
RUMAH SAKIT
°•Jonathan•°
Aku mondar mandir di depan ruang bersalin. Perawat keluar dan mencariku.
"Tuan Lewi?"
Jonathan: saya..
"Anda bisa masuk menemani istri anda menjalani proses persalinan"
Aku menatap kedua kakakku, mereka tersenyum dan mengangguk. Aku tersenyum dan berjalan masuk ruang bersalin. Aku sangat gugup, badanku gemetaran. Tanganku basah oleh keringat. Aku mendekati Yena. Aku menggenggam erat tangan Yena.
Brian: berjuanglah sayang, kamu pasti bisa.
Yena tersenyum dan mengangguk, aku tau dia menahan rasa sakit. Air matanya mengalir. Aku menyeka nya perlahan. Yena mencengkram tanganku kuat. Aku semakin cemas.
Jonathan: dok, apa yang terjadi?
Dokter: tidak ada masalah tuan, ini sudah biasa dalam proses kelahiran. Bayinya bergerak mencari jalan keluar.
Perawat: dok, sudah terlihat.
Dokter: nyonya, anda bisa mendengar saya? Apa anda baik baik saja?
Yena: ya, saya dengar dok. Saya baik baik saja.
Dokter: baik, ambil nafas dan dorong perlahan. Jangan panik ya.
Yena melakukan instruksi dokter, Yena mengerang menahan sakit, hmmm.. aku sungguh tidak tega. Tanganya kuat mencengkaramku.
Bulu kudukku berdiri, inikah yang mamaku rasakan saat melahirkanku? Sungguh penuh perjuangan.
Dokter: trus sedikit lagi, kepalanya sudah mulai terlihat. Ayo nyonya dorong.
Yena mengambil nafas panjang dan berteriak. Jantungku terasa ingin lepas. Aku tidak sanggup lagi. Bayi kami lahir. Aku melihat Yena pingsan.
Jonathan: dok, kenapa ini? Kenapa istri saya pingsan?
Dokter: tuan maaf, anda bisa melihat bayi anda. Nyonya mengalami pendarahan.
__ADS_1
Aku melihat banyak darah yang keluar dari sela sela paha Yena, Aku sungguh tidak kuat. Aku tidak ingin pergi meninggalkan Yena. Aku cemas, aku panik, takut, perasaanku campur aduk. Yena, sayangku. Apa yang terjadi? Aku menangis. Aku takut sesuatu terjadi pada Yena.
Perawat: tuan, mari ikut saya, saya akan merawat bayi anda.
Jonathan: baik. Apakah istriku akan baik baik saja?
Perawat: tuan mohon bersabar. Memang jarang terjadi kasus seperti ini. mohon anda bersabar.
Aku terdiam, aku menyeka air mataku mengikuti perawat di depanku. Aku terus memikirkan Yena.
Aku berada di ruang perawatan bayi. Aku melihat perawat membersihkan bayiku. Bayiku tiba tiba menangis. Aku terkejut. Perawat selesai membersihkan bayiku, perawat meletakan bayiku dalam gendonganku. Aku tersenyum dia sangat tampan.
Tangaisannya terhenti saat aku menciumnya. Wajahnya sungguh mirip denganku. Kulit putih susu milik Yena melekat pada bayiku. Kamu seperti pangeran sayang. Papi mencintaimu. Aku menciumi kening bayiku yang mungil. Air mataku perlahan menetes. Kamu kado ulang tahun terindah yang papi dapat. Selamat atas kelahiranmu sayang. Kita punya tanggal lahir yang sama.
"Selamat tuan Lewi, putra anda sangat tampan"
Jonathan: terimakasih.
"Sepertinya sudah tertidur. Tuan bisa menunggu diruang tunggu. Kami masih akan mengukur dan menimbang bayi anda, lalu akan kami bawa keruang bayi"
Jonathan: baik, saya akan keluar.
Jesica: hei ada apa?
Jenifer: Jona, kenapa?
Aku melepas pelukan, air mataku tak berhenti mengalir meski aku tahan.
Jonathan: Yena, pendarahan.
Jesica: apa?
Jenifer: bagaimana bisa?
Jonathan: aku juga tidak tahu kak.
Dokter keluar dari ruang bersalin. Dokter menghampiri kami.
Jenifer: Betty, apa yang terjadi pada iparku?
__ADS_1
Betty: maaf Jeni, aku tidak melakukan pemeriksaan ulang tadi. pasien melarangku memeriksa dan ingin melahirkan secara normal.
Jenifer: ada masalah apa?
Betty: tidak apa apa hanya pendarahan ringan, tidak perlu cemas.
Jonathan: tidak ada hal serius?
Betty: tidak ada.
Jonathan: lalu bagaiman keadaan istriku sekarang?
Betty: sudah baik baik saja, aku akan melakukan pemerikasaan lanjutan. Kali bisa menunggu.
Jenifer: maaf merepotkanmu Betty, tolong selamatkan iparku.
Betty: kalian tenang saja. Aku akan segera kembali.
Dokter Betty kembali masuk ke dalam ruang bersalin. Aku dan kedua kakakku menunggu di ruang tunggu.
Perawat menghampiri kami, memberitahu jika bayiku sudah di pindah ke ruang bayi. Aku, Jesica dan Jenifer pergi ke ruang bayi. Jesica dan jenifer senang.
Jesica: astaga, tampan sekali. Kamu sangat beruntung Jona. Dia sangat tampan. Selamat ya, kamu dapatkan kado istimewa dari Tuhan.
Jenifer: wow Jona junior. Mirip sekali denganmu. Kulitnya putih seperti Yena. Pangeran keluarga Lewi. Selamat Jona, kakak benar inilah kado istimewa yang Tuhan berikan untukmu.
Jesica: siapa nama bayi mu?
Jonathan: Yohanes Xylion Lewi. Kalian bisa panggil Hans.
Jesica: hmmm... nama yang bagus, Hans ini bibi Jesi.
Jenifer: Hans, ini bibi Jeni. Tumbuh sehat sayang.
Jonathan: thanks kak, kalian mau menemaniku. Maaf merepotkan kalian.
Jesica: kamu bicara apa, kita saudara Jona, jangan lupa itu.
Jenifer: ini sudah tugas kami sebagai kakakmu. Benar kan kak?
Jesica: benar. Kamu tidak perlu sungkan pada kami. Kami akan bantu sebisa kami.
__ADS_1
Aku bersyukur, kakak kakakku orang yang baik. Mau membantu dan mendukungku. Yena cepatlah pulih, aku dan Hans sudah menunggu. Terimakasih Yena, kamu sudah melahirkan pangeran tampan. Aku mencintaimu❤
[Selamat Membaca😘]