
Yenako menyiapkan bekal makan siang Jonathan. Bibi marry menghanpiri Yenako dan membantu.
Marry: ada lagi yang di butuhkan?
Yenako: tidak bi, tolong jaga Hans. Aku juga sudah pompa asiku. Jika menangis berikan saja. Aku tidak akan lama.
Marry: baik, aku mengerti.
Yenako pergi membawa kotak makanan dan tasnya. Marry tersenyum senang, melihat perhatian Yenako pada Jonathan.
♡♡♡♡♡
JL GRUB
°•Jonathan•°
Akhirnya rapat panjang berakhir. Lelah sekali, aku menyandarkan badanku di kursi kebesaranku. Aku naikan kakiku diatas meja. Aku bermain dengan ponselku, melihat wajah pangeranku. Sangat menggemaskan.
Aku mendengar suara ketukan, seseorang masuk dalam ruanganku. Aku melihat ternyata Hendy.
Jonathan: ada apa?
Hendy: tuan, ada rapat dengan perusahaan Ze Ze. Nona Hariston sudah menunggu di ruang rapat.
Jonathan: astaga aku lupa, berapa lama dia menunggu?
Hendy: 5 menit.
Jonathan: baiklah, ayo pergi rapat.
Aku menurunkan kakiku, dan berdiri, aku meraih jasku dan mengenakannya. Aku berjalan keluar ruangan, menuju ruang rapat. Hendy terus meatapku.
Jonathan: ada apa?
Hendy: hari ini anda terlihat berbeda, terlihat lebih tampan.
Jonathan: benarkah? Aku mengubah sedikit gaya rambutku. Apa terlihat cocok?
Hendy: anda terlihat keren tuan, seperti usia 30 an.
Jonathan: hahaha.. (tertawa kecil) jangan merayuku. Carilah kekasih, agar kamu bisa merayunya.
Hendy: tidak semudah itu tuan. Wanita sekarang susah ditebak.
Jonathan: sabar saja, jodoh tidak akan kemana mana.
Sepertiku, Jodohnya mantan kekasih keponakan. Ck Ck Ck..
Pintu ruangan terbuka, aku masuk dan melihat seorang wanita duduk dikursi. Wanita itu berdiri menyambutku. Aku tersenyum ramah padanya.
"Hallo Tuan, Saya Alicia Hariston"
Jonathan: Jonathan Lewi.
__ADS_1
(Dalam hati Alicia)
Wow, usia 40 tahun setampan ini? Apa kakak tidak salah beri informasi? Kakak pasti menyesal tidak menemui presdir JL Grub. Beruntungnya aku.
Jonathan: maaf nona Hariston, apa anda mendengar saya bicara?
Alicia: iya tuan. Maaf, saya sedikit pusing jadi kurang konsentrasi.
Jonathan: perlu panggil dokter?
Alicia: tidak perlu.
Wanita memang sudah ditebak. Benar kata Hendy. Aku mulai membaca dokumen yang ada di tanganku. Aku meneliti dengan seksama. Tidak ada madalah dan tidak ada hal ganjil.
(Selama Jonathan sibuk membaca, Alicia diam diam menatap Jonathan)
Jonathan menutup dokumen dan membarikan pada Alicia.
Jonathan: aku sudah pelajari. Untuk selebihnya lebih baik aku bertemu langsung dengan presdir atau wakil pressir Ze Ze. Baru bisa tanda tangan kontrak kerja.
Alicia: baik tuan, nanti saya sampaikan.
Jonathan: baiklah, terimaksih atas waktu luangnya nona Hariston.
Alicia berdiri, aku juga berdiri. Kami saling berjabat tangan. Aku mengantar Alicia keluar dari ruang rapat.
Alicia: Tuan Lewi, boleh tidak kita foto bersama? Nanti aku tunjukan pada papaku.
Jonathan: ah iya..
Alicia: (tersenyum) terimakasih tuan.
Jonathan: sama sama, maaf hanya bisa mengantar sampai disini, selebihnya asisten saya yang akan mengantar.
Alicia: baik.
Alicia pergi dengan Hendy. Aku berbalik dan terkejut. Aku Melihat di kejauhan istriku menatapku dengan tatapan setajam pisau. Aku tersenyum, Yenako memasang wajah kesalnya dan masuk dalam ruanganku. Aku berlari mengejar.
Aku masuk dalam ruangan, aku melepas jasku. Aku melihat tas Yena dan kotak makan siang di meja. Tapi tidak menemukan Yena. Aku membuka kamar mandi, dia tidak ada. Aku langsung berjalan ke ruang buku. Aku buka pintu perlahan dan mengintip. Benar saja, sayangku ada di dalam sedang membaca buku dengan posisi berdiri bersandar pada rak buku.
Jonathan: sayang, kamu datang.
Yenako: hmm..
Yena sepertinya kesal, aku mendekatinya aku mengambi buku yang dia baca dan mengembalikan ke rak buku. Yena menatap ku tajam. Dengan cepat aku mencium bibirnya. Yena mendorongku, dan melepas ciumanku.
Yenako: jangan cium cium, aku tidak mood.
Jonathan: apa kamu cemburu?
Yenako: tidak, hanya kesal.
Jonathan: apa bedanya? Kamu kesal karena cemburu kan?
__ADS_1
Yenako: makan siangmu dimeja, lebih baik aku pulang.
Yena melewatiku, aku menarik tangannya dan langsung memeluknya.
Jonathan: jangan marah. Dia hanya klien sayang.
Yenako: klien tapi sedekat itu? (Melepas pelukan)
Jonathan: dia hanya minta foto bersama.
Yenako: aku tidak percaya, dasar paman mesum!
Jonathan: ehmmm.. kamu bilang apa?
Yenako: paman mesum..
Aku langasung mencium bibir Yena, aku merebahkan Yena diranjang dan menindihnya.. Hmmm.. istriku ini dengan mudahnya mengataiku mesum? Aku menyusuri setiap sudut bibirnya. Bibir lembut dan kenyal ini selalu membuat aku hilang kendali. Aku melepas ciumanku dan menatapnya.
Jonathan: aku hanya mesum padamu. Kamu tidak percaya? Perlu aku buktikan?
Yenako: iya iya ampun. Tuan Lewi kasiani istrimu ini, aku baru melahirkan anakmu.
Jonathan: jadi, kamu masih cemburu?
Yenako: tidak, aku tahu kamu hanya mencintaiku, oke?
Jonathan: aku sangat mencintaimu Yena, sangat sangat sangat mencintaimu. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu.
Yena mencium kilas bibirku dan memelukku erat. Aku membalas pelukannya. Aku mencium aroma wangi rambutnya. Aku melepas pelukan dan berbaring disamping Yena. Aku membelai wajah dan rambut Yena. Yena bermain kancing kemejaku.
*Gambar Ilustrsi Jonathan dan Yenako
Yenako: makan siangmu dimeja, cepat makan. Aku harus pulang. Aku meri dukan Hans.
Jonathan: Hei, aku juga masih merindukanmu sayang. Ayo kita pulang bersama setelah makan siang.
Aku mengambil ponsel disaku celana dan menghubungi bibi Marry.
Marry: ya tuan.
Jonathan: hans sedang apa?
Marry: tadi bangun dan menangis, lalu saya beri asi dan sekarang tidur lagi.
Jonathan: tolong jaga Hans bibi. Aku dan Yena akan kembai setelah makan siang.
Marry: baik tuan.
Aku mengakhiri panggilan. Aku menatap Yena, Yena mengembangkan senyum cantiknya. Aku mencium keningnya berulang ulang dan langsung memeluknya. Sejujurnya aku senang jika Yena cemburu. He.. he.. he..
I love you Yenako😘
__ADS_1
[Selamat Membaca😘]
*Gambar hanya Ilustrasi yaa..😘