Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
58.Hello Baby


__ADS_3

°•Jonathan•°


Hallo sayang, aku menyapa putraku. Pangeranku, kamu sangat menggemaskan. Aku menjaga Hans, karena Yena sedang mandi.


Drrrttt.. Drrrttt... Drrrtttt...


Ponsel Yena bergetar, aku melihat "Papa".


Aku menerima panggilannya.


Jonathan: Hallo..


Yushiku: Jonathan? Mana Yena?


Jonathan: sedang mandi, (melihat Yena keluar dari kamar mandi) tunggu sebentar, Yena sudah selesai. Aku akan berikan pada Yena.


Aku menyodorkan ponsel pada Yena. Yena menerima panggilan dari papanya. Dia duduk santai di sofa. Aku hanya mendengarkan, aku asik bermain dengan Baby lucu ini. Sangat menggemaskan.


Aku berulang ulang menyentuh pipinya, tiba Hans memangis. Yene berdiri dan berlari mendekat.


Yena: pa, nanti aku hubungi. Hans menangis. (Menutup panggilan)


Yena menggendong Hans dan duduk di kursi, Yena memberi asi. Astaga, anakku lapar, hahaha.. aku melihat Yena yang sedang menyusui terluhat sangat sexy. Jauh jauh pikiran kotor.

__ADS_1


Jonathan: anakmu kuat sekali minumnya. Pantas saja kamu cepat lapar.


Yena: ya, dia sepertimu (tersenyum)


Jonathan: hmmm.. aku penuh kelembutan, mau coba?


Yena: suapi aku makan, aku lapar. Jangan mesum! Perutku masih sakit.


Jonathan: iya nyonya, sabar.. aku akan ambilkan makanan.


Aku menyiapkan makan sehat untuk Yena. Aku mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan Yena. Aku menyuapi Yena. Aku melihat baby ku masih sibuk minum asi.


Yena: tidak ke kantor?


Jonathan: meski tidak kekantor, aku masih bisa bekerja di sini sayang. Aku sudah selesaikan pekerjaanku. Jadi tenanglah.


Jonathan: astaga sayangku, tenanglah! Aku pasti akan memberi yang terbaik untuk kalian. Aku tidak akan mengecewakanmu sayang. Aku selalu bekerja keras untukmu dan Hans.


Yena: haha.. (tertawa) aku hanya menggodamu sayang, jangan dimasukan hati. Tidak peduli sekeras apa kamu bekerja, tetap jaga kesehatan dan keselamatanmu. Oke? Aku menyayangimu.


Jonathan: dasar istri jahat! Pandai menggoda sekarang ya. Ayo habiskan makanmu dulu. Nanti kita bicara lagi.


Aku menyuapi Yena sedikit sedikit, sampai makanan dalam mangkuk habis. Aku beri Yena minum. Yena meneguk air dalam gelas dengan sekali teguk. Yena berdiri dan meletakkan Hans di box. Hans tertidur.

__ADS_1


Jonathan, enaknya jadi baby, lapar manangis, kenyang tertidur lelap. Aku melihat Yena sedang berdiri melihat Hans yang sedang tidur. Aku memeluknya dari belakang. Aku menggosok perlahan perut Yena.


Yena: ada apa? Manja sekali.


Jonathan: apa perutmu masih sakit?


Yena: tidak, aku hanya menggodamu.


Jonathan: hmmmmm, istriku kamu sangat menggemas, awas saja nanti. Akan ada saatnya aku balas dendam.


Yena: aku akan tunggu pembalasanmu paman Jonathan.


Jonathan: sudah sekian lama tidak mendengar pangilan itu. Aku merindukannya sayang.


Yena: pelukanmu hangat paman tampan. Aku selalu merindukan pelukan ini. Aku ingin cepat pulang dan memelukmu sampai puas. Hanya pelukanmu yang bisa menenangkan hatiku.



*Gambar Ilustrasi Jonathan Dan Yenako


Aku membalik tubuh Yena dan memeluknya erat. Badan ini tidak berubah, tetap saja langsing. Aroma wangi rambutnya. Aku sangat merindukan saat saat seperti ini. Aku melepas pelukan, aku mencium kilas kening Yena. Yena tersenyum dan memelukku lagi. Aku mengeratkan pelukanku. Tanganku mengusap lembut punggung Yena.


Yenako, Aku mencintaimu❤

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


*Gambar Hanya Ilustrasi ya..😘


__ADS_2