Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
47.Awal Perjuangan Mu


__ADS_3

Jerman


~Rumah Sakit~


Yena dan Jonathan sudah sampai di lobby rumah sakit. Ricardo menyambut mereka.


Ricardo: hallo, bangaimana keadaanmu Jona? Luka lukamu membaik. (Tersenyum)


Jonathan: aku jauh lebih baik, semua Yena sudah merawatku.


Ricardo: ayo, aku akan kenalkan pada dokter yang merawatmu.


Ricardo mendorong kursi roda Jonathan. Mereka menuju ruang pemeriksaan. Saat masuk ke dalam ruang pemeriksaan, Yena melihat ada temannya Greck.


Yena: Greck..


Greck: Yena.. Astaga kamu sungguh datang. Aku senang. (Tersenyum)


Ricardo: kalian saling mengenal?


Yena: ini dokter yang aku ceritakan.. dia tinggal dijepang dari kecil, dan bermain bersamaku sampai aku pindah ke Indonesia.


Greck: oo manisku.. aku merindukanmu..


Yena: Greck, senang melihatmu kembali..


Greck dan Yena saling berpelukan, melepas rindu.


Ricardo: eheeemm!! Pesaing cinta sepertinya (berbisik pada Jonathan)


Jonathan: jangan bicara omong kosong.


Yena melepas pelukan dan menarik Greck kepada Jonathan. Yena mengenalkan Greck pada Jonathan.


Yena: Greck, ini adalah suamiku, Jonathan.


Greck: senang berjumpa denganmu tuan, aku Greck teman masa kecil Yenako.


Jonathan: hallo, aku Jonathan Lewi.


Greck: Jadi mereka yang ingin kamu bawa padaku Ric??


Ricardo: iya.. aku dan Jonathan sudah berteman sejak kecil, jadi aku harus membantu temanku berjuan untuk sembuh. Tolong bantu aku.


Yena: Greck, tolong bantu aku ya..


Greck: tentu, aku pasti akan bantu. Seorang teman harus membantu teman yang kesulitan bukan??


Jonathan: terimakasih, maaf merepotkan.


Greck: jangan berterimakasih, kita akan melalui banyak proses nantinya. Ricardo sudah menjelaskan kondisimu, dan aku juga sudah membaca laporan medismu. Jika berjalan lancar 8 bulan kedepan kondisimu akan pulih total. Tapi proses ini sangat menyakitkan. Apa kamu sungguh sanggup??


Jonathan: aku harus sanggupi. Aku tidak ingin mengecewakan istriku dan temanmu yang telah berjuang sampai sejauh ini.


Greck: bagus, itulah jawaban yang ingin aku dengar.


Yena: Greck, apa sungguh akan menyakitkan?


Greck: tentu yana. Akan ada beberapa proses yang harus dijalani. Aku yakin suamimu adalah orang yang tangguh dan bisa melewati proses yang sulit ini.


Ricardo: tentu, temanku adalah orang yang pantang menyerah.

__ADS_1


Yena: (membungkuk dan meraba wajah Jonathan) sayang, kamu sungguh yakin?


Jonathan: iya sayang, kamu jangan cemas. Oke??


Yena: semangat!! (Tersenyum cantik)


Jonathan: Ric, (menatap Ricardo) tolong bawa Yena periksa kandungannya.


Greck: Yena, kamu hamil?


Yena: (tersenyum) iyaa..


Ricardo: kenapa tidak bilang? Aku tidak tau jika kamu hamil Yena. Maaf merepotkanmu dan membuatmu kesulitan.


Yena: tidak apa Ric. Jangan menyalahkan dirimu sendiri.


Ric: Greck, aku serahkan Jonathan padamu. Aku akan antar Yena periksa kandungan.


Greck: oke, kalian selesaikan pemeriksaan dulu.


Yena memeluk Jonathan erat, Jonathan menepuk lembut punggung Yena.


Jonathan: sayang, jaga dirimu dan anak kita. Aku mencintaimu.


Yena: kamu juga, jika lelah beristirahatlah. Aku mencintaimu. (Melepas pelukan)


Yena mencium kilas kening Jonathan. Dan meraba lembut wajah Jonathan. Jonathan mengembangkan senyum tampannya.


Yena: Greck tolong jangan terlalu keras pada suamiku.


Greck: kamu tenang saja Yena. Kamu pergila periksa kandunganmu.


Jonathan: bye sayang..


Yena dan Ricardo pergi meninggalkan Jonathan dan Greck di ruang perawatan.


°• Yenako•°


Akku menjalani beberapa pmeriksaan. Ricardo dengan senang hati menemani pemeriksaanku.


Dokter: anda suaminya?


Ricardo: buka dok, saya temannya. Saya hanya pendamping.


Dokter: suaminya kemana?


Ricardo: sedang menjalani perawatan. Sedang tidak sehat.


Dokter: ahh maaf nyonya, semoga lekas sembuh untuk suami anda.


Yena: teriamakasih dokter. Apa ada masalah dengan kandungan saya?


Dokter: tidak, kandungan anda sangat baik. Mohon untuk menjaga diri, karena fisik anda lemah nyonya.


Yena: baiklah Dok, terimkasih.


Dokter: ini adalah resep yang saya buat, mohon untuk diminum tepat waktu dan makan dengan teratur. Jangan terlalu berfikir keras dan bekerja berat.


Yena: baik saya mengerti, terimakasih.


Ricardo: terimaksih dokter, kami permisi.

__ADS_1


Aku dan Ricardo keluar ruang pemeriksaan. Ricardo menatapku.


Ricardo: kamu memikirkan Jona? Ayolah, dia pria yang kuat, proses sesulit apapun pasti bisa dilalui.


Yena: semoga saja. Terimakasih sudah menemaniku Ric.


Ricardo: sama sama, selamat ya.. maaf aku terlambat memberi selamat atas kehamilanmu. (tersenyum)


Yena: tidak apa Ric. Terimakasih ya.. (Tersenyum)


Kami kembali ke ruang pemeriksaan Jonathan. Saat aku dan Ricardo berjalan bersama tiba tiba Ricardo menghentikan langkahnya. Aku heran melihat Ricardo melebarkan matanya. Matanya seakan melihat sesuatu yang mengejutkan, aku mengikuti arah pandangan Ricardo.


Aku melihat seorang pria, pria itu melewati kami. Aku mencium aroma mint. Ricardo seakan membatu. Diam tanpa bicara atau bergerak.


Yena: Ric, ada apa?


Ricardo: Tidak Yena, hanya aku sedikit lelah. Mungkin kurang tidur.


Yena: kamu begitu kaget melihat pria tadi, kamu mengenalnya?


Ricardo: tidak.. tidak! Aku tidak kenal! Sudah, ayo kembali ke ruangan Jonathan.


Yena: ya.. baiklah!


Aku merasa ada yang aneh,tapi ya sudah lah! Aku tidak ingin mencampuri urusan Ricardo. Kami kembali berjalan ke tempat Jonathan di rawat.


(Dalam hati Ricardo)


Apa aku tidak salah melihat? Dia benar benar ada disini? Apa yang dia lakukan? Aku tidak bisa membiarkan Jonathan dalam bahaya. Satu masalah belum teratasi. Akan berbahaya jika timbul masalah baru.


Kami Sudah sampai di ruang perawatan. Aku dan Ricardo masuk ke dalam ruangan.


Greck: kalian sudah kembali?


Yena: ya, bagaimana? Apa yang terjadi?


Ricardo: apa ada sesuatu?


Greck: tidak ada sesuatau yang perku di cemaskan. Aku akan menyembuhkannya. Kita tunggu sampai luka lukanya mengering, aku akan berikan latihan dan terapi terapi kecil.


Yena: syulurlah aku lega mendengarnya. (Yena mendekati Jonathan) kamu dengar kan, kamu akan sembuh! (Tersenyum)


Jonathan: bagaimana pemeriksaanmu?


Yena: anak kita baik baik saja, tidak perlu cemas.


Greck: perawat sudah siapkan kamar, Jonathan bisa beristirahat.


Ricardo: oke, kami pergi dulu Greck.


Ricardo mendorong kursi roda Jonathan kekuar ruangan.


Yena: Greck, terimakasih ya.. aku berhutang padamu.


Greck: tidak Yena, ini memang tugas ku sebagai dokter. Bukankah kamu juga melakukan hal yang sama??


Yena: kamu benar, baiklah, aku pergi dulu ya..


Aku meninggalkan Greck sendiri di ruang perawaran. Aku berjalaj perlahan mengikuti Ricardo dan Jonathan. Ini adalah proses awal kesembuhanmu. Paman, berjuang lah!!


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2