Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
49.I Love You


__ADS_3

°•Jonathan•°


Ricardo pergi karena ada urusan. Tidak tau apa yang dikerjakan, selalu sibuk. Aku menunggu wanitaku. Lama sekali tidak datang. Aku sudah mulai bosan.


Aku mendengar pintu kamarku terbuka, Yena masuk dengan dan berjalaj mendekatiku. Wajahnya berseri. Aku tersenyum.


Jonathan: ada apa sayang?


Yena: aku senang sekali.


Jonthan: kemarialah, baringkan badanmu. Kamu pasti lelah menungguku terapi tadi.


Aku perlahan menggeser posisiku, Yena perlahan naik keranjang dan bersandar. Yena menatapku. Tangannya mengusap wajahku.


Yena: teruslah berjuang sayang.


Jonathan: tentu sayang. Aku akan berjuang hingga akhir.


Yena: aku dan anak kita selalu mendukungmu. Jangan menyerah pada rasa sakit yang kamu rasakan paman. Ini semua akan berbuah manis nantinya.


Jonathan: sayangku, kamu selalu memberiku semangat. Terimaksih.


Aku memeluk Yena, Yena memendamkan wajahnya dalam pelukanku.


Yena: aku merindukanmu paman

__ADS_1


Jonathan: merindukan apa?


Yena: (mengangkat kepala) merindukan saat saat bersamamu.


Jonathan: hmmm.. bukankah sekarang kita juga bersama?


Yena: paman, jangan nakal! Ini rumah sakit.


Jonathan: mau dimanapun sama saja kan?


Aku mendekatkan wajahku dan mencium bibir Yena, Yena merangkul ku dan membalas ciumanku. Yena menutup matanya. Sungguh wanita ini membuat ku gila, baru sebentar lidahnya sudah menjalar kemana mana. Semua habis dilahap. Bibirku dilumatnya hingga aku tak bisa bernafas.


Yena perlahan membuka matanya dan mengedipkan satu matanya, sungguh sexy. Sial!! Jika aku tidak sakit pasti sudah aku lakukan. Aku melepas ciuaman tersenyum. Aku menciumi kening, kedua mata, kedua pipi, hidung, dagu, dan melumat bibir Yena.


Yena mengubah posisi, dia menindihku perlahan. Gerakannya sangat hati hati. Dia menghindari kakiku. Yena melepas lumatanku, melakukan hal sama seperti yang aku lakukan.


..


..


..


Bibirku berulang ulang dikecupnya. Mafa indahnya terus terusan menggodaku. Wanitaku semakin centil dan genit sekarang.


Jonathan: kamu banyak belajar selagi aku sakit? Kamu semakin menggoda.

__ADS_1


Yena: pulihkan kesehatanmu dulu, setelah itu kita bisa lakukan hal hal liar (tersenyum)


Jonathan: kamu ya, benar benar membuatku gemas!! Hmmm..


Aku menarik pipinya lembut, lalu menciumnya, aku memeluknya erat. Aku membelai rambut nya perlahan lahan.


Yena: i love you Jonathan.


Jonathan: i love you Yenako.


Yena: hmmmm.. aku sungguh bahagia menjadi istrimu.


Jonathan: terimaksih Yena, aku senang mendengarnya. Hiduplah sampai akhir denganku Yena. Jika ada kehidupan selanjutanya pun, aku juga masih ingin bersamamu.


Yena: ya.. kamu akan selalu menjadi milikku. Dan aku akan menjadi milikmu. Kita akan bersama samapai akhir. Ayo kita saling menjaga dan melindungi. Aku tidak ingin ada di depan atau di belakangmu. Aku ingin terus ada di sisimu.


Jonathan: oh sayangku, aku sangat beruntung memilikimu. Aku lah wanitaku satu satunya. Tidurlah, kau akan memelukmu.


Yena: ya, aku mengantuk, aku sudah lama tidak tidur memelukmu. Aku merindukan pulakan hangat ini.


Jonathan: tidurlah (mengecup kilas kening Yena)


Aku mengusap pelahan bahu Yena. Aku sudah tidak mendengarnya bersuara, aku melihat dia sudah terlelap tidur, aku mengubah posisiku sedikit agar Yena merasa nyaman. Aku membelai rambut hitamnya. Sungguh menggemaskan, aku mencium kilas bibirnya. Aku memendamkan wajah Yena dalam pelukanku. " I LOVE YOU" Yena. Aku perlahan memejamkan mata, dan ikut larut dalam mimpi bersama Yena.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2