
INGGRIS
Yenako dan Jonathan langsung pergi ke rumah baru mereka. Yena dan Jona turun dari mobil.
Yenako: wah, ini rumah yang indah.
Jonathan: kamu suka? Mulai sekarang kamu akan tinggal disini.
Yenako: iya. Aku suka. Suka sekali (tersenyum)
Pelayan mansion dipindah ke rumah baru. Rumah baru memang tidak sebesar mansion.
°•Jonathan•°
Aku bawa Yena masuk. Pelayan menyambut kami. Kami berjalan perlahan menuju kamar kami.
Yenako: semua pindah kesini?
Jonathan: ya, karena aku akan sibuk kemungkin juga akan menginap di kantor.
Yenako: benarkah? Sesibuk itu? Maaf sayang, aku sudah banyak merepotkanmu.
Jonathan: tidak sayang, kamu terlalu berlebihan. Jika aku tidak ada mereka akan menemanimu. Jangan pergi tanpa ijin dariku. Oke?
Yenako: lalu pekerjaanku?
Jonathan: Ricardo bilang dokter lama sudah kembali. Kamu tidak dibutuhkan, sekarang sebagai seorang pengangguran bekerjalah menjadi istri yang baik.
Yenako: tentu, aku akan selalu bersikap baik.
Jonathan: istriku sayang. Kamu lah yang terbaik (merangkul) ayoo kita istirahat.
Aku buka pintu kamar dan membawa Yena masuk. Yena berjalan masuk, aku menutup pintu dan mengikutinya. Aku memeluknya dari belakang.
Jonathan: kamu ingin kemana hari ini? Besok aku harus bekerja aku akan sangat sibuk.
__ADS_1
Yenako: kita di rumah saja. Aku ingin bersamamu hari ini.
Jonathan: hmmm.. apa maksud perkataanmu sayang. Jangan menggodaku.
Yenako: jangan berlebihan sayang, (melepas tangan Jonathan dari perutnya, dan berbalik) ayo kita istrirahat dulu. Aku sangat lelah.
Jonathan: ayo, aku akan temani.
Aku dan Yena naik ke atas ranjang. Aku medekap Yena, Yena tertidur dalam pelukanku. Aku mencium lama keningnya. Aku menutup mataku dan diam diam menangis. Air mataku mengalir membasahi wajahku.
Aku terus memikirkan bagaimana melindungi keluaragaku. Istriku, papa mamaku, kakak kakakku. Aku tidak ingin mereka tenggelam dalam kehancuran.
Aku sudah menyuruh Brian untuk pergi ke Jakarta dan mamatau kondisi disana. Sedang Hendy, aku suruh menjaga papa dan mama di mansion. Aku juga mengirim orang mengawasi kakakku Jeni, meski harus sembunyi sembunyi.
Ponselku bergetar. Aku meraihnya, ada pesan masuk dari Brian.
"Tuan, harga saham perusahaan Luiso Anjlok. Semua investor menarik saham dan meminta ganti rugi. Tuan dan nyoya kondisinya tidak baik, tuan muda tidak bisa dihubungi."
~~
"Ambil alih semua saham Luiso menjadi milik JL Grub. Ganti kerugian Semua investor menggunakan uang pribadiku. Tutup kantornya, berikan pesangon untuk seluruh pegawai dan staf, sesuai prosedur. Bilang pada Darwin, ini jalan satu satunya! Jangan beritahu soal Deren pada kakakku Jesi!!"
(Kirim)
~~
"Tapi tuan, akan membutuhkan uang dalam jumlah yang banyak. Apa tuan yakin?? Kita harus membayar sekitar 300Milyar Rupiah. Dan 20 juta dollar Amerika untuk investor asing"
~~
"Tidak penting berapa banyak uang!! Yang terpenting keselamatan keluargaku!! Jika urusanmu cepat bawa kakakku dan iparku ke Inggris. Disana juga berbahaya.
(Kirim)
~~
__ADS_1
Baik tuan, saya akan selesaikan secepatnya.
~~
Masalah mulai timbul, sepertinya aku harus bergerak cepat. Aku memeluk Yena erat erat. Aku berat meninggalkannya. Tapi ini harus aku lakukan. Aku perlahan menarik tanganku dan bangun, aku beranjak dari ranjang.
-Yena maaf, aku harus pergi hari ini. Jaga dirimu sayang. Jangan menungguku pulang. Pekerjaanku banyak, aku akan menghubungimu jika senggang.
I LOVE YOU-
"JL"
Aku menulis sebuah pesan dan aku tinggalakn di sampingnya. Aku perlahan mencium kilas bibir Yena. Aku emngambil mantelku dan pergi meninggalkan kamar.
Dibawah aku berpesan pada semha pelayan dan penjaga. Tidak boleh ada yang keluar. Jika ingin keluar rumah aku menyuruh mereka berganti pakaian biasa, bukan baju pelayan. Dan melarang merka bicara dengan orang asing. Aku menyuruh mereka tidak mengatakan jika mereka adalah pelayan. Mereka mengangguk dan mengerti.
Aku meninggalakan uanga cash untuk kebutuhan. Aku serahkan kepada kepala pelayan. Aku bicara padanya empat mata.
"Tuan, uang ini sangat banyak"
Jonathan: Bibi Marry, bibi sudah lama ikut denganku. Aku akan pergi keluar kota selesaikan pekerjaan. Aku percaya padamu.
Marry: tuan, apa ada masalah?
Jonathan: bibi memang peka.
Marry: aku yang mengasuhmu dari usia 9 tahun Jona (menangis) tentu aku tau dan sangat mengenalmu.
Jonathan: oh bibi, jangan menangis (memeluk) Bibi sudah seperti ibuku sendiri. Maaf aku tsk bisa cerita. Ini akan sangat beebahaya.
Marry: cepatlah kembali Jona. Jangan ada apa apa.
Jonathan: jaga istriku bibi. Temani dia, aku pergi.
Aku pergi meninggalakan bibi Marry di ruang kerjaku. Melihat bibi Marry menangis, hatiku juga sakit. Dia sudah 30 tahun merawatku. Tau segalanya tentangku.
__ADS_1
Langkahku berujung di halaman rumah, aku berhenti dan memandangi sekitar rumahku. Awal peperangan dimulai. Alexander jangan sentuh keluargaku. Akulah lawanmu.
[Selamat Membaca😘]