
Yenako mengajak Umeko dan Jerryco pergi berbelanja ke supermarket. Umeko sangat senang, Umeko mendorong troli kecil berisi roti dan snack. Yenako melihat Umeko dan tersenyum. Sedang Jerryco ada dalam troli dan asik bermain dengan mainannya.
Umeko: mami kita akan jemput kakak kan? Lalu kita ke kantor papi?
Yenako: iya sayang. Ambillah apa yang kamu inginkan. Ambillah untuk kakak juga. Ambilkan biskuit untuk adik ya. Mami akan tunggu disini. Cepat kembali yaa.
Umeko: iya mami, aku akan berkeliling mencari apa yang aku suka. Bye mami
Umeko berjalan pergi meninggalkan Yenako. Yenako memilih beberapa buah. Tidak beberapa lama Umeko kembali dan menyapa Yenako.
Umeko: mami, aku sudah ambil apa yang aku mau. Ayo cepat, kakaka sudah menunggu.
Yenako: iya sayang, ayo kita kekasir. Yenako dan Umeko menuju kasir.
Pelayan kasir tersenyum ramah dan gemas melihat Jerryco yang ada di dalam troli.
"hallo tampan" (tersenyum)
Jerryco hanya tersenyum tanpa ekspresi melihat pelayan kasir.
Umeko: mami mami, aku ingin makan roti gulung. Di kantor papi ada tidak?
Yenako: ada, di kantor papi banyak makanan.
"tidak bawa pengasuh nyonya?"
Yenako: pengasuh sedang sakit.
"Ah.. tidak heran anda sendirian. Belanjaan anda dikirim atau anda bawa sendiri?"
Yenako: kirim saja ke mansion. Aku kerepotan membawa anak anak.
"Baik nyonya. Saya akan segera antarkan ke mansion anda"
Yenako membayar tagihan. Sesekali Yenako menciumi pipi lembut Jerryco. Setelah proses pembayaran selesai, Yenako menggendong Jerryco dan menggandeng tangan Umeko keluar dari supermarket. Mereka berjalan menuju parkiran.
Yenako membuka pintu mobil belakang. Umeko masuk dan duduk, Yenako menutup pintu mobil belakang. Yenako membuka pintu depan dan masuk. Mendudukan Jerryco di bangku depan, di sampingnya. Yenako menutup pintu mobil. Mobil melaju menuju sekolahan Yohanes.
Sesampainya disekolah, Yohanes sudah keluar dari kelas dan menunggu di lobby. Yohanes langsung masuk ke dalam mobil. Mobil melesat pergi menuju kantor Jonathan. Ini pertama kalinya anak anak pergi ke perusahaan papi mereka.
Saat mobil memasuki lobby, Hans dan Umeko terkesan. Mereka merasa senang dan bangga.
Yohanes: wow, hebat. Ini perusahaan papi?
Umeko: gedung ini tinggi
Yenako: iya sayang, ayo turun. Kita akan beri kejutan untuk papi.
Yenako, dan ketiga anakknya keluar dari mobil. Yenako menyerahkan kunci mobil pada penjaga. Mereka masuk ke Lobby. Yohanes menggandeng tangan Umeko.
Umeko: dimana ruangan papi?
Yenako: ayo ikuti mami, jangan jauh jauh dari mami.
Yenako berjalan perlahan. Yohanes dan Umeko mengikuti disamping Yenako. Semua mata memandang.
"Hallo nyonya"
"Siang nyonya"
__ADS_1
..
..
..
..
..
Semua orang menyapa Yenako. Yohanes dan Umeko merasa senang saat di sapa orang asing. Mereka memuji ketampanan dan kecantikan Yohanes dan Umeko. Langkah mereka berakhir pada sebuah ruangan. Sekertaris berdiri dan menyambut Yenako.
"Hallo nyonya, selamat siang"
Yenako: bosmu ada?
" tuan sedang rapat ada rapat. Sebentar lagi selesai.
Yenako: tolong bawa anak anak masuk ruang buku. Aku akan melihat bosmu.
" baik nyonya"
Yenako: Hans, Meko, dan Ryco. Ikut bersama bibi dulu ya. Mami akan mencari papi.
Yohanes, Umeko: iya mami.
Jerryco mengangguk, mengiyakan. Yenako mencium kilas kening anak anaknya. Yenako menyerahkan Jerryco pada sekertaris. Sekertaris membawa Yohanes, Umeko, dan Jerryco masuk ke dalam. Yenako berjalan menuju ruang rapat. Di luar ruangan Yenako melihat Brian dan Hendy. Yenako mendekat.
Yenako: kalian diluar?
Brian dan Hendy terkejut seperti melihat hantu. Mata mereka melebar. Yenako mengerutkan kening menatap Brian dan Hendy.
Yenako: kenapa diam? Dimana bos kalian?
Hendy: nyonya kesini, tidak beritahu dulu?
Yenako: aku ingin mampir kesini, ada anak anak juga. Jika rapat kenapa kalian diluar? Jangan jangan..
(Dalam hati Yenako)
mereka aneh sekali. Jangan jangan Jonathan sedang bahas hal serius.
Brian: tidak nyonya, tuan tidak melakukan hal buruk. Tuan sangat setia pada anda.
Yenako: maksudmu? Aku tidak mengerti.
Apa hububgan rapat dengan setia? Kalian bicara apa?
Kleekkk...
(Suara pintu)
Pintu terbuka, dengan wajah ceria Jonathan keluar dari ruang rapat bersama seorang wanita cantik. Mereka saling tersenyum satu sama lain. Jonathan terkejud melihat Yenako sudah ada di depan pintu ruang rapat.
Jonathan: sayang, kamu..
Yenako: tuan, bahagia sekali bertemu nona cantik (melihat wanita disamping Jonathan)
Jonathan: ah, ini adalah Alisia Drew
__ADS_1
Alisia: hallo saya Alisia Drew (mengulurkan tangan)
Yenako: Yenako Kimoro (menyambut yangan Alisia dan meremas ringan tangan Alisia)
Alisia: (menahan sakit) anda sangat cantik nona.
Yenako: anda lebih cantik nona. (Melepaskan tangan Alisia)
Alisia: tuan Lewi saya permisi.
Jonathan: baiarkan asisten saya mengantar anda nona.
Yenako: hari masih terik. Tidak akan ada yang menculik nona Drew di perusahaan ini.
Alisia: tidak perlu repot repot tuan. Terimakasih.
(Dalam hati Alisia)
Wanita ini, apa dia sudah gila? Aduh tanganku. Tunggu saja, aku akan balas kamu Yenako Kimoro.
Alisia pergi, Yenako dan Jonathan saling menatap. Yenako merasa kesal.
Jonathan: kalian turunlah makan siang. Aku ingin bicara dengan istriku (menarik tangan Yenako masuk kedalam ruang rapat. Dan menutup pintu.
Yenako: apa? Kenapa membawaku masuk? (Bersandar pintu)
Jonathan: apa kamu cemburu? Kamu sampai meremas tangan Alisia.
Yenako: ya.. aku cemburu! Apa kamu puas?
Jonathan tersenyum dan langsung mencium bibir Yenako. Yenako merangkul leher Jonathan. Mmm.. Jonathan melepas ciuman dan menatap Yenako. Jonathan kembali mencium bibir Yenako. Mencium dengam sangat lembut dan penuh kehangatan. Yenako menggigit lembut bibir Jonathan. Begitu juga Jonathan. Mereka saling bercumbu beberapa lama. Yenako melepas ciuman dan mencium kilas pipi Jonatha. Jonathan mencium kilas kening Yenako.
Jonathan: jangan cemburu. Tidak ada wanita lain dihatiku selain kamu. Hanya kamu Yenako. Cinta pertama dan terakhirku.
Yenako: aku kesal, jangan tersenyum tampan seperti itu lagi pada wanita lain.
Jonathan: aku janji sayang. Hmmm.. kamu manis sekali saat cemburu, aku suka. I love you
Yenako: i love you too
Jonathan memeluk Yenako erat. Yenako membenamkan wajahnya dalam pelukan Jonathan.
Jonathan: tadi aku terlalu senang. Jadi tersenyum seperti itu. Lain kali aku akan mengontrol diri. Percayalah, aku tidak akan menghianatimu. Sampai mati cinta dan sayangku hanya untukmu.
Yenako: aku percaya padamu sayang. Aku mencintaimu..
Jonathan: aku juga sangat mencintaimu sayang. Cinta dan sayangku padamu tiada batas. (Melepas pelukan dan mencium lembut kening Yenako)
Yenako tersenyum cantik, Jonathan menempelkan dahinya ke dahi Yenako dan mencium kilas hidung Yenako. Mereka saling menatap dan tersenyum.
Jonathan: i love you..
Yenako: i love you..
[Selamat Membaca😘]
*Mari mari mampir baca novel baru saya dengan judul "Lelaki bayaran Amelia" & "Marry You"*
*baca juga novel saya yang lain*
__ADS_1
*Berikan like dan tinggalkan komentar ya*
*Terimakasih😘*