
Hari ini Jonathan berlatih berjalan. Meski merasa sakit yang luar biasa, Jonathan tetap semangat. Beberapa kali jaruh, dan bangkit. 3 jam berlatih Jonathan tidak merasa puas jika belum bisa berjalan lancar.
Tanggan Jonathan memegang erat tiang penyangga. Keringatnya bercucuran. Tangannya memegang kokoh tiang penyangga. Kakinya gemetaran.
Greck: istirahatlah Jo, jangan terlalu memaksa.
Jonathan: aku tidak apa apa Greck. Ayo kita lanjutkan.
(Dalam hati Greck)
Sungguh besar tekatmu Jo. Aku senang. Semangatmu selalu berhasil melawan rasa takutmu. Disaat yang lain masih berbaring, kamu sudah berdiri dan belajar berjalan.
~~
°•Yenako•°
Aku ada di minimarket tidak jauh dari rumah sakit. Aku duduk dan makan roti di tanganku. Aku melihat sekeliling. Aku melihat seorang perempuan menggedong bayinya bersama suaminya juga. Mereka tertawa bersama. Si bayi kecil juga tertawa, celotehnya membuatku tertawa. Si bayi melihat kw arahku dan tersenyum. Aku juga tersenyum. Orang tua si bayi melihatku bersamaan dan tersenyum.
Bahagianya...
Aku mengusap perutku perlahan, sayang.. kamu baik baik ya diperut mami, tumbuh sehat dan kuat.
Aku habiskan rotiku, dan minuk air dalam botol, aku berdiri dan berjalan ke kasir, aku bertabrakan dengan seseorang sampai hampir jatuh, orang itu menolongku, Dia menarikku dalam pelukannya. Aku kaget, aroma mint...
Aku melepas pelukannya dan mundur beberapa langkah. Aku menatapnya dan kaget, dia pria itu.
"Maaf nona, saya teburu buru"
Yena: maaf saya juga salah. Maaf.. saya permisi.
Aku berjalan cepat ke kasir dan membayar tagihan makananku. Aku melihatnya sekilas, dia melihat ke arahku dan tersenyum. Aku keluar minimarker dan berjalan perlahan menuju rumah sakit.
Ponselku berdering, Ricardo memanggil.
Yena: hallo..
Ricardo: Yena, kamu dimana?
Yena: dijalan, ada apa? Apa ada masalah?
Ricardo: Jona bisa berjalan sekarang.
Yena: (senang) sungguh? Wah ini berita baik Ric. Oke aku kesana sekarang.
Aku memutus panggilan dan berjalan cepat, perasaanku tidak enak. Ada yang mengikutiku? Siapa? Aku berhenti dan menoleh ke belakanng. Tidak ada orang mencurigakan. Hmmm.. hanya perasaanku saja sepertinya. Aku melanjutkan langkahku. Aku melihat lobby rumah sakit. Aku langsung masuk ke dalam.
Hatiku senang, paman sudah bisa berjalan itu bagus! Aku membuka pintu dan melihat Ricardo.
Ricardo: kamu dari mana?
__ADS_1
Yena: minimarket. Bagaimana? Apa aku melewatkan sesuatu?
Ricardo: lihatlah, sekarang Jona sedang berlatih. Greck ingin agar kaki Jona kokoh seperti sebelumnya.
Yena: aku sungguh senang Ric.
Ricardo: aku juga, sudah 5 jam Jona masih belum menyarah, hanya istirahat untuk minum dan makan, dan melanjutkan latihan.
Yena: Ric..
Ricardo: hmm.. ada apa? (Menatap Yena)
Aduh bagaimana ini? Cerita atau tidak? Tidak cerita aku penasaran, kalau cerita apa Ric akan menutupi sesuatu?
Ricardo: ada apa Yena? Kamu terlihat gelisah, katakan, tidak baik untuk keponakanku.
Yena: aku bertemu dengannya.
Ricardo: siapa? Temanmu? Atau saudaramu?
Yena: pria yang berpapasan dengan kita di lorong waktu itu.
Ricardo kaget, tangannya gemetaran. Dia terlihat gugup. Ricardo menatapku, wajahnya berubah menjadi pucat.
Yena: ada apa? Kamu sakit?
Ricardo berjalan dan duduk di sofa, dia bersandar dan mengatur nafas. Aku memberinya minum, dia langsung meminum 1 botol sekali teguk. Aku kebingungan.
Yena: kami tidak sengaja bertabrakan, dia tidak mengatakan sesuatu. Karena aku langsung pergi.
Ricardo: lain kali jika bertemu dengannya lebih baik kamu menghindar Yena.
Yena: ada apa? Kamu menegenalnya kan?
Ricardo: aku mengenalnya, tapi dia tidak mengenalku.
Yena: memangnya siapa dia? Kamu membuatku penadaran Ric.
Ricardo: Dia... Yamato Hiraya.
Aku berfikir sejenak, aku seperti mengenal nama keluarga Hiraya. Hmmm.. siapa ya, ayo Yena berfikir, berfikir! Tiba tiba aku mengingat sesuatu.
Yena: aku ingat!
Ricardo: ingat apa?
Yena: Hiraya yang terkenal dipasar gelap bukan?
Ricardo melotot, matanya seakan ingin loncat kearahku.
__ADS_1
Ricardo: dari mana kamu tau?
Yena: keluarga Hiraya adalah teman bisnis pamanku. Dan anaknya aku dengar teman dekat kakak sepupuku.
Ricardo: kamu kenal keluarga Hiraya?
Yena: tidak, papaku melakukan bisnis putih. Tidak pernah mau bekerja sama dengan anggota mafia. Kamu kenapa?
Ricardo: Yamato Hiraya adalah pesaing Jonathan. Dari awal meristis usaha, selalu dihadang oleh Yamato.
Yena: apa? (Kaget)
Apa ini,,
Jadi Yamato orang yang dimasud paman saat itu? Papa bilang padaku, keluarga Hiraya sudah menjalin hubungan lebih dari 20 tahun dengan keluarga Kimoro, khususnya paman! Ini bencana.
Yena: apa alasan Yamato menyerang Jonathan?
Ricardo: karena Jonathan pernah mengalahkannya dalam pelelangan pulau di daerah Jepang. Pihak Yamato menawarkan uang 5x lipat dan kompensasi, tapi Jonathan menolak.
Yena: kenapa Jonathan menolak?
Ricardo: Jonathan menyukai pulau itu. Jonathan sedang membangun Kastil disana.
Yena: apa nama pulau itu?
Ricardo: Mokaru.
Yena: apa???? Mokaru???? (kaget)
Ricardo: ada apa Yena?
Yena: saat pelalangan, siapa penjualnya?
Ricardo: aku tidak tahu! Hanya inisial Y.K berasal dari jepang. ada stempelnya juga.
Yena: itu pasti paman Yoshimo!! Beraninya menjual pulauku.. (geram)
Ricardo: apa?? pulaumu?? (kaget)
Yena: iya, papa memberiku sebagai hadiah ulang tahunku ke 17. Aku masih simpan suratnya kepemilikannya. Jadi surat yang ada padaku palsu? Dan papa tidak tau ini?
Ricardo: astaga Yena, apa pamanmu diam diam ingin mengambil alih kekuasaan papamu?
Yena: mungkin saja. Aku tidak menyangka, pamanku seperti itu. Bagaimana ini?
Ricardo: tenanglah, kita pikirkan caranya. Jangan beritahu kepada Jonathan dulu. Aku akan kirim orangku ke jepang. Kamu jangan cemas, oke?
Bagaimana tidak cemas Ric. Papaku sangat menyayangi kakaknya, papaku bahkan mengalah dan hanya menerima 30% warisan kakek. Paman sudah memiliki 70%. Apa paman Yoshimo ingin semuanya? Paman Yoshimo, kamu sungguh keterlaluan.
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]