
°•Jonathan•°
Aku sangat terkejut mendengar Yena mengandung. Aku senang. Aku akan jadi ayah. Mataku terasa panas, air mataku menetes dengan sendirinya. Aku sangat senang. Aku akan punya anak.
Yena menyeka air mataku, aku merindukan sentuhannya. Aku sangat rindu. Yena memelukku erat. Yena menangis.
Yena: aku merindukanmu paman.
Jonathan: aku juga merindukanmu Yena.
Yena: aku sedih, kenapa paman menghindariku?
Jonathan: maaf sayang, maafkan aku, aku tidak bermasud seperti itu.
Yena: aku cemas saat tau paman terluka, aku sangat khawatir.
Jonathan: maaf sayang, aku membuatmu menangis.
Yene melepas pelukannya. Dia menatapku dalam. Yena tersenyum cantik. Yena meraba lembut wajahku.
Yena: Aku senang bisa bertemu denganmu lagi sekarang.
Aku memegang tangan Yena dan mencium kedua punggung tangan Yena.
Jonathan: Aku mencintaimu Yena.
Yena: aku juga mencintaimu (mencium kilas kening Jonathan)
Yena: kamu menyimpan laporan medismu??
Jonathan: ada di laci.
Yena langsung membuka laci dan mengambil laporan medisku. Yena mulai membaca, aku terus memandanginya istriku terlihat lebih cantik.
Yena: aku akan menyembuhkanmu paman. Aku punya teman ahli di bidang ini. Aku melihat ini tidak terlalu serius untuk pria kuat sepertimu.
Jonathan: benarkah? Ricardo bilang ini parah.
Yena: hahahaha.. (tertawa) Ricardo hanya menggertakmu sayang. Sebenarnya tidak tergolong fatal. Hanya beberapa syarafmu tidak berfungsi dengan baik. Itu yang menyababkan kakimu mati rasa. Dan kemungkinan besar akan mengalami kelumpuhan, tapi bisa diatasi.
Jonathan: sungguh??
Yena: kamu tidak percaya padaku?
Jonathan: aku percaya, jadi dimana temanmu itu??
Yena: dia di Jerman.
Jonathan: wow, ini kebetulan yang unik. Ricardo juga kesana, dia ingin bertemu seseorang.
Yena: oh sungguh?? Ini kebetulan sekali.
__ADS_1
Yena memeriksa denyut nadiku, dan memeriksa luka lukaku, dengan teliti dia melihat luka lukaku.
Jonathan: sekarang kamu menjadi seorang Dokter cinta? Kamu menyentuh seluruh tubuhku.
Yena: diamlah! Jangan banyak bicara. Aku melihat luka di tanganmu.
Jonathan: oke oke, aku akan diam.
Aku diam, aku menuruti perkataan Yena.
Aku terus melihat Yena. Yena menatapku dan mencium kilas keningku.
Yena: semua baik, aku lega (tersenyum)
Jonathan: jaga kesehatanmu. Jangan terlalu lelah. Ingat sekarang ada anak kita.
Yena: oke.. aku tidak akan lupa.
Pintu kamar diketuk, perawat yang mengantar makanan masuk, perawat menyapa Yena dengan ramah.
"Hallo, pagi Dr. Kimoro?"
Yena: hallo, pagi..
Perawat memberikan makanan Jonathan pada Yena.
"Saya permisi Dokter, mari Tuan. Semoga lekas sembuh"
Jonathan: kamu populer di rumah sakit. Samapai perawat pun mengenalmu.
Yena: tentu saja, tidak hanya perawat aku juga mengenal banyak dokter. Apa paman tau? Ada beberapa dokter muda yang tampan juga disini (menggoda)
Jonathan: jangan menggodaku, aku sedang sakit. Jika tidak..... (terdiam)
Yena: jika tidak apa??
Aku langsung menarik Yena mendekat. Aku mencium bibir Yena dengan gemas. Berani sekali menggodaku saat aku sedang sakit. Sengaja memancingku agar aku cemburu??
Umh.. suara sexy Yena, matanya melebar saat aku menciumnya. Yena membalas ciumanku lembut. Mungkin karena aku sedang sakit. Jika tidak dia pasti sudah melahap habis semua bibirku. Yena melepas ciuman dan tersenyum.
Yena: sudah cukup mesra mesranya. Ayo makan dan minum obat dulu. Lalu istirahat agar cepat sembuh.
Jonathan: baik Dokter. Aku akan menurut (tersenyum manis)
Yena: uuhhh sayangku, kamu maniss sekali.. (menekan pipi Jonathan)
Yena membuka pelapis pelindung kotak makanan, dan membuka tutup kotak makanan. Dia menyendok makanan dan menyodorkan di mulutku. Aku perlahan memakannya. Yena dengan sabar menyuapiku. Aku makan dengan perlahan hingga makanan ku habis. Yena menyiapkan air minum dan obatku.
Jonathan: kamu sudah makan? Saat aku tidak ada, apa makanmu baik?
Yena: sudah makan, ya tentu.. bibi Marry selalu mengingatkan tentang makanku.
__ADS_1
Jonathan: maaf, kamu pasti menderita Yena.
Yena: jangan sembunyikan apapun dariku paman. Aku adalah istrimu. Mau hal baik atau buruk aku pasti akan menerima.
Jonathan: Aku hanya tidak ingin kamu sedih Yena. Maaf..
Aku meminum obatku, Yena menyuruh ku Istirahat. Aku sekarang adalah pasien jadi harus menurut apa kata dokter. Aku beristirahat , aku melihat Yena keluar sari kamarku.
~~
°•Yena•°
Aku keluar dari kamar paman. Aku berjalan kembali ke ruanganku. Aku sedikit tenang, kondisi paman ternyata lebih baik dari yang aku duga.
Aku sampai di ruanganku. Aku masuk dan menutup kembali pintu ruanganku. Aku berjalan ke arah kursi kerjaku. Aku mengekuarkan ponselku dan menghubungi Greck. Greck adalah temanku.
Greck: Hallo cantik, lama tidak mendengar suaramu.
Yena: Hallo Greck, apa kabarmu baik?
Greck: baik, baik, bagaimana denganmu?
Yena: tidak baik, suamiku mengalami kecelakaan dan cidera pada kakinya. Aku akan membawa suamiku padamu. Kamu bisa menolongku kan?
Greck: tentu saja Yenako! Apa yang tidak untukmu. Datanglah, rumah sakitku selalu terbuka untukmu.
Yena: terimakasih Greck. Kamu selalu baik padaku.
Greck: tentu, kamu adalah teman terbaikku Yena. Jangan sungkan. Oh ya, apa luka Erwin parah??
Aku kaget,
Greck hanya tau jika aku berpacaran dengan Erwin, mungkin dia mengira aku juga menikah dengan Erwin. Astaga, ini pasti akan sangat memalukan nanti.
Greck: Hallo Yenako, kamu masih disana??
Yena: ah iya, aku tidak menikah dengan Erwin, Greck. Tapi dengan paman nya Erwin. Nama suamiku adalah Jonathan.
Greck: apa??? Apa kamu serius? Lama tidak bertemu kamu mengejutkanku Yena. Percintanmu sungguh rumit. Kamu mengencani dua pria sekaligus? keponakan dan paman?? Aku tak bisa bayangkan.
Yena: aku akan ceritakan detailnya nanti saat disana oke.
Greck: oke, aku menunggumu Yena, bye..
Yena: Bye..
Aku memutus panggilan. Hahaha.. bahkan Greck pun terkejut. Tentu semua terkejut. Aku pun awalnya juga terkejut.
Lepas dari keponakan, datang pada pamannya. Astaga orang yang tidak tau kejadian sesungguhnya, pasti mengira aku tidak tahu diri.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1