Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
27.Gelora Cinta


__ADS_3

°•Yena•°


Paman, ciuman ini begitu mengairahkan. Aku tidak bisa menahannya lagi. Aku membalas ciuman paman. Aku menyusuri tiap sudut bibir sexy paman. Aku yang mencium aku sendiri yang merasa aneh.


Tangan paman mulai berkeliaran. Paman meremas bahuku. Paman melepas ciuman dan menatapku. Pama memelukku. Paman mencium bahuku. Paman menjilat telingaku.


Jantungku berdebar, sungguh paman membuat ku merasa geli. Paman meraba lembut punggungku dari balik baju. Tangannya begitu cepat bergerak.


Paman mendorongku dan menindihku, paman menyingkap bajuku dan mencium perutku. Hhhmmmmhh.. ini sangat menggelikan. Paman menanggalkan bajuku dengan cepat. Perlahan mencium lembut leherku, dadaku, perutku. Paman menyusuri tiap inci bagian depan tubuhku.


Paman tersenyum padaku.


Jona: boleh aku melakukannya? Aku tidak ingin membuatku marah Yena.


Apa? Apa paman sedang ijin padaku? Melepas pakaian ku saja tidak minta ijin. Aku tersenyum dan mengangguk.


Yena: lakukanlah paman, lakuakan apa maumu.


Paman melepas pakaiannya. Aku melihat pemandangan indah! Otot otot sexy, dada yang bidang dan otot perutnya, owh.. sungguh Sexy! Love you paman😍. Paman mencium bibirku lembut. Tanganya sudah kemana mana, aku tak peduli lagi.


Ciuman lembut berubah menjadi lumatan. Umh.. desahku, paman menggigit pelan bibirku. Lidahnya meraih lidahku. Mata paman tajam menatapku. Aku mengusap lembut dada bidangnya. Dalam sekejap semua terlepas.


Aku sudah menyerahkan diriku dan hidupku untuk paman. Paman menyatukan tanganya pada tanganku saat melakukannya.


Aaahh.. ini sakit, sangat sakit! Air mataku jatuh. Paman menghentikan gerakanya dan mencium bibirku lembut kilas. Paman menyeka air mataku.


Jona: maaf sayang, tahanlah. Aku tak akan menyakitimu.

__ADS_1


Paman ******* bibirku dan mulai gerakannya lagi. Aku cengkram tengkuk paman. Emmhh!! Suaraku tertahan di mulut. Rasa sakit berubah menjadi kenikmatan. Paman melepas lumatannya, gerakan paman membuatku terus mendesah.


Entah sudah berapa kali paman membolak balik tubuhku, aku tak peduli. Yang aku rasakan hanyalah kenikmatan. Paman mencengkram kuat bahuku. Paman sudah berada dipuncak kenikmatannya. Paman mencium keningku kilas, paman memelukku.


Jona: terimakasih sayang, aku mencintaimu.


Yena: paman, aku sungguh lelah! inikah yang dirasakan semua wanita yang telah menikah?


Jona: hahaha (tertawa) tidurlah, aku akan memelukmu. Selamat tidur sayang.


Yena : selamat tidur paman. Aku mencintaimu.


Aku sudah tidak tahan lagi, badan ku terasa sakit semua. Mataku berat. Aku menutup mataku dan terlelap tidur dalam pelukan paman.


Hari berikutnya..


Aku merasa sesuatu menerpa wajaku, aku membuka mata perlahan, silau sekali. Emmhhh...


Aku mendengar suara pintu, aku melihat ke arah pintu. Aku melihat paman berjalan kearahku membawa nampan dan tersenyum.


Jona: pagi sayang, (mencium kilas bibir Yena) mandilah, aku akan siapkan baju gantimu. Kita sarapan lalu jalan jalan.


Yena: pagi paman mesum (menggoda)


Jona: hei, mesum pada istrinya sendiri tidak masalah kan? Ayo cepat mandi, atau mau aku mandikan? Jika aku mandikan, aku tidak jamin akan baik baik saja (menggoda)


Yena: oke oke, aku mandi. Hmm.. dasar paman!

__ADS_1


Aku turun dari ranjang aku melihat warna merah pada seprei ranjang, haih.. hilang sudah!!


Jona: lihat apa? Aku akan betanggung jawab nona cantik (menggoda)


Yena: paman, jangan menggoda lagi.


Aku berjalan perlahan dengan membawa selimut. Aduh, ini sakit.. aku merasa semua badanku sakit. Aku membuka pintu kamar mandi dan masuk ke dalam.


Aku melihat bak mandi yang sudah terisi air. Paman sudah siapkan semua ini untukku? Aku menyalakan shower, membilas badanku. dan berendam dalam bak mandi. Airnya hangat. Paman begitu peduli padaku. Aku merasa nyaman setelah berendam.


Aku melihat pintu kamar mandi terbuka, paman melihatku dari jauh.


Jona: kamu butuh sesuatu? Sudah berapa lama berndam, ayo capat nanti kamu sakit.


Yena: iya paman, paman tunggu saja aku akan segera selasai.


Jona: oke,(menutup pintu)


Aku keluar dari bak mandi dan mengambil sabun, hmm.. banyak sekali tanda dari paman, untung tidak ada dileher atau ditempat yang terlihat. Aku membilas tubuhku dengan air di shower, aku mengambil shampo dan mencuci rambutku. Aku membilas bersih tubuhku.


Rasanya sangat segar. Aku mengambil handuk dan mengeringakn tubuhku. Aku melingkarkan handuk menutipi tubuhku dan membawa handuk kecil untuk mengeringkan rambut. Aku keluar dari kamar mandi.


Aku langsung berganti pakaian. Aku mendekati paman yang duduk disofa. Aku duduk disamping paman, paman meraih handuk dikepalaku. Paman membantu mengeringkan rambutku.


Jona: makanlah roti isimu. Aku akan keringkan rambutmu. Dimana pengeringnya?


Yena: ada dalam koper di tas kecil warna merah.

__ADS_1


Aku melahap roti isiku. Aku melihat paman kembali membawa pengering rambut. Aku menyuapi paman roti isi ditanganku. Paman memakannya dengan lahap. Paman mulai mengeringkan rambutku. Tangannya menyentuh kepala ku lembut. Aku sangat senang. Paman begitu perhatian. So sweet🥰


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2