalah cintaku, selamanya tetap menjadi cintaku. Bukan bibiku!
Yena: cukup Erwin! Aku tegaskan sekali lagi, kamu hanyalah masa laluku. Apa yang pernah terjadi diantara kita itu semua hanya masa lalu. Sekarang aku bukan lagi Yena kekasihmu. Aku adalah Yena istri pamanmu. Aku adalah bibimu! Kamu mengerti? Jangan pernah mengungkita masa lalu lagi denganku. Jika kamu tidak ingin menganggapku bibi terserah saja. Jangan menyapa ku saat bertemu di jalan.
Erwin: kau bicara seolah olah itu mudah dilakukan, kamu sudah melupakanku? Apa kamu yakin?
Yena: sudahlah, aku pergi. Jaga kesehatanmu.
Yena berbalik dan berjalan.
Erwin: aku mencintaimu Yena (lembut dan hangat)
Yena menghentikan langkahnya. Dadanya tiba tiba terasa sesak. Yena meremas baju di dadanya. Tangannya gemetar. Erwin membuat hati Yena terasa sakit. Tidak berdarah tetapi perih. Yena kembali berjalan dan meninggalkan ruangan Erwin.
[Selamat Membacaš]
__ADS_1