Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
19.Kenyataan Yang Rumit


__ADS_3

Derenwin sudah keluar dari rumah sakit. Sementara ini Dia tinggal di Mansion kakeknya. Orang tua Derenwin juga masih belum kembali ke Indonesia.



Dikamar, Derenwin makan disupai oleh mamanya(Jesica)



Jesica: makanlah, jangan begini.



Deren: mam..



Jesica: ada apa?



Deren: mama menyukai Yena? Maksudku bibi Yena?



Jesica: tentu saja, dia baik dan pintar. Pamanmu sangat beruntung. (Tersenyum)



(Dalam hati Deren)


Berutung ya? Paman yang beruntung, keponakannya yang sial.



Jesica: makanlah (menyodorkan sendok berisi bubur)



Deren: (memakan bubur) mama tau usia Bibi?



Jesica: tentu, dia 2 tahun lebih muda darimu. Ada apa? Kenapa tiba tiba bicarakan Yena?



Deren: mama tau sebelumnya bibi tinggal dimana?



Jesica: soal itu mama belum tanya. (Merasa aneh) kamu kenapa sayang? (Meraba wajah Deren)



Deren: (menangis) aku sedih mam.. (memeluk Jesica)



Jesica bingung, anaknya tiba tiba menjadi aneh. Jesica menepuk perlahan punggung Daren. Daren menyandarkan kepalanya di bahu Jesica.



Jesica: katakan apa yang membuatmu sedih sayang, mama akan dengarkan. Jangan kamu simpan kesedihanmu seorang diri. Mama selalu ada untukmu. (Mengusap kepala Deren)



Deren: sebenarnya Yena adalah Kekasihku mam. Aku tidak bisa melihatnya bersama paman.



Mata Jesica melebar, Jesica melepas pelukan dan menatap Deren.



Jesica: jelaskan, apa maksud kata katamu? Jangan membuat mama bingung Deren!



Deren: Yena adalah kekasihku, kekasih yang selama ini aku certitakan pada mama dan papa. Aku memang belum mengenalkan pada kalian, karena aku ingin fokus pada pekerjaanku dulu. Tapi sekarang apa gunanya pekerjaanku jika aku kehilangan cintaku?



(Dalam hati Jesica)


Tidak mungkin Jonathan dengan sengaja merebut Yena kan? Aku persis sifat Jonathan. Hanya aku yang dekat denganya sejak kecil. Bagaimana ini? Apa yang harus aku katakan kepada anakku?


(Bingung dan cemas)



Jesica: kamu istirahat dulu, mama akan bertemu pamanmu untuk bicara.



Deren: bawalah Yena padaku mam, aku sangat mencintainya. (Sedih)



Jesica: tenangkan dirimu dulu, oke? Mama pergi dulu ya (tersenyum)



Jesica mencium kilas kening Deren dan keluar meninggalkan kamar Darren. Jesica kembali ke kamarnya dengan penuh pertanyaan di kepalanya.



Dikamar Jesica terlihat gelisah, mondar mandir, menggigit ujung ibu jari tangannya.



Darwin: ada apa sayang? Kamu terlihat gelisah.



Jesica: ini kacau Darwin, ini kacau!


__ADS_1


Darwin: hei, tenang lah. Ayo duduk kita bicarakan. Ada apa? (Merangkul dan menenangkan)



Jesica dan Darwin duduk di tepi ranjang. Darwin menatap istrinya dengan penuh rasa penasaran.


Darwin: ada apa? Apa yang ada dslam pikiranmu?



Jesica: ini sungguh sulit aku terima Darwin, bagaimana bisa ini terjadi pada keluargaku? (Kesal) Yena adalah kekasih Deren. Dan sekarang menajdi istri Jonathan.



Darwin: (kaget, mengerutkan kening) apa? Yena kekasih Deren? Apa ini lelucon?


Kamu tidak salah dengar? Mungkin Daren hanya mengagumi Yena.



Jesica: mungkin juga (merasa sedikit tenang) aku bingung sekarnag, disisi lain anakku disisi lain adikku.



Darwin: ajaklah Yena bertemu, bicarakan baik baik dengannya. Jangan gegabah mengambil keputusan sayang.



Jesica: kamu benar, aku akan pergi ke rumah jonathan sekarang. Kamu jaga Deren ya (mencium kilas pipi Darwin dan pergi)



(Dalam hati Darwin)


Jika memang benar, ini akan jadi rumit. Semoga berita ini tidak benar. Deren pasti hanya mengagumi sosok Yena.





♡~♡~♡~♡~♡


Jesica datang menemui Yena di mansionnya. Yena menyambut kakak iparnya dengan ramah.



Yena: kak Jesi, ayo masuk. (Tersenyum cantik)



Jesica: Dimana pelayanmu? Kenapa kamu sendiri yang membuka pintu?



Yena: mereka dibelakang, kebetulan aku ada di ruang tamu kak. Kakak, ada apa? Ada sesuatu? Kakak mencari Jonathan?




Yena: tidak, dia masih dikantor.



Jesica: oh baguslah, aku lega. Aku ingin tanyakan sesuatu hal padamu Yena. Aku harap ini tidak menyinggungmu.



Yena: (penasaran) ada apa kak, jangan buat aku penasaran.



Jesica: apa benar sebelum menikah dengan adikku, kamu adalah kekasih anakku Derenwin Luiso?



Yena terdiam sesaat. Yena memandang ke arah Jesica dan mengangguk pelan.



Yena: itu benar kak.



Jesica: Astaga, aku tidak pernah terpikir hal ini akan terjadi Yena. Aku mengenal baik adikku, tidak mungkin dia sengaja merebutmu dari Deren.



Yena: bukan salah Jonathan kak, ini semua hanya salah paham dan kebetulan saja. (Yena mulai bercerita)



*Saat itu aku sedang berlibur dengan Erwin ke Roma. Kami bersama sepanjang hari. Saat malam kami kembali kekamar kami masing masing. Aku mendengar suara kamarku diketuk, entah aku tidak melihat jam berapa itu. Aku berfikir jika itu Erwin yang sedang menggodaku. Aku buka pintu, aku sempat melihat beberapa orang mulut dan hidungku di bekap, kepalaku menajadi pusing, mataku juga terasa berat.


Saat aku terbangun, aku sudah ada diatas ranjang bersama Jonathan. Awalnya dia juga tidak tahu aku kekasih Erwin. Jonathan mengira aku perempuan jalang yang butuh uang. Kami berdebat. Sampai akhidnya Jonathan menghubungi seseorang bernama Peter. Peter mengatakan jika orangnya salah mengirim wanita. Wanita yang seharuanya dikirim kepada Jonathan ada di samping Peter. Orang orang Peter membawa Wanita yang salah. Mereka mengira jika akulah wanita itu kak. Wanita itu ada di kamr 109 dan kamar itu tepat berada di depan kamarku, kamar 106. Ini rumit bukan? *



Jesica: malang sekali, lalu apa yang kamu lakukan denga Jonathan, apa dia melakukannya?



Yena: tidak kak,(tersenyum) hanya saja saat bangun aku tidak pakai apapun. Aku sempat kesal dan marah pada Jonathan dan berniat pergi. Disaat itu aku memikirkan Erwin. Tapi aku tak bisa apa apa kak, saat aku bangun aku ada di Inggris, aku juga tidak punya uang atau ponsel. Aku terpaksa tinggal beberapa hari dengan Jonathan. Sampai akhirnya Jonathan mengantarku pulang ke Jepang.



Jesica: saat kamu menghilang, Deren sangat cemas Yena. Berkali kali menghubungiku. Deren juga bilang akan ke Jepang, apa kalian bertemu?



Yena: iya, saat di jepang aku baru tau jika Jonathan adalah paman Erwin.



Jesica: (menggenggam erat tangan Yena) kamu menyukai Jonathan?

__ADS_1



Yena: kakak, kenapa kakak bertanya seperti ini?



Jesica: jika kamu tidak suka pada Jonathan, bisakah kamu kembali pada Deren, putraku? Bukankah kalian saling mencintai?



Yena: (kaget, melepas tangan Jesica) maaf kak, apa tujuan kakak bicara seperti ini? Aku sudah menikah dengan jonathan, mau suka atau tidak itu tidak diperlukan lagi.



Jesica: aku akan membantumu Yena, aku akan membuat mu berpisah dari Jonathan.



Yena: kak, maaf! Tapi aku tidak bisa berpisah dari Jonathan. Aku sudah terbiasa berada disisinya.



Jesica: oke, aku mengerti. Ternyata kamu sungguh menyukai adikku, Yena. (Tersenyum) bicaralah baik baik dengan Deren. Mungkin dia akan mengerti.



Yena: aku rasa akan sulit kak, saat di rumah sakit Erwin bahkan berani menciumku. (Kesal)



Jesica: apa? (Kaget) maaf Yena. Aku minta maaf atas nama Deren.



Yena: (tersenyum) lupakan saja kak. Aku tidak ingin bahas itu sekarang.



Jesica: kamu sungguh baik Yena, tidak heran Deren menyukaimu. Jika adikku Jonathan membuatmu menangis aku akan memukulnya.



"Aku tidak akan membuatnya menangis kak"



Jesica dan Yena melihat kearah pintu.


Jesica: Jonathan, kamu sedah pulang?



Jonathan menghampiri Jesica dan memeluk kilas, lalu duduk di samping Yena.



Jonathan: apa ini? Kalian menggosipkanku?



Jesica: tidak tidak, hahahah(tertawa) lebih baik aku pulang sekarang.



Yena: kakak, kenapa buru sekali?



Jesica: Deren baru pulang dari rumah sakit, kondisinya sedang tidak bagus. Aku pualang, kalian tidak perlu mengantar.



Jonathan: hati hati kak.



Yena: kak, hati hati.



Jesica: oke, jaga diri kalian baik baik.



Jesica pergi meningglkan mansion Jonathan. Jesica naik kedalam mobil dan melesat pergi.











[Selamat Membaca😘]







__ADS_1


__ADS_2