
Yenako dan Raymond berbincang di kamar Yenako. Mereka membahas misi rahasia yang Yenako berikan.
Yenako: aku sungguh berterimakasih padamu Raymond. Kamu sudah membantuku.
Raymond: sama sama, aku senang bisa menolongmu Yenako. Jika ada kesempatan aku akan membebaskanmu dari sini, aku akan antar kamu pulang ke Inggris.
Yenako: ya, aku sudah suruh Jonathan untuk tinggal dan tidak mencariku. Aku yakin Mattew juga akan bosan padaku, aku terus terusan menghindarinya. Aku kesal, dia begitu jahat dan kasar.
Raymond: ya begitulah. Aku harus pergi sekarang. Jangan sampai Mattew curiga pada kita. (Tersenyum)
Yenako: pergilah, terimkasih Ray. (Tersenyum)
Raymond berdiri dan berjalan, pintu kamar tiba tiba terbuka. Mattew masuk dengan wajah dingin. Aura membunuh melingkupi ruangan.
Mattew: kenapa terburu buru Raymond? Mau pergi kemana?
Raymond: apa maksudmu? Tentu kerumah sakit.
Mattew: hah! Kerumah sakit?
Mattew mendekati Raymond dan langsung memukul Raymond hingga tersungkur. Mattew mengeluarkan pistol dan menodongkan tepat dikepala Raymond.
Yenako: Mattew, apa kamu gila! Raymond tidak bersalah, akulah yang salah!
Mattew: benarkah? Ah.. aku salah sangka rupannya (mengangkat pistol, lalu menatap Yenako) jadi aku harus apa?
Yenako: bunuh aku saja, lepaskan Raymond. Jangan lukai dia.
Doorr..
(Suara tembakan)
Seketika Raymon tersungkur dengan bersimbah darah, darah segar mengalir dari kepala Raymond. Yenako terkejut, Yenako menutup mulutnya dengan dua tangan.
Mattew: haha (tertawa) kamu pikir aku tidak segan membunuh? Aku Mattew, tidak takut pada siapapun.
Yenako: kamu sungguh gila Mattew! (Menangis)
(Dalam hati Yenako)
__ADS_1
Raymond maaf, aku membuatmu seperti ini. Maafkan aku Raymond, jika tau begini lebih baik aku tidak bicara padamu. Setidaknya kamu masih bisa hidup!
Mattew: kenapa menangis? Apa kamu menyesal melihat orang yang membantumu mati?
Yenako: tidak punya hati, kamu keji Mattew! Apa maumu sebenarnya?
Mattew: mauku? Tentu saja aku ingin nyawa suamimu. 8 tahun lalu aku memang tidak bisa membunuhnya. Sekarang aku pastikan akan membunuh suamimu itu.
Yenako: kamu sudah tau semuanya?
Mattew: kamu pikir aku bodoh? Dari awal aku tahu kamu istri Jonathan Lewi. Hanya saja aku pura pura tidak tahu.
Yenako: baguslah jika sudah tau, aku tidak perlu repot repot lagi untuk menahan diri.
Mattew: hahahahahaha..... (tertawa keras) Yenako, Yenako, kamu sangat bodoh! Kamu mengirim surat pada Jonathan mengatakan jika kamu ada di manasionku. Kamu melarangnya datang, apakah menurutmu Jonathan akan diam saja? Kamu justru memancingnya datang! Baguslah, dengan begitu aku tidak perlu repot datang ke Inggris mencari Jonathan.
Jleb!!!
(Dalam hati Yenako)
Kata kata Mattew bagai tombak menusuk jantungku, seketika jantungku langsung berhenti berdetak. Mattew benar, seharusnya aku tidak menggirimnya surat. Bodohnya aku! Jonathan sudah dipastikan akan datang jika aku beritahu keberadaanku. Oh astaga.. Yenako, kamu begitu Bodoh!! Justru menyeret suamimu dalam masalah.
Mattew: apa kamu tidak ingin memohon keselamatan suamimu cantik?
Yenako: apa maksudmu? (Menepis tangan mattew) jangan asal bicara padaku.
Mattew: aku akan beri kesempatan hidup pada suamimu, jadilah istriku dan tinggalah denganku. Bagaimana?
Yenako: haha.. (tertawa) aku Yenako Kimoro, hanya akan setia pada Jonathan Lewi. Aku tidak akan mau menjadi istrimu, Mattew Alexander. (Menatap tajam)
Mattew: benarkah? Coba kita lihat apakah Jonathan akan menerimamu lagi melihatmu bercinta denganku.
Mattew menindih Yenako. Mattew mencium paksa Yenako. Yenako memberontak menampar dan mendorong Mattew. Mattew geram, wajahnya memerah. Mattew menarik rambut Yenako dan menampar wajah Yenako.
Plaakkk...
(Suara tamparan)
Tamparan keras mendarat di wajah Yenako, hingga membekas merah.
__ADS_1
Mattew: Wanita jalang! Aku memberimu kesempatan mendekatiku, kamu menolak. Sekarang kamu bahkan menamparku? Kamu sungguh ingin mati?
Yenako: (menangis) bunuh saja aku Mattew! Bunuh aku! Lebih baik aku mati daripada aku menduakan suamiku.
Mattew terdiam, melihat Yenako menangis. Dadanya tiba tiba merasa sakit. Mattew menyeka air mata Yenako. Mattew bangun dan menggedong Yenako keluar kamar. Yenako terkejut, dia berontak ingin jalan sendiri. Mattew tidak menggubris kata kata Yenako.
Mattew: bi.. bibi ..(berteriak)
Seorang pelayan datang menghampiri Mattew. Pelayan itu datang dari arah ruang baca.
"Ya tuan, ada apa?"
Mattew: suruh penjaga mengurus mayat Raymond di kamar istriku.
"Ya tuan, saya mengerti"
(Dalam hati Yenako)
Istri? Apa Maksud Mattew? Jangan jangan dia akan menikahiku secara paksa? Tidak tidak, aku tidak mau. Sialan! Pria brengsek, tidak tahu malu.
Yenako mencoba berontak, dia memukul mukul dada Mattew, Mattew tidak peduli dan tetap berjalan menuruni anak tangga satu per satu.
[Selamat Membaca😘]
*Hallo pembaca setia, "Pelukan Hangat Paman Tampan". Sebentar lagi akan "TAMAT" ya..
Akan ada Season ke 2..
Di Season ke 2 nanti akan menceritakan kisah perjalanan dari seorang Jerryco Morgan Lewi yang berhati dingin dan pendiam. Tiba tiba bertemu dengan seorang wanita yang mengaku hamil anaknya. Apa yang terjadi selanjutnya? Ikuti terus ya..*
~~
*Jangan lupa mampir ke..
• Lelaki Bayaran Amelia
• Marry You
Beri like dan isi kolom komentar ya, Terimakasih*
__ADS_1