
Yenako dan Jonathan sedang bersiap. Mereka akan kembali ke mansion. Jonathan menggendong Hans, Yenako membawa perlangkapan dibantu pelayan. Mereka keluar dari kamar dan turun untuk sarapan.
Johan: pagi
Jonatahan: pagi
Yenako: pagi semua
Jesica: ayo duduklah, dan sarapan. Aku akan gendong Hans.
Jesica mengambil alih, Jonathan dan Yenako duduk dan sarapan.
Jesica: Deren, kamu tidak berikan undangan untuk pamanmu?
Derenwin: iya ma.. (berdiri dan meletakan undangan di hadapan Jonathan) paman dan bibi datang ya.
Jonathan: (mengambil undangan) selamat ya, paman pasti akan datang.
Yenako: wah selamat ya. Aku pasti hadir (tersenyum)
Derenwin: thanks.. (tersenyum)
Jonathan memberi undangan pada Yenako. Yenako memasukan undangan dalam tasnya.
(Dalam hati Yenako)
Akhirnya kamu menikah Derenwin. Aku senang, semoga kalian selalu bahagia sampai akhir.
(Dalam hati Derenwin)
Semoga kamu selalu bahagia dengan paman Jonathan Yena. Terimakasih untuk semuanya.
Mayumi: mama dengar kamu akan pulang ke jepang sayang?
Yenako: iya ma, rencana 2 bulan lagi. Mama mau ikut?
Mayumi: tidak tidak, lain kali saja. Mama masih ada beberapa hal yang perlu diurus.
Johan: jaga dirimu sayang. Jaga Hans juga.
Yenako: iya pa. (Tersenyum)
Jonathan: tenang saja, ada aku disana. Papa mama tidak perlu khawatir.
__ADS_1
Derenwin: 2 bulan lagi dijepang musim apa?
Yenako: musim gugur. Cocok untuk bulan madu.
Derenwin: ah.. benarkah? Akan aku pikirkan nanti. Felicia ingin ke korea. Aku pribadi ingin ke bangkok. Hehehe..
Jonathan: pergilah berkeliling, paman akan bantu kalian cari tiket nanti.
Derenwin: wah paman baik sekali. Oke, aku akan tanyakan pada Felicia nanti.
Jonathan: kabari paman ya, paman akan atur semuanya.
Jesica: ehemm.. atur bulan madu untuk keponakan saja. Kalian tidak ingin bulan madu juga?
Jonathan: kakak, jangan menggodaku.
Jesica: ck ck ck.. tahun depan beri aku keponakan lagi ya. Kalian harus bersaing. Aku juga akan menyuruh Deren dan Felicia punya banyak anak nanti.
Derenwin: mama bicara apa sih!
Mayumi: ya, banyak anak juga bagus.
Johan: benar benar, aku setuju.
Jonathan dan Yenako selesai sarapan. Mereka berpamitan kepada Johan dan Mayumi. Yenako memeluk erat Mayumi dan Johan. Begitu juga Jonathan.
Mayumi: hati hati
Johan: jaga kesehatan kalian.
Derenwin: paman, hati hati ya. Bibi juga, jaga adikku.
Yenako: pasti. Jaga kesehatanmu ya, jangan terlalu sibuk.
Derenwin: baik bibi, aku mengerti.
Jonathan: jangan lupa beri kabar pada paman.
Derenwin: oke paman.
Jonathan mengambil alih menggendong Hans.
Jesica: bye bye sayang. Sampai jumpa minggu depan ya.. (mencium pipi Hans kilas)
__ADS_1
Derenwin: (mendekat, mencium kening Hans kilas) bye sayangku..
Jonathan: aku pulang dulu
Yenako: kami pulang dulu
Jesica: hati hati
Yenako dan Jonathan berjalan beriringan keluar mansion. Jonathan dan Yenako masuk dalam mobil yang sudah siap di halaman mansion. Mereka saling tersenyum dan melambai. Mobil meluncur meninggalkan mansion.
Dalam perjalanan pulang Yenako dan Jonathan berbincang.
Jonathan: kamu tenang sekarang?
Yenako: tenang apa?
Jonathan: mantanmu akan menikah. (Tersenyum) ntah takdir apa yang aku miliki. Aku bisa menikahimu Yena. Jika mengingat kejadian yang kita alamai aku merasa senang juga sedih.
Yenako: hahaha.. (tertawa) aku juga bingung. Aku tidak menyangka jika aku bisa menikah denganmu. Tapi aku bersyukur, kamu pria yang baik, pengertian, hangat dan bertanggung jawab. I love you Jonathan
Jonathan: i love you too Yenako. Hiduplah selamanya bersamaku. Apa kamu mau?
Yenako: tentu saja. Aku akan selalu ada disampingmu. Kita akan berjalan bersama hingga akhir.
Jonatham dan Yenako saling memandang dan tersenyum. Jonathan menggenggam erat tangan Yenako dan mencium kilas punggung tangan Yena. Jonathan mengusap lembut tangan Yenako.
Jonathan: apapun yang akan terjadi dimasa depan, tetaplah bertahan bersamaku. Meski aku jatuh, kamu jangan pergi Yena. Aku akan mati jika kamu pergi.
Yenako: aku berjanji. Aku akan menerima keadaanmu apapun itu. Mau kamu kaya atau miskin, yang terpenting kita bahagia. Uang bisa kita cari asal kita mau berusaha dan berdoa mengucap syukur. Aku percaya kamu bukan pria yang lemah sayang. Semangat!!
Jonathan: sayang terimakasih. Aku jadi semangat berjuang jika begini. Semangat!!
Yenako: eh.. memang mau perang? Berjuang apa?
Jonathan: berjuang mencari uang untukmu dan Hans.
Yenako: oh.. aku kira apa.
(Dalam hati Jonathan)
Berjuang melawan Yamato sayang. Kini aku tau harus apa. Aku hanya perlu menyusun strategi menjatuhkannya dengan cara halus. Aku tidak perlu menggunakan otot. Aku hanya akan menggunakan otak. Yena terimakasih, aku mencintaimu!
(Dalam hati Yenako)
__ADS_1
Aku tau ini pasti masalah Yamato dan Paman Yoshimo. Sayang, jangan ada pertumpahan darah. Gunakanlah cara lain melawan mereka. Aku tidak bisa melihatmu terluka lagi. Ditambah kita sudah punya anak. Aku tidak ingin kehilanganmu. Aku harap kamu mendengar isi hatiku sayang. Aku mencintaimu.
[Selamat Membacaš]