Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
99.Hidup Bersama, Mati Bersama (TAMAT)


__ADS_3

Tak..


Tak..


Tak..


(Suara langkah kaki)


Yenako hanya bisa menutup mata, Yenako masih dalam gendongan Mattew.


Tiba tiba langkah Mattew terhenti, seketika Yenako membuka mata. Yenako melihat kearah Mattew lalu kearah pintu utama. Yenako terkejut, matanya melebar. Yenako melihat Jonathan sudah ada di depan pintu.


Mattew: Wow.. ada tamu VIP datang ke mansion ku.


Jonathan: berikan istriku.


Mattew: apa yang kamu punya?


Jonathan: apa yang kamu inginkan??


Mattew: nyawamu. (Serius)


Jonathan: ambil nyawaku, lepaskan istriku.


Yenako: tidak! Bawa saja aku, bukankah kamu ingin aku, jangan lukai suamiku.


Mattew: (menuruni tangga perlahan) cinta kalian begitu besar. (Mendudukkan Yenako di sofa) jadi diantara kalian siapa yang melindungi siapa?


Jonathan: apa maumu Mattew? Aku tidak pernah menganggumu selama ini.


Mattew: tidak menganggu? Papaku bunuh diri karenamu Jonathan.


Jonathan: karenaku? Apa salahku?


Mattew: dua hal kesalahanmu.


Pertama, kamu mengira papaku dalang di balik hilangnya dua kakakmu. Yang sebenarnya menculik adalah kakekku.


Kedua, kamu merebut semua tender bisnis papaku sehingga papaku frustasi dan bunuh diri. Kamu mau menyangkal apa lagi?


Jonathan: tidak mungkin.. (terdiam)


Yenako: tapi caramu salah. Membalas dendam dengan menyakiti kami.


Mattew: diam cantik! Atau aku akan melakukannya di depan suamimu. Kamu ingin suamimu melihat kita bercinta?


Yenako: tutup mulutmu. (Berdiri)


Yenako berlari ke arah Jonathan dan memeluk Jonathan. Jonathan mengeratkan pelukannya.


Jonathan: apa kamu baik baik saja?


Yenako: maafkan aku, aku membuatmu dalam masalah (menangis) aku seharusnya tidak mengirim surat itu.

__ADS_1


Jonathan: (melepas pelukan, menyeka air mata) jangan menangis sayang. Memang sudah saatnya aku mengakhiri ini.


Jonathan menatap Mattew,


Jonathan: apa yang kamu inginkan?


Mattew: apa yang aku minta tidak akan aku ulangi. Kamu sudah tau, nyawa di bayar nyawa.


Jonathan: kalau begitu, lakukan! Bunuh aku. Jangan libatkan Yenako, akulah yang bertanggung jawab untuk semua kejadian yang menimpa papamu.


Mattew: aku tidak ingin mengotori tanganku lagi. Hari ini sudah cukup banyak orang yang aku bunuh. Tembaklah dirimu sendiri.


Jonathan: berikan pistolmu


Mattew: jangan mencoba membodohiku. Jika kamu berani macam macam. Lihat apa yang terjadi pada istrimu.


Beberapa orang datang dan berdiri di belakang Yenako dan Jonathan. Mereka menodongkan pistol kearah Yenako.


Jonathan: (melihat seorang bawahan Mattew) berikan pistolmu.


Sesorang itu manatap Mattew, Mattew mengangguk. Pistol diberikan kepada Jonathan. Jonathan menerima pistol itu. Tangannya gemetar, Yenako memegang erat tangan Jonathan. Jonathan menatap Yenako. Yenako tersenyum dan memeluk erat Jonathan.


Yenako: (berbisik lembut) aku percaya padamu. Kamu urus Mattew, Aku akan urua tikus tikus dibelakang.


Jonathan: (berbisik lembut) hitungan mundur. Jatuhkan pistol ditangan tikus tikus itu sayang, gunakan kemampuanmu. 3..


2..


Yenako tersenyum, melepas pelukan dan langsung menendang tangan orang orang di belakangnya. Semua pistol berjatuhan, Yenako menangkap dua pistol dan langsung menembak orang orang di belakangnya.


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Dorr..


Dorr..


(Suara tembakan Yenako)


Dorrr..


(Suara tembakan Jonathan)


Jonathan melesatkan tembakan di paha kiri Mattew. Membuat Mattew kesakitan dan berlutut. Jonathan mendekati Mattew, bermaksud membantu Mattew berdiri. Dalam waktu yang bersamaan Mattew menikam perut Jonathan dengan pisau. Jonathan tersungkur memegangi perutnya.


Yenako: Jonathan!! (Berteriak)


Yenako kesal dan langsung melepas dua tembakan ke arah Mattew, bersamaan dengan Yenako, Mattew yang juga melepas tembakan ke arah Yenako.


Dorrr..

__ADS_1


Dorrr..


(Suara tembakan Yenako)


Dorrr..


(Suara tembakan Mattew)


Keduanya tepat sasaran. Keduanya tersungkur. Mattew langsung terkapar. Yenako menangis, dia menyeret tubuhnya mendekati Jonathan. Berusaha menggapai tangan Jonathan. Manahan rasa sakit karena dadanya tertembak. Darah terus keluar membasahi kemeja Yenako.


Yenako: Jonathan.. aaahhh.. (menahan rasa sakit)


Jonathan mencabut pisau yang menancap diperutnya. Nafasnya tersengal, menatap dalam mata Yenako. Mengulurkan tangannya dan tersenyum. Air matanya menetes, tangan Yanako berhasil menggapai tangan Jonathan.


Jonathan: ma..afkan a..aku sayang. (Biacara terbata bata)


Yenako: (memeluk Jonathan) a..ku men..cin..taimu pa..man.. (bicara tarbata bata) ouch.. (kesakitan)


(Dalam hati Jonathan)


Yohanes..


Umeko..


Jerryco..


Maafkan papi, papi mencintai kalian.


Papi tidak bisa bersama kalian.


(Dalam hati Yenako)


Anak anakku, Hans, Meko, Ryco, maafkan mami. Kita tidak bisa bersama lagi. Mami mencintai kalian. Maafkan mami..


Jonathan mengeratkan pelukan. Yenako mencengkarm kuat baju Jonathan, hingga cengkramannya lepas dan tangannya menjadi lemas. Dari awal bersama, berakhir bersama sampai hembusan nafas yang terakhir.


♡Selamat Jalan Jonathan Dan Yenako♡


.....TAMAT.....


*Hallo semua..


Terimaksih ya, sudah setia mengikuti perjalanan cinta Jonathan Lewi dan Yenako Kimoro..


Kita bertemu lagi di season berikutnya*


*Terimakasih untuk para pembaca, untuk like komen dan votenya*


*maaf jika banyak kesalahan pada penulisan, harap dimaklumi ya..*


Salam hangat,,


Dea Anggie

__ADS_1


__ADS_2