
3 Jam menunggu, akhirnya Dokter keluar. Johan melihat Ricardo lah dokter yang memeriksa Jonathan.
Johan: bagaimana keadaan Jona?
Ricardo: maaf paman, Jona cidera parah. Kedua kakinya kemungkinan akan lumpuh. Aku akan berusahan dengan baik paman.
Jenifer: apa? Lumpuh? Tidak bisa berjalan lagi? (Gemetaran)
Ricardo: nanti akan ada pemeriksaan ulang.
Johan: lakukan yang terbaik Ricard. Tolong bantu Jonathan.
Ricardo: baik paman, aku akan berusaha. Jonathan akan dipindah ke ruang ICU untuk pemeriksaan lanjutan. Dan akan di pindahkan ke ruang rawat. Permisi, ada beberapa hal yang diperlukan untuk disiapkan.
Ricardo pergi, Johan terlihat sangat terpukul. Johan kembali duduk dan terdiam. Semua diam, tidak ada yang bersuara. Semua terkejut dengan perkataan dokter. Darwin mengirim pesan pada Jesica. Memberitahu kabar Jonathan.
~~
Jesica membaca pesan dan menangis. Deren melihat mamanya menangis menjadi bingung.
Deren: ma, ada apa??
Jesica terdiam tidak menjawab. Deren mengambil ponsel di tangan mamanya dan membaca pesan. Matanya melebar, air matanya keluar dan menetes
Deren: paman.. (lirih)
Jesica menangis tersedu memeluk Deren. Deren mengertakan pelukannya.
Deren: maaf ma.. semua salahku. Aku menyesal. (Sedih)
Jesica: penyesalanmu tidak bisa menolong pamanmu Deren. Kenapa kamu harus begitu egois? Mama sudah katakan. Paman sangat peduli dan sayang padamu. Kamu selalu melukai hati pamanmu.
Deren: aku mnyesal ma.. maaf.. aku menyesal (meremas tangannya sendiri)
Jesica: (melepas pelukan, menyeka air mata Deren) berubahlah, jadilah anak baik. Jangan seperti ini lagi.
Deren: iya ma, aku mengerti (menunduk)
__ADS_1
Jesica: jangan beritahu hal ini pada Yena.
Deren: kenapa? Yena.. (Jesica menatap dingin) maksudku bibi kan istri paman, kenapa tidak boleh tau?
Jesica: bibi mu sedang mengandung. Hari ini sudah beberapa kali pingsan menunggu kabar tentang pamanmu.
Deren tercengang mwndengar perkataan Jesica. Deren merasa sangat bersalah dan menyesal.
(Dalam hati Deren)
Bagaimana ini? Yena hamil dan aku membuat suaminya lumpuh? Dia pasti akan sangat membenciku. Mungkin juga akan membunuhku. Bodoh.. bodoh.. bodoh!! Kamu sangat bodoh Deren, dimana akalmu? Ini semua salahmu, semua karena ke egoisan dan ke cerobohanmu. Pamanmu selalu melindungimu dari ancaman, kamu justru membawanya dalam penderitaan. Maafkan aku paman, maafkan aku. Aku sangat menyesal.
♡♡♡♡♡
°•Yenako•°
Aku perlahan membuka mataku. Aku melihat Cherish tersenyum cantik padaku.
Cherish: bibi, syukurlah bibi sudah bangun. Aku sangat khawatir.
Cherish: entahlah, aku tidak bisa hubungi mama atau papa.
Yena: apa yang terjadi?
Cherish : mereka semua pergi. Aku tidak tau kemana.
Yena: semua?
Cherish: ya, kakek, papa, mama, bibi Jesi, paman Darwin. Mereka semua pergi.
Aku menjadi gelisah. Pergi kemana mereka? Ada yang tidak beres. Mereka menyembunyikan sesuatu dariku. Aku bangun perlahan dibantu Cherish.
Cherish: bibi perlu sesuatu? Makan, minum? Hati hati bibi, jaga calon adik sepupu ku dengan baik.
Yena: kamu sangat pengertian Cherish.
Aku hampir lupa, aku sekarang mengandung. Tidak boleh sembarangan lagi. Tiba tiba air mataku menetes, aku merindukan Jonathan, sangat rindu. Ingin memeluknya. Cherish memelukku erat.
__ADS_1
Cherish: bibi merindukan paman?
Yena: iya, bibi rindu.
Cherish: apa bibi tau? Paman sebenarnya orang seperti apa?
Yena: hmmm.. tentu, pamanmu baik dan penyayang dan juga perhatian.
Cherish: Bagi paman, kebahagiannya bukanlah hal utama. Yang utama adalah kebahagiaan keluarganya. Paman sangat peduli pada keluarga bi, paman sangat mencintai dan menyayangi keluaraganya. Paman memilih melajang untuk mngerjar impiannya. Merintis bisnisnya dari nol hingga sekarang. Dari cerita mama, dulu paman sering bekerja paruh waktu demi kebutuhan hidupnya. Paman menolak uang pemberian kakek dan sudah hidup terpisah usai lulus SMA.
Kini aku tau pasti, seperti apa Jonathan. Aku sangat beruntung, memiliki suami seperti Jonathan. Hmmm.. paman ku sayang. Aku mencintaimu♡.
Ponsel Cherish berdering..
Cherish: Hallo ma..
Jenifer: kamu dimana? Bagaimana bibimu?
Cherish: bibi sudah bangun, sedang berbincang denganku. (Cherish mendengar suara Jesica berteriak " Jona")
Jenifer: ah baik, mama masih ada urusan, jaga bibimu. (Memutus panggilan)
(Dalam hati Cherish)
Aneh kenapa bibi Jesi teriak? Jona? Pamana kah? Ada apa? Apa ada sesuatu??
Aku menatap Cherish heran. Kenapa diam dan melamun?
Yena: Cherish?? Mama mu bilang sesuatu?
Cherish: ahh.. mama sedang ada urusan bibi. Tapi aku mendengar suara bibi Jesi berteriak "Jona" maksudnya apa aku juga tidak mengerti. Cherish terdiam, tak lama menatapku.
Cherish: jangan jangan..
Aku langsung berfikiran buruk. Kak Jesi berteriak "Jona" Jonathan pasti dalam masalah. Aku harus cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku merasa ini semua ada kaitanya dengan kepersian keluarga lainnya.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1