
Yenako dan Jonathan sudah sampai di tujuan mereka. Mereka turun dari mobil dan masuk dalam restorant.
Yena: paman, aku lihat ke luar dulu. Nanti aku kembali.
Jona: oke, hati hati.
Yena: oke, bye sayang.. (mencium kilas pipi Jonathan)
Yena pergi lewat pintu belakang yang langsung tembus ke pantai. Sedang Jona duduk dan menunggu Brian datang. Jona memesan segelas lemon tea pada pelayan.
Brian datang menghampiri Jonathan.
Brian: maaf tuan, saya terlambat.
Jona: tidak apa, ada berita apa?
Brian : (menyerahkan berkas dokumen kepada Jonathan) lebih baik anda baca sendiri. Saya sudah selidiki dengan detail.
Jonathan menerima dan membuka perlahan. Jonathan membaca secara cermat. Dahinya mulai berkerut.
Jonathan: apa ini? Apa Deren sudah tidak waras?
Brian: kemungkinan besar Tuan muda tidak tahu soal ini tuan.
Jonathan: sungguh bocah itu, benar benar pembuat masalah! (Kesal)
Brian: apa yang harus kita lakukan tuan?
Jonathan: saham itu pasti dijual kembali oleh Alexander. Kita akan beli, jika pasar saham dibuka.
Brian: baik, saya mengerti. Ada informasi lagi tuan. Saya dengar Mereka mengadakan pertemuan di Bali.
Jonathan: (melebarkan mata) ini tidak bisa dibiarkan Brian, Deren sudah salah melangkah!
Brian: saya terus memantau tuan, keadaan ini berdampak pada perusahaan Lewi juga.
Jonathan: tentu, papa menginvestasi 15% saham Lewi ke perusahaan Luiso. Jika Luiso hancur, itu akan berdampak pada perusahaan Lewi. Harga saham Lewi pasti akan anjlok. Dan papa pasti marah.
__ADS_1
Brian: lalu, apa yang harus kita lakukan. Anda tidak akan biarkan perusahaan Lewi dalam masalah kan?
Jonathan: pantaulah pasar saham hari ini, jika memang ada penjualan kamu beli. Jika hal ini tidak teratasi aku akan bicara pada kakak iparku Darwin. Kemungkinan dia juga tidak tau jika anaknya berulah.
Brian : baik tuan saya mengerti. (Brian menatap kearah meja belakang Jonathan dan kaget) tuan..
Jonathan: ada apa?
Brian: anda jangan berbalik. Saya akan kirim pesan pada anda. (Mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Jonathan)
Ponsel Jonathan berdering.
Brian
"Ada tuan muda dan Alexander di belakang anda. Berjarak 3 meja"
Jonathan menatap Brian dan mengangguk. Jonathan mengirim pesan pada Yena.
"Sayang, dimana? Jangan kembali dulu. Aku ada perlu dengan Brian. Aku akan datang ke tempatmu"
(Kirim)
~~
My Love❤
~~
"Hati hati, jangan sampai terluka. I love you😘"
(Kirim)
~~
My Love❤
" kamu juga, love you too muaachh"
__ADS_1
~~
Jonathan menatap Brian, Brian menggeleng. Menandakan mereka masih berbincang. Jonathan dan Brian menunggu.
Jonathan mengirim pesan pada Brian.
"Jika mereka sudah selesai dan pergi, kamu juga langsung pergi. Suruh bawahanmu mengikuti Alexander"
(Kirim)
~~
Brian
"Baik tuan"
~~
"Hati hati Brian, keluarga Alexander adalah salah satu mafia besar eropa"
(Kirim)
~~
Brian
"Saya tau tuan, terimakasih perhatian anda. Anda juga sebaiknya berhati hati"
~~
(Dalam hati Jonathan)
Kenapa kamu begitu bodoh Deren! Apa kamu tau siapa Alexander? Bahkan kakekmu harus kehilangan dua putri nya karena berurusan dengan keluarga Alexander. Kenapa kamu harus mengulang kesalahan yang sama? Tidakkah kamu pikirkan papa dan mamamu? Tidakkah kamu takut perusahaan papamu akan hancur dan kamu akan kehilangan segalanya? Kamu benar benar ceroboh!
(Jonathan terus meracau dalam hatinya.)
Ini sama saja membuka luka lama keluarga Lewi. Jonathan berusaha tenang dan perfikir jernih. Jonathan tidak mengerti dari mana Deren mengenal Keluarga Alexander. Yang jelas Jonathan akan melindungi keluarganya.
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]