
Jonathan, Yenako, Yohanes, Umeko, dan Jerryco sudah sampai di taman bermain. Mereka turun dari mobil. Disabut oleh Derenwin, Felicia, Viona dan Vionie. Juga Ricardo, Cherish, dan Becca.
Becca berlari mendekati Jerryco yang digendong Jonathan. Jerryco membuang muka dan memasang wajah masam.
Yenako: (menggendong Becca) sayang, paman Ryco sedang tidak ingin bermain. Bermain bersama nenek ya.
Ricardo: Becca, ayo dengan papi. Jangan merepotkan nenek. (Mendekati Becca)
Becca: ingin ikut nenek.
Yenako: tidak apa Ric. Ayo kita jalan masuk.
Mereka semua masuk ke dalam taman bermain. Anak anak terlihat sangat senang.
Umeko: wah.. papi aku mau bermain.
Jonathan: ya, pergi bersama kakak Hans.
Umeko: mana, kakak asik bermain dengan si kembar (kesal)
Jonathan: (melihat kearah Yohanes)Ayo kita bermain juga (tersenyum pada Umeko) Umeko, papi dan Ryco, juga mami dan Becca.
Umeko: asik.. (senang)
Mereka bermain di arena bermain (playland). Yohanes dan si kembar bermain komedi putar. Jonathan, Yenako, Derenwin, Felicia, Ricardo dan Cherish duduk berkumpul di sebuah kedai tidak jauh dari area playland. Mereka berbincang bersama.
Ricardo: bibi ku yang cantik, tidak ingin bekerja lagi? Ada lowongan dirumah sakit.
Yenako: benarkah? Aku ingin jika pamanmu mengijinkan.
Jonathan: berapa gaji yang akan kamu beri pada bibimu?
Ricardo: 20juta perbulan.
Jonathan: berapa jumlah dokter pria muda dan tampan yang ada di rumah sakit?
Ricardo: banyak, mereka baru berusia 25 sampai 30 tahun. Aku banyak merekrut dokter muda tampan dan berbakat (tersenyum)
Jonathan: nanti akan aku pikirkan.
Derenwin: ehem! Apa paman cemburu? (Menggoda)
Jonathan: kenapa harus cemburu, pamanmu punya pesona luar biasa.
Derenwin: ya ya ya.. pamanku yang terbaik dalam segala hal.
Felicia tiba tiba berdiri, menatap ke arah playland.
__ADS_1
Felicia: tunggu, dimana Umeko?
Yenako dan Jonathan langsung melihat arah playland. Yenako berlari menghampiri Jerryco.
Yenako: Ryco, mana kakak Meko?
Ryco: tidak tahu (menggeleng)
Becca: itu itu.. (menunjuk sebuah jalan dibelakang kedai mie)
Yenako: sayang jaga anak anak, aku akan cari Umeko.
Yenako melompat keluar pagar playland. Dengan cepat pergi menuju jalan yang ditunjukan Becca. Yenako terus mencari kekiri kekanan. Berharap menemukan putrinya.
#Umeko sedang bermain sendirian. Umeko melihat seorang anak laki laki yang di bawa oleh orang pria misterius. Pria itu menggedong anak laki laki itu dan terlihat mencurigakan. Anak kecil itu menangis memanggil "mama". Pria misterius itu memeluk anak kecil itu agar tidak dicurigai orang lain.
Umeko penasaran dan menyelinap keluar dari playland tanpa ada yang tau. Umeko mengikuti pria misterius itu. Umeko tidak sadar jika dia sudah terlalu jauh meninggalkan playland. Pria misterius membawa anak laki laki kecil ke gedung kosong jauh dari taman bermain. #
Umeko terus mengamati. Pria misterius itu menyumpal mulut anak kecil itu dan mengikat tanggannya ke depan. Mata Umeko melebar, si pria misterius keluar untuk mengangkat panggilan masuk, Umeko mengambil kesempatan untuk masuk. Umeko berlari menghampiri anak kecil yang bersimpuh dilantai, Umeko membuka sumpalan kain dimulut anak itu.
Umeko: ssstt.. jangan bersuara, aku akan melepaskanmu.
"Ya, terimaksih"
Umeko dengan cepat membuka tali meski sedikit kesulitan. Pada akhirnya tali terbuka. Umeko membantu anak itu berdiri, Umeko menggandeng tangan anak itu dan berjalan keluar. Saat di depan pintu pria misterius itu menghadang. Umeko dan anak itu terkejut.
"Hallo gadis kecil yang cantik, berani sekali kamu melepaskan buruanku"
Buuukkk!!
(Suara pukulan)
Tiba tiba si pria misterius tersungkur. Umeko terkejut, lalu tersenyum saat melihat Yenako berdiri di depannya.
Umeko: Mami..
Yenako: sayangku, akhirnya mami menemukanmu sayang. (Menciumi wajah Umeko lalu memeluk) ayo cepat pergi dari sini.
Yenako menggandeng Umeko dan si anak laki laki keluar dari gedung kosong. Sesampainya di depan gedung, sekelompok orang datang. Yenako terkejut, Yenako menggajak Umeko dan si anak laki laki berlari.
Doorr..
(Suara tembakan)
Peluru menembus betis kaki kiri Yenako. Yenako tersungkur.
Yenako: Meko, cepat pergi
__ADS_1
Umeko: tapi mami.. (menangis)
Yenako: cepat, tidak ada waktu lagi. Jangan hiraukan mami. Mmhhh.. (menahan rasa sakit)
Umeko dan si anak lelaki berlari cepat, walau berat hari Umeko pergi meninggalkan maminya. Umeko ingin cepat bertemu papinya.
Yenako berusaha berdiri, darah mengalir di betis kiri kaki Yenako. Yenako dikepung gerombolan orang itu.
Yenako: siapa kalian? Aku tidak ada urusan dengan kalian!
Pria yang pingsan di dalam gedung akhirnya sadar dan keluar.
"Dimana anak anak itu?"
"Anak anak itu kabur, namun ada seorang wanita cantik"
Pria misterius mendekati Yenako, menatap dengan tajam.
"Kamu yang memukulku?"
Yenako: ya, karena kamu ingin menyakiti anakku.
"Bawa paksa dia menemui bos"
"Baik"
Saat ingin ditangkap Yenako berusaha melawan, meski dengan kaki terluka. Yenako berhasil menjatuhkan lawannya. Dia mengambil pistol dari lawannya yang tersungkur dan menodongkan pistol ke arah pria misterius itu.
Yenako: suruh orangmu mundur, jika tidak aku akam menambak kepalamu.
Pria misterius mengerutkan dahinya, matanya melihat ke orang orangnya seakan memberi isyarat. Yenako melihat sekelilingnya.
(Dalam hati Yenako)
Sial, mereka tidak akan melepaskanku begitu saja. Ahh.. kakiku sakit sekali. Yenako melirik kebawah melihat kakinya, darah segar terus keluar dari betis kiri kakinya. Kulitnya yang putih mulus berlumuran darah.
"Kami sudah mundur, turunkan pistolmu"
Yenako: (tertawa sinis) kamu pikir aku bodoh? Jika aku turunkan kalian pasti langsung menyerangku. Aku tidak punya urusan dengan kalian. Jangan mencoba menggangguku. Atau kalian semua hanya akan tinggal nama.
"Sombong sekali, sudah terluka masih ingin melawan. Lihatlah baik baik, kami bukan orang sembarangan"
Seseorang muncul di belakang Yenako dengan gerakan perlahan, memukul tengkuk Yenako hingga pingsan dan tersungkur.
"Bawa wanita itu, dan balut lukanya. Pannggil dokter pribadi boss untuk datang ke mansion"
"Baik"
__ADS_1
Yenako di bawa pergi dan dimasukan ke dalam mobil. Mobil melesat jauh meninggalkan taman hiburan.
[Selamat Membacaš]