
Mendengar semua cerita Grisela, Yenako dan Mashito hanya diam. Yenako menatap Mashito, matanya penuh amarah, air matanya menetes.
Tok..
Tok..
Tok..
Suara pintu diketuk..
"Tuan.. tuan besar datang, beliau menunggu ditaman belakang"
Mereka semua kaget, Grisela langsung merangkul lengan Mashito. Mashito langsung memeluk Grisela.
Mashito: tidak perlu takut. Ayoo kita keluar
Grisela: tidak aku tidak mau. (Melepas pelukan)
Mashito: tidak akan ad yang menyakitimu, oke?
Yenako: kak.. kamu baik baik saja?
Mashito: (menghela nafas panjang) ya.. aku baik baik saja. Ayo..
Mashito berdiri dan menggandeng tangan Grisela keluar. Yenako mengikuti mereka di belakang.
(Dalam hati Yenako)
Jantungku berdebar kencang, tangaku gemetaran. Tuhan, semoga tidak ada hal buruk. Aku sungguh takut. Selamatlah kami semoga kami jauh dari hal jahat.
Mereka sampai ditaman belakang. Yoshimo kaget saat melihat Yenako dan Grisela. Matanya seakan ingin keluar melihat kecantikan Grisela.
Mashito: ada apa pa? Apa papa kaget?
Yoshimo: tidak sama sekali. Yena kamu datang sayang.
Yenako: hallo paman. Apa kabar (senyum kaku)
Yoshimo: paman baik baik saja Yena, kamu semakin cantik. Lama tidak bertemu. (Tersenyum)
Yenako: terimakasih.
Mashito: papa ada keperluan apa? Cepat katakan.
Yoshimo: hmm.. ada teman papa yang ingin menemuimu. Anaknya menyukaimu.
Mashito: papa ingin menjualku?
Yoshimo: jangan bicara asal, temui saja dulu.
Mashito: aku sibuk! Tidak ada waktu.
Yoshimo: kamu selalu membantah! Papa sudah diam saat kamu menikah dengannya, sekarang kamu menolak lagi?
__ADS_1
Mashito: hah!! Papa sungguh luar biasa. Akting papa melebihi aktor internasional!
Yoshimo: apa maksudmu?
Mashito: apa maksudku papa pasti tau. Jangan berpura pura lagi. Papa lebih baik pergi! Aku tidak ingin melihat papa lagi.
"Yo.. ada apa ini"
Yamato datang dengan senyum dingin. Yamato melirik kearah Yenako. Yenako membuang muka.
Mashito: kamu juga disini?
Yamato: ya teman. Aku aku tidak boleh mengunjungimu?
Yoshimo: aku menunggu mu pukul 7 malam ini di Hotel X. (Berjalan melewati Mashito)
Mashito: Aku tidak akan datang!
Yoshimo:(berhenti) kita lihat saja kamu mau datang atau tidak jika aku melakukan hal yang tidak terduga.
Mashito geram. Dengan cepat dia mengelurkan pistol dari balik kimononya dan menembak punggung Yoshimo.
Doorrr... suara tembakan membuat semua mata terbelalak. Mashito menembak Yoshimo? Kejadian ini sungguh diluar dugaan. Yenako menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Mashito: ini adalah pembalasan dendamku. Papa adalah papa yang jahat dan keji. Papalah pembunuh mama, lalu papa juga mau membuhuhku dimalam pernikahanku. Aku tidak bisa papa lukai, papa menodai istriku? Apa salahku pa.. katakan!!!!
Yoshimo: (Merintih kesakitan) karena kamu adalah anak selingkuhan! mamamu menjalin hubungan dengan keluarga Hiraya!
Mashito kaget, begitu juga Yamato. Yoshimo yang tersungkur pun tertawa lebar. Yenako semakin tidak mengerti misteri dibalik pamannya.
Yashimo tersenyum tipis lalu menutup matanya. Badannya terkulai lemas.
Yenako: paman.. paman.. (panik)
Yenako mengeluarkan ponselnya. Ponsel Yenako direbut oleh Yamato.
Yenako: berikan ponselku.
Yamato: siapa yang akan kamu hubungi?
Yenako: brengsek! Berikan! aku mau menghubungi siapa bukan urusanmu. Pamanku dalam bahaya.
Yamato: pamanmu pantas mati. Agar dia tutup mulut!
Mashito: (menatap Yamato) apa maksudmu?
Yamato: tenang ini bukan tentangmu. Tenang saja! Soal kamu ada hubungan dengan keluargaku aku akan selidiki. Hanya ada 2 lelaki kekuarga Hiraya, papaku dan kakekku. Jika kau bukan pamanku, kau pasti saudaraku bukan?
Mashito: sampah!! Aku tidak ingin terlibat urusan denganmu. (Tatapan kebencian)
Yamato: kamu menghina keluargaku sampah?? (Tatapan kebencian)
Mashito dan Yamato bersamaan menodongkan pistol kearah berlawanan. Mashito kerah Yamato, Yamato kearah Mashito.
__ADS_1
Mashito: gerakan yang cepat
Yamato: ini tanda kita sedarah?
Mashito: aku tidak mau menjadi saudarmu! Aku selama ini menjalin hubungan baik denganmu karena papaku. Sekarang papaku tiada! Aku tidak butuh kamu lagi.
Yamato: ho.. jangan senang dulu! Kamu sungguh merasa bagian dari keluaraga Kimoro? Hahahaha.. apa kamu tau
Kakek dan Nenek Kimoro meninggal seminggu yang lalau?
Yenako mendekat dan menampar Yamato. Yenako penuh dengan murka.
Yenako: jaga bicaramu tuan Hiraya!
Yamato: nyonya Lewi, apa kamu sudah mengunjungi kakek dan nenekmu?
Yenako: tidak mungkin.. mereka..
Yamato: apa ini ads hubungannya dengan kenyataan jika cucu tertua keluarha Kimoro adalah anak haram? Anak selingkuhan? Sehingga mereka terkena serangan jantung?
Mashito: diam!! (Membentak) jangan banyak bicara Yamato atau aku akan benar benar membuatmu masuk dalam neraka.
Yamato: yooo.. aku tembak saja aku, aku adalah satu satunya penerus keluarga Hiraya! Aku mati seluruh keluarga kimoro juga akan mati! Hahaha.. (tertawa lebar)
Terdengar suara sirine ambulance, ada beberapa polisi juga yang datang. Niken datang dan langsung memeluk Mashito. Mashito menurunkan pistolnya dan mengeratkan pelukannya kepada Niken.
Niken: apa kamu terluka?
Mashito: tidak, terimakasih
Niken: (melepas pelukan) maaf aku terlambat..
Polisi: kalian semua ikut kekantor polisi.
Yenako merebut kembali ponselnya dan meminta ijin polisi menghubungi keluarganya. Yenako sedikit menjauh dan menghubungi papanya.
Yenako: hallo papa..a
Yushiku: Sayang kamu dimana? Papa dan mama sudah kembali.
Yenako: pa nanti aku jelaskan. Tolong aku pa, aku akan pergi ke kantor polisi S.
Yushiku: apa?? Kantor polisi? Apa yang terjadi?
Yenako: papa nanti akan tahu. (Memutus panggilan)
Polisi membawa Yenako, Mashito, Yamato, Grisela dan Niken ke kantor polisi. Sedangkan mayat Yoshimo dibawa kerumah sakit. Sepanjang perjalanan mereka semua terdiam. Tidak ada yang bicara maupun saling menatap. Mereka larut dalam pikiran merek masing masing.
(Dalam hati Yenako)
Apa ini? Ini di luar dugaanku. Paman.. berapa bayak misteri dalam dirimu? Rahasia apa yang kamu sembunyikan? Benarkah Mashito bukan anakmu? Bukan anggota keluarga Kimoro? Aku harap paman hanya menggertak saja. Kakek, Nenek.. apa kalian sungguh tiada? Kalian bahkan belum bertemu Hans..
Air mata Yenako tanpa sadar menetes. Mashito juga menangis. Sedang Yamato menikmati pemandangan di hadapannya. Menatap kecantikan wajah Yenako. Tanpa Yenako sadari.
__ADS_1
[Selamat Membacaš]
(