Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
84.Balas Dendam


__ADS_3

Perhatian!!!


Khusus usia 21+ ya..


Untuk usia dibawah 21, mohon di skip saja..


Bijaksanalah dalam menanggapi isi cerita..


Terimakasih😉..


°•Yenako•°


Hah.. akhirnya sampai dirumah, lelah sekali. Aku berjalan keranjang setelah dari kamar mandi mencuci muka. Aku naik ke ranjang dan tidur dipangkuan Jonathan. Jonathan asik membaca buku. Aku menyingkap perlahan piama bagian bawahnya dan mencium perutnya, aku membuat bekas ciuman disana. Saat aku melihat ke atas Jonathan melihatku dengan tatapan mata yang tajam.


Jonathan: sayang..


Yenako: apa? Sudah baca lagi bukumu. Jangan ganggu aku.


Jonathan: jangan memancingku. Aku tidak akan mengampunimu nanti.


Aku tidak peduli Jonathan mengoceh. Aku membuka kancing piama bawah dan aku membuat bekas ciuman lagi. Terus aku lakukan sampai atas, sampai ke dadanya dan lehernya, aku merangkak naik dan menyingkirkan buku yang ada ditangan Jonathan. Aku tersenyum puas dan cup.. bibir sexy Jonathan mendarat di bibirku.


Mmm.. Jonathan memelukku erat dan menggigit lembut bibir bawahku. Aku tidak mau kalah. Aku melepas ciumannya dan menyingkirkan tangannya. Aku menanggalkan piama Jonathan. Aku menciumi lehernya. Aku mengusap tengkuk dan menjalar ke dadanya.


(Dalam hati Jonathan)


Yenako.. kamu ini sungguh nakal sekarang. Hmmm.. membuatku tidak bisa menahan diri. Darahku sudah mendidih sekarang. Jangan salahkan aku menerkammu.


Jonathan: sayang.. kamu sungguh membuatku gila.


Yenako: diam, aku akan balas dendam padamu. Aku akan buat tanda cinta di seluruh tubuhmu.


Aku membuat bekas ciuman di bahu leher punggung, dan lengan Jonathan. Aku sangat puas, hahaha.. aku tertawa senang. Akhirnya pembalasanku tercapai juga. Jonathan tersenyum padaku dia mendekat dan menggigit lembut telingaku. Jonathan menciumi leherku. Hiiii.. ini menggelikan. Tangannya meremas dadaku. Tangannya dengan cepat menanggalkan gaun tidurku. Dia pun menanggalkan semua yang tersisa di tubuhnya.


Jonathan menindihku dan menciumi tubuhku. Tangannya menjalar kemana mana. Jonathan menatapku dan mencium bibirku. Umh.. lidahnya menjalar mengerjar lidahku. Lidahnya melilit lidahku. Hmmm.. dia menggigit lembut bibirku dengan gemas. Jonathan melepas ciumannya, dia tersenyum dan menempelkan dahinya ke dahiku.


Jonathan: aku mencintaimu sayang.


Yenako: aku juga mencintaimu.


Cup..


Cup..


Cup..

__ADS_1


Jonathan berkali kali mengecup bibirku. Aku meraba lembut wajahnya. Wajah tampan yang semakin hari semakin tampan meski dimakan usia.


Jonathan: apa yang kamu pikirkan?


Yenako: memikirkanmu..


Aku manatap dua matanya, aku memeluknya erat. Jonathan mengusap kepalaku dan menciumi bahuku.


Jonathan: memikirkan apa sampai seperti ini?


Yenako: paman tampan, aku mencintaimu.


Jonathan mengeratkan dekapannya, tangannya menjalar menyusuri punggung dan pinggangku.


Jonathan: i love you too (berbisik lembut)


Aku melepaskan pelukan, Jonathan meraba lembut wajahku dia menciumi hidung dan daguku, dia mengigit lembut daguku. Tangannya mengusap bahuku turun ke dadaku. Turun ke perut dan kepahaku. Tangannya mengusap lembut pahaku.


Uhh.. aku mencengkram bahu Jonathan. Tangan Jonathan mengusap lembut bahuku, dia bergerak lembut. Perlahan tapi pasti sedikit mempercepat gerakan. Aaaahhh... eemmmmhh.. Jonathan kembali melahap bibirku. Mmmmmhh.. mmmmmhhh.. umhhh.. Jonathan melumat bibirku sedikit kasar. Dia mempercepat gerakannya. Aku meremas bahu Jonathan.


Jonathan terus melumat bibirku, dia semakin rakus. Tangannya tidak mau kalah terus meremas dadaku dan mengusap pahaku. Jonathan bergerak cepat dan melepas ciuamannya.


Aku menahan suaraku dengan menggigit bibir bawahku. Hhhmmm.. ummmhh.. mmmmhhhhh... aku mencengkaram kuar lengan Jonathan karena aku sudah tidak tahan lagi. Hah... nafasku naik turun. Jonathan mencium daguku dan turun ke leher. Jonathan terus menyerang dan akhirnya pertempuran kami berakhir. Hmmm.. Jonathan ambruk disampingku, nafasnya naik turun. Jonathan menatapku dan tersenyum, dia memelukku.


Karena lelah mataku menjadi berat, ditambah setelah perang. Aku memeluk Jonathan dan memejamkan mata, aku tertidur.


Hah.. lelahnya.. faktor usia aku sudah tidak kuat lagi untuk bertanding. Haha.. aku harap benih cinta kami tumbuh. Aku menginginkan banyak anak. Sepertiku yang memiliki banyak saudara. Aku menarik selimut dan mendekap Yenako. Aku melihatnya tertidur pulas. Aku mencium keningnya kilas.


Aku merapikan rambutnya ke belakang telinga, aku maraba lembut wajahnya. Wajah cantik ini selalu membuatku terpesona setiap saat. Kamu selalu membuatku jatuh cinta sayang. Aku mencintaimu selamanya. Jangan pernah pergi meninggalkanku. Oke? Tidurlah dan mimpi indah. Aku akan memelukmu dan menjagamu. Mataku terasa berat, aku menutup mataku perlahan dan terlelap tidur.


Keesokan Harinya...


Hmmmm.. aku bangun dan merenggangkan tanganku. Aku melihat Yenako sudah menghilang entah kemana. Aku turun dari ranjang dan langsung berjalan kekamar mandi.


Aku keluar dari kamar mandi, aku mengeringkan rambutku. Aku melihat Yenako sibuk mengganti seprei. Aku berjalan mendekat dan memeluknya dari belakang, dan mencium kilas tengkuknya.


Jonathan: i love you honey..


Yenako: me too.. berhentilah menggoda, aku sibuk.


Jonathan: aku akan bantu (melepas pelukan dan mencium kilas pipi Yenako)


Yenako manatapku tajam. Aku tersenyum dan mengedipkan satu mataku.


Yenako: ganti baju dan pergi sarapan. Aku akan selesaikan ini sendiri.

__ADS_1


Jonathan: tidak, aku akan membantumu.


Aku berjalan ke sisi lain ranjang dan membantu merapikan seprei. Menyusun bantal dan badcover. Aku berjalan mendekati Yenako, Aku menyeka keringat di dahi Yenako dengan tanganku. Lalu mencium kilas keningnya. Yenako memelukku erat.


Yenako: terimakasih sayang.


Jonathan: sama sama sayang. Aku akan ganti baju, kamu tinggalkan pakaian kotor disini, nanti aku yang akan bawa ke belakang.


Yenako: oke, aku keluar dulu menyuapi Hans. (Tersenyum)


Yenako keluar dari kamar. Aku cepat berganti pakaian dan memungut pakaian kotor yang menggunung. Aku keluar kamar dam berjalan ke belakang. Aku masukan dalam kerenjang kotor. Aku mencuci tanganku dan berjalan ke meja makan. Aku melihat pangeranku dan menciumnya.


Jonathan: selamat pagi pangeran kecil


" papapa papa papapa mmmm mmmmmhh mmmmmmm mamamama mama mmmm"


Jonathan: hmm banyak bicara sekarang ya, semakin cerewet seperti mami.


Yenako: duduklah dan makan sarapanmu.


Aku menarik kursi dan duduk disamping Yenako. Aku mulai makan roti isi yang ada dimeja dihadapanku. Aku menyodorkan roti isi ku pada mulut Yenako. Aku lihat dia sibuk menyuapi Hans, pastinya belum sarapan. Yenako menatapku dan tersenyum lalu menggigit ujung roti isiku, Yenako memegang pipiku dan mengusap lembut.


Yenako: aku susah makan sayang. Terimakasih ya, kamu sangat peduli padaku. Aku mencintaimu..


Jonathan: aku kira belum makan. Sama sama, aku tidak ingin kamu sakit sayang. Kamu harus tetap sehat untuk merawat Hans dan merawatku juga. (Tersenyum)


Yenako: iya.. aku akan jaga diriku. Makanlah rotimu. Aku akan suapi Hans dulu.


Jonathan: oke sayang..


Aku makan perlahan roti isiku. Aku sungguh terharu melihat istriku yang sangat mencintai suami dan anaknya. Sesekali Yenako melihat ke arahku dengan senyum cantiknya. Saat melihat senyumnya jantungku selalu berdetak ,


Deg..


Deg..


Deg..


Terimakasih sayang, aku sangat bahagia..


Aku tidak akan pernah bosan mengatakan ini padamu..


-AKU MENCINTAIMU ❤..-


Selalu dan selamanya.....

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2