Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
12.Pesta Penyambutan


__ADS_3

°•Yena•°


Aku dan paman dalam perjalanan ke Hotel. Tempat untuk pesta penyambutanku. Aku sangat gugup. Tanganku berkeringat.



Paman memegang erat tanganku, dan mencium punggung tangku kilas.


Jona: kamu tidak perlu gugup.



Yena: ini pertama kalinya aku menemui keluaraga mu paman, aku takut membuat kesalahan. Membuatmu malu.



Jona: kamu pasti bisa melakukan nya dengan baik. Oke?



Mobil berhenti, penjaga membuka pintu untuk kami. Aku dan paman turun, aku merangkul erat lengan paman.



Jona: jangan lupa, hapus kata paman untuk malam ini (berbisik lembut)



Yena: aku mengerti, sayang (tersenyum cantik)



Paman dan aku berjalan perlahan ke ballroom. Aku kaget, banyak sekali tamunya. Ini bukan pesta penyambutan keluarga, tapi reuni.



Aku mengatur nafasku, menelan air ludahku berulang ulang. Aku sangat gugup. Aku memasang senyum cantikku.



"Ini dia, anak bungsuku, dan menantu termuda keluaraga Lewi"



Suara seorang paman tua, yang tak lain adalah papa mertua.



Plok.. plok.. plok..


Seuara tepuk tangan riuh memenuhi telingaku.



" wah cantik ya"



" lihat, anggun sekali"



" beruntungnya tuan muda Lewi"



" pasangan serasi"



Aku pasang senyum,sampai pipiku terasa sakit. Aku menyapa ramah pada mama dan papa mertuaku. Mereka menyambutku hangat, mama mertua ku memeluku erat. Papa mertuaku juga. Papa mertuaku saja sudah tampan, tidak heran jika paman Jona juga tampan. Kualitas bibit unggul.



Jona: ini kakak pertamaku, Jesica dan ini suaminya Darwin.



Yena: hallo.... (ramah dengan senyuman mengembang)



Jesica: hallo cantik (memeluk kilas) kamu sangat cantik. (Mengusap rambutku lembut)



Yena: thankyou kak.



Jona: ini kakak ketigaku, jenifer dan suaminya Cristian.



Yena: Hallo... (Menyapa ramah)



Jenifer: Hai sayang, akhirnya adikku mendapatkan cintanya juga. Kamu sangat cantik.

__ADS_1



Yena: thankyou kak Jeni (tersenyum)



Aku,Paman dan Kak Jeni berbincang.



"Paman paman, aku datang"



Jona: Hallo Cherish (memeluk kilas)



Cherish: paman selamat ya, semoga paman selalu bahagia bersama bibi (senang)



Jona: terimakasih peri kecilku. (Mengusap lembut wajah Cherish) ini adalah bibimu sayang (merangkul Yena)



Cherish: wow, paman.. bibi terlihat sangat cantik (kagum)



Yena: hallo, kamu keponakan Jonathan?



Jenifer: iya dia anak tunggalku, Cherish. Maaf ya, usianya masih belia jadi sedikit keterlaluan.



Cherish: bibi Jesi, kak Deren dimana?



"Aku disini"



Deeeegg!! Jantungku berhenti berdetak. Suara ini, suara Erwin. Aku tak pernah bayangkan hal ini terjadi dalam hidupku. Lepas dari keponakan, jatuh pada pelukan pamanya. Aku tak berani menatap Erwin.



Erwin: maaf terlambat, ada sedikit pekerjaan. Paman selamat ya (pura pura senang)




Erwin: ah, tentu.. (mengintip wajahku dari bawah) bibi, selamat datang di keluaraga kami.



Aku kaget, bisa bisa nya Erwin seperti ini. Aku menatapnya, Erwin menatapku tajam, matanya seakan bicara.


"Aku akan membunuhmu"



Yena: thankyou!! (Tersenyum cantik)



(Dalam hati Erwin)


Yena, sadarlah! Kamu tidak seharusnya seperti ini. Bagaimana aku bisa menganggapmu bibiku? Kau adalah cintaku, cinta pertama dan terakhirku.



(Dalam hati Yena)


Maaf Erwin, sekarang aku hanyalah bibimu. Status kita hanya bibi dan keponakan. Aku harap kamu menemukan penggantiku, hiduplah dengan baik.



(Dalam hati Jona)


Sepasang kekasih bertemu, pandangan cinta diantara mereka membuatku kesal. Yena bahkan tak pernah memandangku sedalam itu. Yena, awas saja jika kamu punya niat jahat! Kamu tidak akan pernah bisa lepas dariku. Apalagi kembali pada Deren.



Erwin: paman, bagaimana bisnismu?



Jona: selalu baik, sempat dikacau oleh semut kecil (menyindir)



Erwin: oh, benarkah? Paman sungguh hebat bisa menyingkirkan semut kecil, tapi paman tahukah? Jika semut semut kecil saling berkerja sama dan membangun sarang besar, semut itu akan menjadi kuat. (Menyindir balik)


__ADS_1


Jona: begitu ya? Sekuat apa memangnya?



Mereka mulai saling menyindir. Paman dan keponakan sama sekali tidak akur.


Yena: sayang, bisa antar aku ke kamar kecil?



Jona: baiklah, apapun untukmu sayang.



Aku merangkul lengan paman, aku meninggalkan Erwin. Pandangannya tak berpaling dariku. Kami sudah menjauh dari keramaian. Aku hentikan langkahku.



Jona: apa kamu membela mantan pacarmu? (Kesal)



Yena: paman, aku tidak bilang seperti itu. Aku hanya tidak ingin kalian bertengkar.



Jona: aku dan Deren memang tidak akur dari dulu. Kamu sudah jadi istriku sekarang. Jalankan tugas dan kewajibanmu sebagai istri.



Yena: baik.



Aku selalu kalah, aku tak bisa membantah. Matanya saat kesal membuatku takut. Paman mendekat dan mencium bibirku. Ciumannya dingin tidak ada kehangatan. Matanya penuh kemarahan.



Aku meraba wajah paman dengan lembut, aku berikan ciuman hangatku. Benar saja, perlahan ciuman dingin itu berubah menjadi hangat. Paman mendorongku sampai menempel pada dinding. Aku menatap dalam mata paman. Mata paman berubah menjadi tatapan hangat.



Aku melepas ciumanku dan memeluk erat paman.


Yena: maaf, jangan membuat ku takut.



Jona: (mengeratkan pelukan dan mencium kilas kepala Yena) maaf Yena, aku tidak bermaksud menakutimu. Aku hanya kesal.



Yena: (melepas pelukan) aku tidak akan pergi darimu paman. Aku akan bersamamu (tersenyum cantik)



Jona: aku harap kamu nemepati kata katamu Yena.



Dari kejauhan Erwin melihat Yena dan Jonathan. Erwin semakin marah. Kedua tangannya mengepal.



(Dalam hati Erwin)


Ancaman apa yang kamu berikan pada Yena paman. Sehingga membuat Yena begitu patuh dan ketakutan. Aku tidak akan biarkan Yena menjadi milikmu. Aku akan merebut kembali Yena ku. Yena hanya milikku, Derenwin Luiso. Bukan milik Jonathan Lewi.



Erwin pergi dengan kekesalan. Cherish secara diam diam melihat Erwin yang menatap jauh ke arah Jonathan dan Yena.



Cherish: (berguman) apa ini? Kak Erwin terlihat marah melihat paman dan bibi bermesraan. (Berfikir) jangan jangan..



Cherish cepat cepat pergi. Agar tidak ketahuan. Cherish kembali menemui mama dan papanya. Cherish bertemu Erwin. Cherish melihat Erwin terlihat gelisah dan kesal.











[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2