Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
70. Ini Buruk


__ADS_3

JEPANG


°•Yenako•°


Dari Inggris sampai tiba di Jepang, perasaanku tidak karuan. Aku selalu gelisah dan was was. Jantungku terus berdebar, sampai aku tidak fokus pada Hans. Untungnya Hans tidak rewel, putraku sangat pandai.


Aku dan Jonathan sudah sampai dirumah. Aku masuk dalam rumah. Seorang pelayan datang menyambut.


"Nona"


Yenako: mana papa dan mama?


"Mereka sedang keluar kota"


Yenako: mulai kapan?


"3 hari yang lalu. Kemungkinan hari ini kembali"


Yenako: baiklah, siapkan kamarku. Ganti alas kasurnya. Aku akaj tunggu di ruang tengah.


"Baik nona"


Aku berjalan ke ruang tengah, aku duduk di sofa dan bersandar. Jonathan duduk disampingku. Dia mengambil Hans dari gendoanganku.


Jonathan: ada apa denganmu sayang?


Yenako: tidak ada apa apa. Sayang aku boleh pergi sebentar?


Jonathan: kemana?


Yenako: kerumah temanku diujung jalan. Jaga Hans ya, aku akan segera kembali.


(Dalam hati Jonathan)


Yena, ada apa denganmu? Kamu bertingkah aneh sepanjang perjalanan. Aku menjadi gelisah dan cemas.


Aku mencium kilas pipi Jonathan dan pergi keluar rumah. Aku meminta kunci mobil kepada penjaga. Aku menerima kunci dan berlari menghampiri mobil. Aku masuk dalam mobil dan melesat pergi.


Sepanjang perjalanan aku berusaha tenang. Yenako sabar.. sabar.. sabar.. jangan emosi. Aku benar benar dibuat penasaran oleh paman Yoshimo. Satu satunya orang yang bisa membantuku hanya kak Mashito.


Lama perjalanan yang aku tempuh, akhirnya aku sampai di rumah Mashito. Aku turun dari mobil dan lansung masuk kedalam rumah Mashito. Aku disambut pelayan rumah Mashito.


"Selamat datang nona Kimoro"


Yenako: hallo.. kakakku ada?


"Tuan dan nyonya niken sedang keluar, silahkan menunggu didalam ruang tunggu"


Yenako: baiklah, aku akan menunggu sambil berkeliling.


Aku menyusuri setiap sudut rumah Mashito. Aku suka, gaya rumah kuno yang dibangun Mashito sungguh bagus dan memanjakan mata.

__ADS_1


"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Hiks.."


Eh, ada yang menangis? Siapa? Aku berusaha mencari sumber suara. Suara semakin dekat. Aku berjalan mendekati sebuah ruangan agak besar dengan pintu tertutup. Aku penasaran dan membuka pintu perlahan. Aku tidak melihat siapa siapa, aku terus mencari suara tangisan itu.


"Siapa itu.."


Suara wanita? Siapa.. aku menutup pintu dan berjalan mencari.


"Siapa"


Seseorang ada dibelakangku. Aku terdiam. Aku perlahan berbalik, aku menatap seseorang di belakangku, aku sangat kaget. Ini seperti mimpi.


Yenako: Grisela..


Grisela: siapa? Aku mengenalmu?


Yenako: kamu lupa? Ini aku Yenako, teman Greck..


Grisela: Kimoro? Yenako Kimoro?


Yenako: iya.. (memeluk) aku senang bertemu denganmu.


Grisela: (melepas pelukan) apa kamu menemui Greck? Bagaimana dia?


Yenako: dia baik baik saja. Kamu kepa bisa disini?


Grisela: aku menikah dengan Mashito.


Grisela: ya, aku yang menyuruhnya mencari wanita lain.


Yenako: apa kamu gila?


Astaga apa lagi ini, kakak sepupuku menikahi dua temanku? Apa ini nyata? Ini benar benar gila. Ada apa dengan Mashito? Apa dia tidak waras?


Tiba tiba pintu terbuka, Aku melihat Mashito berdiri didepan pintu. Dia menutup pintu dan mendkati Grisela.


Mashito: sayang, apa kamu terluka?


Grisela: minggir, jangan menyentuhku.


Yenako: apa ini kak? Kamu bisa jelaskan?


Grisela: Yenako sudah, jangan berdebat.


Yenako: aku ingin tahu apa alasan kakak seperti ini? Kakak menikahi dua temanku? Apa kakak sadar apa yang kakak lakukan?


Mashito: aku tidak bisa jelaskan ini Yena, ini terlalu rumit.


Yenako: terlalu rumit? Apa itu alasan masuk akal?


Grisela: Yenako sudah, jangan mendesaknya terus.

__ADS_1


Yenako: kamu mengurung Grisela? Kamu suami macam apa? Tega mengurung istrinya sendiri?


Mashito tetep diam tidak bisa bicara apa apa. Aku sangat kesal, bisa bisa nya menjadi pria Brengsek yang menikahi dua wanita.


Yenako: apa niken tahu kamu sudah punya istri?


Mashito: sudah, aku suda jujur padanya.


Yenako: kamu ini.... (kata kata terputus)


Grisela: sudah cukup (berteriak histeris) ini bukan salah Mashito Yena, ini bukan salahnya! Ini salahku aku tidak bisa melindungi diriku sendiri.


Yenako: apa maksdumu?


Grisela: ini semua salah Yoshimo.


Mashito: apa yang kamu katakan, papaku kenapa? (Mendekati Grisela)


Grisela: maaf Mashito alasanku mengbindarimu karena aku tidak mau kamu kecewa.


Mashito: maksudmu?


Grisela: papamu.. papamu.. dia memperkosaku Mashito. Dia sudah menodaiku dimalam pernikahan kita.


Mashito: apa?? Jadi inikah alasannya kamu bertingkah aneh padaku? Kamu ingin bercerai denganku? Terus menerus mendesakku menceraikanmu?


Grisela: maafkan aku.


Mashito memeluk Grisela erat. Mashito menangis, aku melihat Mashito memang tulus mencintai Grisela. Mashito melepas pelukan. Mashito memandang dalam mata Grisela.


Grisela: kamu tidak marah padaku?


Mashito meraba wajah Grisela lembut, Mashito tersenyum tampan, lalu mencium kilas kening Grisela.


Mashito: mana bisa aku marah padamu, bukan kamu yang salah. Ayo ceritakan padalu sejujurnya sekarang. Aku ingin tahu.


Grisela mulai bercerita.....


..


..


..


..


..


Mashito dan aku mendengar Grisela bercerita. Aku tidak percaya ini. Paman Yoshimo tega melakukan hal keji pada menantunya sendiri? Apa dia tidak tahu bagaimana hancurnya hati anaknya sekarang. Paman Yoshimo, masih pantaskah kamu disebut sebagai manusia??


[Selamat membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2