
°•Yenako•°
Sekian lama menunggu, terapi pertama akhirnya dimulai. Aku dan Ricardo melihat dari ruang tunggu.
Paman berteriak kesakitan, Badanku gemetaran. Aku sungguh tidak tahan mendengar paman berteriak. Sakit sekali rasanya. Dadaku sesak. Air mataku mengalir deras. Ricardo merangkulku dan menenangkan aku.
Ricardo: kamu keluar aja, jangan paksakan diri.
Yena: aku baik baik saja, jangan cemaskan aku.
Aku duduk dan terus melihat perjuangan paman. Berusaha berdiri dibantu Greck, dan berkali kali jatuh. Merasa sakit pada kakinya. Namun paman tidak menyerah.
Aku mengusap perutku perlahan. Sayang, beri papimu kekuatan ya. Agar papi bisa cepat pulih. Air mataku tak henti mengalir. Aku tidak pernah bayangkan, aku harus melihat hal yang seperti ini. Takut, khawatir, cemas, gelisah, dan haru semua tercampur.
Ricardo: yes!! (Senang) akhirnya bisa. Huuuh!! (Mengehela nafas) kamu lihat kan, seorang Jonathan tidak akan menyerah begitu saja
Ricardo menetesakan air mata karena senang temannya berhasil berdiri. Aku melihat Ricardo bahagia. Aku juga bahagia, 1 dari sekian banyak hal yang akan dilalui akhirnya berhasil dikalahkan.
Greck memberi waktu istirahat, aku dan Ricardo langsung menghampiri Paman. Aku langsung memeluk paman.
Yena: selamat ya..
Jonathan: terimaskaih sayang, semua berkat doamu. (Nafas naik turun)
Ricardo: aku sampai menangis teman. Kamu sungguh hebat! Semangat!!
Yena: (melepas pelukan) Greck, bagaiamana hasil hari ini?
Greck: dari sekian banyak pasien ku, hanya suamimu yang benar benar punya tekad. Sungguh, aku sempat khawatir tadi. Berkali kali jatuh sampai tersungkur. Selamat Jonathan, kamu berhasil kamu istirahat dulu, besok kita akan lanjut latihan. Sering sering gerakan kakimu.
Jonathan: oke! teriamakasih dokter Greck, dan maaf merepotkanmu.
Greck: sama sama, aku senang kamu cepat pulih. Bersabarlah, semua hal butuh proses, begitu juga pemulihanmu.
Jonathan: iya, aku tidak akan menyerah, aku akan terus berusaha. (Tersenyum)
__ADS_1
Ricardo: baiklah aku akan bawa Jonathan ke ruang rawat.
Yena: sayang, kamu duluan saja. Aku masih ada beberapa hal yang ingin aku tanyakan pada Greck. (Mengusap lembut wajah Jonathan)
Jonathan: jaga dirimu (tersenyum)
Yena: oke, (tersenyum) Ric tolong jaga Jonathan sebentar ya, aku akan kembali.
Ricardo: oke (tersenyum)
Ricardo membawa paman keluar ruang terapi. Greck mengajak aku duduk di ruang tunggu. Kami pun berbicara beberapa hal.
Greck: ayo ceritakan apa yang sebenarnya terjadi? Bagaimana bisa kamu neikahi paman Erwin?
Yena: jadi gini, aku dan Erwin ke Roma untuk jalan jalan. Tengah malam ada yang menculikku, saat bangun aku sudah ada seranjang dengan Jonathan dengan pakaian terbuka. Tentu hal pertama yang aku lakukan menangis. Jonathan langsung ingin menikahiku. Saat itu aku tidak tahu jika Jonathan adalah paman Erwin, dan Jonathan tidak tahu aku adalah kekasih keponakannya.
Sampai akhirnya aku benar benar mencintainya.
Greck: bisa dipastikan Jonathan lah cintamu sesungguhnya.
Yena: bagaimana bisa kamu berfikir seperti itu?
Greck: sekarang aku bertanya, saat bersa Erwin, kamu ada perasaan sedih saat dia terluka, atau cemburu saat dia ada teman wanita?
Yena: aku hanya panik dan cemas. Mungkin karena aku dokter, tapi tidak saat melihat Jonathan. Air mataku mengalir begitu saja. Soal cemburu aku memang tidak pernah cemburu pada Erwin karena aku percaya.
Greck: sayangku, dalam setiap hubungan cemburu itu pasti ada. Contohnya jika kita kurang perhatian pada pasangan, dan lebih memilih pekerjaan atau teman. Pasti pasangan kita akan protes, hal itu sudah termasuk cemburu. Bukan karena tidak menghargai kesibukan pasangan. Tapi rasa itu memang hadir dengan sendirinya tanpa kita sadari. Atau saat kita melakukan hal kecil pada orang lain.
Yena: ya ya ya, kamu benar! Jonathan tersenyum pada pelayan saja aku cemburu, hahaha..(tertawa)
Greck: ck ck ck.. dasar Yena!! Lalu, dimana Erwin? Tidak tahukah pamannya terluka?
Yena: jangan sebut nama itu lagi! Justru karena Erwin, Jonathan jadi seperti ini. Erwin diculik, dan Jonathan menggantiakan. Saat Jonthan sudah berhasil lolos, Erwin malah beebuat ulah. Aduuh!! Aku kesal sekali. Ingin aku bunuh saja.
Greck: hmmm.. Jonathan penuh kasih! Bahkan rela berkorban nyawa demi kekuarga. Apakah Jonthan punya musuh?
__ADS_1
Yena: ada, Jonathan bicara jika mereka seumuran, tapi aku tidak tahu siapa. Orang yang dimaksud berbeda dengan orang terkait penculikan dan kecelakaan.
Gerck: banyak musuh, kamu harus hati hati Yena. Kelihatannya banyak orang ingin menjatuhkan Jonathan, atua bahkan menginginkan Jonathan tiada. Maaf, ini hanya pendapatku pribadi.
Yena: aku juga merasa seperti itu Greck. Semoga pikiran kita salah.
Greck: semoga saja, aku doakan yang terbaik (tersenyum)
Yena: (tersenyum) Thank you!! Kamu memang temanku yang paling baik Greck.
Oh iya, kamu tau Niken kan? Itu temanku saat SMA, aku pernah kenalkan kalian saat kamu berkunjung dengan papaku.
Greck: ya, ada apa dengannya?
Yena: dia sekarang menjadi saudara iparku.
Greck: menikah dengan Mashito? (Kaget)
Yena: ya.. kenapa kaget? Harusnya kan senang(penasaran)
Greck: tidak tidak.. hanya dalah mengutarakan perasaan saja.
Yena: oh ya, aku sudah lama tidak melihat Grisela? Terakhir bertemu setahun lalu.
(Dalam hati Greck)
Bagaimana bisa bertemu lagi, Sepupumu mengurung kakakku di dalam rumahnya. Dan menyiksanya Yena. Aku tidak.bisa ceritakan ini, aku takut akan menganggu kehamilanmu. Maaf aku berbohong.
Greck: Dia keluar negri (tersenyum canggung)
Yena: hmm.. padahal aku rindu. Oke lah, aku akan kembali ke kamar Jonathan, bye Greck.
Greck: oke bye..
Aku berjalan keluar ruang terapi. Aku mengembangkan senyumanku. Akhirnya paman bisa melalui proses pemulihan dengan baik. Paman semangat terus yaa!!
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]