
°•Yena•°
Hmmmm... angin yang menerpa wajahku. Aku melihat pemandangan indah. Indah pantai nya indah wisatawan nya. Hahaha..
Aku berjalan perlahan menyusuri pantai, beberapa turis bersiul menggoda. Hmm, mereka tidak tau aku dijaga oleh singa? Aku tak peduli dan terus berjalan. Ada seorang wisatawan asal korea, mereka meinta bantuan menambil foto. Aku dengan senang hati membantu.
Pasangan ini serasi, satu cantik satu lagi ganteng. Membuatku iri saja. Aku mengambil beberapa gambar, gambar terakhir mereka berciuman, uuhh.. paman, aku merindukanmu.
Mereka tersenyum dan berterimaksih padaku, mereka berjalan melewatiku. Si pria mengedipka satu mata padaku. Aku merasa aneh. Astaga.. sudah ada pasangan mata masih tidak bisa dikendalikan.
Aku melanjutkan perjalannku. Aku melihat dari kejauhan sepasang kekasih bertengkar. Si pria menampar wanita. Aku menutup mikutku dengan dua tanganku. Apa ini? Bertengkar di tempat umum?
Si wanita berlari ke arah ku, semakin dekat, semakin dekat, mataku melebar itu Niken temanku. Niken melewatiku, aku langsung menghentikan nya, aku tarik tangannya. Niken berhenti dan berbalik. Dia menatapku.
Yena: Niken?
Niken: Yenako?? Ini kamu??
Yena: iya aku Yena, Niken temanku..
Kami saling berpelukan, aku senang bertemu Niken. Tapi aku juga merasa kasian. Melihat kondisinya. Luka lebam dimana mana. Wajah tangan bahu, aku sampai menangis karena sedih.
Niken: (menyeka air mata) hei, jangan sedih. Aku baik bail saja Yena.
Yena: siapa pria itu? Kenapa kamu dipukul i?
Niken: kita bicara sambil jalan, ayo.. aku akan ceritakan semua padamu.
__ADS_1
Aku dan Niken berjalan beriringan menyusuri pantai. Aku mendengar keluh kesahnya. Aku sangat marah mendengar kekasihnya hanya memanfaatkan uangnya saja. Kekasihnya bekerja sebagai pria panggilan. Niken sering dipukuli jika tidak memberi uang. Niken sudah tidak tahan dan ingin kabur. Si pria justru menjual niken setelah mengambil hal berharga milik niken.
Temanku sungguh malang, aku merasa kasian melihatnya. Untungnya ada seorang pria baik yang menikahinya. Pria itu berasal dari negara yang sama denganku. Dari Jepang. Wah aku senang sekali. Akhirnya Niken menemukan pria yang baik. Sialnya seminggu lalu saat berlibur ke Bali Niken bertemu mantan kekasihnya. Mantan kekasihnya membawa paksa Niken pergi.
Dan saat datang kesini baru bisa melarikan diri, karena disini banyaj orang si mantan tidak bisa berbuat apa apa.
Yena: hubungi suamimu, dia pasti mencarimu.
Niken: ponselku hilang.
Yena: pakai punyaku. Kita cari kantor polisi dulu, agar aman.
Niken: iya Ye.
Aku dan Niken berjalan meninggalkan pantai, kami mencari kantor polisi atau pos pengamanan terdekat.
Yena: Niken, ayo itu ada pos keamanan. Kita bisa kesana dan kamu bisa menghubungi suamimu. Setidaknya disana kita akan aman karena ada beberapa polisi.
Kami menunggu, polisi menyuguhkan kami minum dan meminta beberapa informasi dari kami. Aku mendapat pesan dari paman. Aku khawatir dia mencariku. Ternyata dia masih ada urusan dengan Brian. Aku memberitahu paman jika aku bersama dengan temanku Niken.
"Sayang, kamu oke?"
Aku mendengar suara yang tak asing. Sepertinya aku kenal. Aku menatap sumber suara. Benar saja, dia kakak sepupuku. Mashito Kimoro.
Yena: kakak.
Mashito: Yenako. Kamu?
__ADS_1
Niken: kalian saling kenal? (Bingung)
Yena: dia kakak sepupuku Ken.
Niken: sungguh? Aku ridak menyangka itu.
Mashito: kalian saling kenal?
Yena: istrimu dan aku teman saat SMA.
Mashito: ah, teman baiknya ternyata kamu.
Yena: bawa Niken ke rumah sakit kak, aku akan kembali menemui suamiku.
Mashito: biar aku mengantarmu.
Yena: tidak, istrimu lebih penting. Aku bisa sendiri. Simpan nomorku ya, kabari aku tentang keadaan Niken.
Niken: biar Mashito mengantarmu Yena.
Yena: tidak tidak, kalian pergilah ke rumah sakit. Polisi sudah memebantu mencari pelakunya. Aku sudah berikan keterangan tadi. Byee.. aku pergi dulu
Mashito: salam untuk suamimu. (Memeluk kilas)
Yena: baik, jaga dirimu Niken(tersenyum)
Aku pergi meninggalkan Niken dan kak Mashito. Aku senang tapi juga bingung, semudah itu kah paman Yoshito menerima niken? Apa kakak Mashito menikah diam diam? Karena seingatku kakak Mashito sudah dijodohkan dengan anak teman paman.
__ADS_1
Ah sudahlah, aku tidak peduli urusan mereka. Aku lebih baik kembali menemui paman tampan. Sudah cukup jalan jalan unruk hari ini, aku ingin kembali ke Villa.
[Selamat Membaca😘]