
Ricardo datang menemui Jonathan dikantornya. Mereka sedang berbicara hal serius, mereka membahas tentang Yamato.
Jonathan: kamu sembunyikan hal seperti ini dariku Ric?
Ricardo: maaf Jona, kamu sedang sibuk memulihkan kondisimu.
Jonathan: jadi maksudmu, Yena dan papanya sudah ditipu oleh Yoshimo?
Ricardo: benar. Tidakkah kamu tau, Pulau Mokaru akan dijadikan pusat pasar gelap oleh Yamato karena letaknya yang strategis?
Jonathan: karena itu dia terus menekanku untuk menjualnya? Meski aku menolak?
Ricardo: ya, kamu ada rencana?
Jonathan: tentu, aku akan memanfaatkan ini untuk mangadu mereka para sekutu. Bagaimana jika kita menjual kembali pulau itu kepada Yoshimo dengan surat palsu di tangan Yena.
Ricardo: merka tidak akan tahu? Mereka tidak bodoh Jona.
Jonathan: hei, bahkan seorang yang teliti seperti mertuaku pun tidak tahu jika surat yang ada ditangannya palsu. Bukankah Yoshimo bekerja keras membuatnya semirip mungkin?
Ricardo: kamu benar. Kita akan jual pada Yoshimo, Yoshimo akan menjual pada Yamato. Jika Yamato tau dia ditipu pasti dia akan marah. Tapi ini akan menimbulakan konflik keluarga.
Jonathan: kamu benar. Aku harus bicara dengan papa mertuaku dulu, soal ini. Hmmm.. aku juga perlu bahas ini dengan Yena. Aku takut Yena tidak setuju.
Ricardo: memang apa yang membuatmu tidak rela melepas pulau itu?
Jonathan: aku menyukai pulau itu dari awal, ditambah lagi, pulau itu milik Yena. Aku tidak akan bisa berikan pulau itu pada siapapun.
Ricardo: aduh kepalaku pusing memikirkan ini. Aku harap beberapa waktu ini akan baik baik saja. Aku akan banyak acara dan sibuk. (Mengacak acak rambut)
Jonathan: maaf banyak merepotkanmu Ric.
Ricardo: jangan sungkan, kita teman baik Jona. Kesusahanmu adalah kesusahanku juga. Kita akan lewati ini bersama.
Jonathan: kenapa gaya bicaramu seperti Yena? So sweet, hahaha... (tertawa)
__ADS_1
Ricardo: hahahaha.. (tertawa) aku tidak sadar bicara seperti itu.
~~
MANSION JONATHAN
°•Yena•°
Hoaaamm...
Aku merentangkan tanganku, aku melihat Jonathan sudah tidak ada disampingku. Aku perlahan bangun. Aku duduk bersandar dan melihat jam. Sudah pukul 5 Sore. Ini sudah sore. Astaga, seharian aku tidur seperti babi.
Aku mendenagar pintu terbuka, aku melihat Jonathan dia menatapku dan tersenyum.
Jonathan: hai sayang, baru bangun?
Yena: ya, aku sudah seperti babi, seharian tidur. Dari pukul 10 sampai sekarang.
Jonathan: mau mandi bersama?
Jonathan: ayolah, (menggoda) aku akan menggosok punggungmu.
Yena: tidak, aku akan mandi sendiri.
Jonathan: tenang saja, aku tidak akan macam macam.
Yena: tidak, tidak, tidak!! Aku tidak percaya padamu. Terakhir kali saat di Jerman kamu berbohong padaku.
Jonathan: hhmmm ayolah, saat itu aku tidak bisa menahannya. Kamu terlihat sangat Sexy dengan perut besarmu.
Yena: dasar mesum!
Jonathan: ya sudah lah, aku mandi dulu. Ada hal penting yang ingin aku bahas denganmu.
Aku memandangi Jonathan yang masuk dalam kamar mandi. Aku bangun dari ranjang dan berjalan perlahan ke lemari. Aku menyiapkan pakaian ganti di ranjang. Jonathan keluar, aku membawa kimono handukku dan masuk ke kamar Mandi. Aku mandi dengan cepat karena penasaran hal sepenting apa yang ingin di bahas.
__ADS_1
Aku keluar dari kamar mandi, aku melihat Jonthan sudah diatas ranjang duduk bersandar bantal dan membaca buku. Aku berjalan perlahan ke lemari dan mengambil baju ganti. Aku cepat bergati pakaian. Aku duduk ditepi ranjang dan menyisir rambutku.
Yena: ada apa? Hal penting apa?
Jonathan: ini soal pulau Mokaru.
Yena: hmm.. ada apa dengan pulau itu? Ricardo sudah menceritakan padamu?
Jonathan: ya, kami bertemu dikantor tadi. Aku hanya ingin berunding denganmu. Sebelum menemui papamu.
Yena: apa? Jangan membuatku penasaran.
Jonathan menceritakan rencananya padaku, dia menjelaskan dengan detail, dia juga menjelaskan apa saja yang akan terjadi kedepannya dengan rencanannya itu. Aku merasa takut, takut hal sama terulang.
Aku naik ke atas ranjang, duduk disamping Jonathan. Aku memegang erat tangannya.
Yena: berikan saja pulau itu pada Yamato. Aku tidak butuh pulau itu. Aku tidak ingin kamu terluka lagi.
Jonathan: tapi.. (kata kata terputus)
Aku memeluk Jonathan erat. Aku mencengkram kuat kaus nya.
Yena: aku tidak sanggup mdlihatmu terluka lagi. Berikan saja apa yang mereka mau. Jangan sampai kamu terluka lagi.
Jonathan : oke, aku akan menuruti kata katamu. Jangan dipikirkan lagi.
Aku melepas pelukaku, aku menatap wajah Jonathan, aku meraba wajahnya. Aku mencium keningnya kilas.
Yena: aku mencintaimu.
Jonathan: aku juga mencintaimu sayang.
Jonathan mencium lembut bibirku. Hmmmmhh!! Aku merasakan ciuman hangat yang Jonathan berikan. Aku merangkulkan tanganku keleher Jonathan, aku menggigit lembut bibirnya. Menyusuri setiap sudut bibirnya. Aku melepas ciumanku dan menempelkan hidungku pada hidung Jonathan, aku tersenyum. Jonathan juga tersenyum. Jonathan mencium keningku kilas dan memelukku erat.
Jonathan: aku tidak bisa membantah kata katamu nyonya. kamulah bossnya..
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]