
°•Yena•°
Waktu berjalan begitu cepat. Tidak terasa besok harus kembali ke Inggris. Aku senang sekali. Aku sudah mengunjungi om made. Ada nenek dan kakek juga, kami tidak perlu jauh jauh ke Jakarta. Kami sempat menginap sehari di tempat om made. Aku sangat bahagia. Meski keinginanku ke Bangka belum terpenuhi. Masih ada lain waktu.
Hari hari ku sungguh terasa manis. Paman dan aku, ya kami saling memuaskan tentunya. Paman tidak pernah memaksaku jika aku tidak mood, tetapi selalu mengandalkan rayuan dan sikapnya yang menggoda. Aku pun tidak bisa mengendalikan diri lagi. Paman sungguh pandai mengambil hati. Sampai aku tidak bisa menolaknya.
Aku berdiri di teras kamar. Paman memelukku erat dari belakang.
Jonathan: kamu bahagia bersamku Yena?
Yena: aku sangat bahagia.
Aku melepaskan tangan paman dan berbalik. Aku menatap mata paman, meraba wajah tampannya. Aku mencium lembut kilas bibir paman.
Yena: aku mencintaimu, Jona... (tersenyum)
Paman terseyum tampan, paman mencium bibirku berulang ulang.
Cup..
Cup..
Cup..
Cup..
..
..
__ADS_1
..
Sampai akhirnya ******* bibirku lembut. Aku meraih tengkuknya dan membalas lumatan paman.
Umh..
Paman mengeluarkan jurus andalannya. Aku langsung melepas ciuman dan berlari masuk ke dalam kamar.
Aku akan melarikan diri sebelum diserang singa. Aku berjalan perlahan ke arah pintu. Paman menghentikanku. Paman menggendongku ke ranjang.
Yena: paman, paman tidak lapar? Ayo kita makan.
Jonathan: aku akan memakanmu dulu sayang.
Yena: paman.. aku.. (kata kata terhenti)
Yena: paman, sejak kapan paman mahir bercinta seperti ini?
Jonathan: bagaimana tidak mahir? Kita melakukannya setiap hari sayang.. sudah, jangan hentikan aku. Aku sangat menginginkannya sekarang. Kamu nikmati saja permainanku.
Peman menciumi leherku. Sunngguh paman ini membuatku geli. Dengan cepat bajuku dan baju paman sudah berjatuhan di mana mana. Paman menyusuri tiap bagian kulitku. Paman memandangku dengan penuh gairah.
Paman mencium bibirku lagi. Hmmm.. aku hanya bisa menutup mataku, tangan nakal paman meraba dengan asal tiap bagian tubuhku. Paman meremasnya, emhhh.. paman sangat mesum!!
Paman banyak meninggalkan bekas ciuman. Paman berkata jika tanda ini punya arti, yaitu: "Yena milik Jona" hahaha.. paman ini sangat bisa membuat hatiku meleleh.
Paman melakukan gerakan ringan. Aku hanya bisa mendesah.
Aaahhh..... paaamaan.... aaahh..
__ADS_1
Aku mencengkaram bahu paman kuat.
Aku mencakar paman, saat Paman mempercepat gerakannya, sepertinya paman sudah tidak tahan. Tak lama paman memelukku erat. Ahhhhhhhhh... Aku mendengar desahannya. Suara paman sangat sexy.
Paman melepas pelukan dan menciumi wajahku kilas. Aku mengusap keringat di kening paman. Aku mencium bibir paman kilas. Senyumku mengembang saat paman tersenyum padaku.
Paman memelukku lagi.
Jonathan: aku mencintaimu sayang.
Aku mengeratkan pelukan dan memendamkan wajahku pada dada bidang paman. Aku melihat bekas ciumanku. Bekas bekas ini terlihat manis. Aku merenggangkan pelukan dan menyentuh bekas ciumanku yang aku tinggalkan pada tubuh paman.
Jonathan: kamu sangat nakal sayang. Kamu harus bertanggung jawab padaku.
Yena: bekasku tidak buruk. Ini adalah tanda, "Jonathan milik Yenako" tidak akan ada waita yang mendekat jika aku membuat tanda seperti ini.
Jonathan: kalaupun ada, aku juga tidak ingin. Hanya kamu satu satunya wanitaku. Wanita pertama dan terakhir dalam hidupku.
Yena: so sweet❤, paman kata katamu sungguh manis. Kamu membuatku jatuh cinta lagi lagi lagi dan lagi. Aku selalu jatuh padamu setiap saat.
Jonathan: buka Jonathan namanya jika tidak bisa membuat wanitanya jatuh cinta.
Yena: sayangku, gendong aku ke kamar mandi. (Manja)
Jonathan: kamu menjadi liar sayang. Aku suka caramu merayuku.
Paman perlahan menggendongku. Paman turun dari ranjang dan berjalan perlahan ke arah kamar mandi. Kami masuk dalam kamar mandi, dan mandi bersama. Aku dan paman sering mandi bersama. Aku suka, paman selalu lembut saat menggosok punggungku. Tapi liar saat meminta imblan. Aku kadang juga kesal. Manis di awal kasar di akhir.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1