Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
96.Misi Rahasia


__ADS_3

Raymond datang memeriksa luka Yenako. Mattew pergi meninggalkan mansion karena ada urusan. Saat di periksa, Yenako memberanikan diri berbicara pada Raymond. Karena menurut Yenako, Raymond jauh lebih pengertian dari pada Mattew.


(Dalam hati Yenako)


Kebetulan sekali tidak ada Mattew, aku harus bicara pada Raymond. Semoga Raymond mau membantuku. Jika Raymond mengadu pada Mattew maka misiku akan gagal. Bagaimana ini? Bicara atau tidak? Tapi jika tidak dicoba, tidak akan tahu hasilnya. Aku akan mencoba, apapun hasilnya aku akan terima. Yenako semangat!


Yenako: ehemm.. Ray.. (menatap Raymond)


Raymond: ya, ada apa? (Menatap Yenako)


Yenako: tahukah kamu, aku juga seorang dokter.


Raymond: (terkejut) maksudmu? Kamu sungguh seorang dokter?


Yenako: (mengangguk) tidak ada apa apa. Aku hanya sedang memberitahumu profesiku saja. Sebagai sesama dokter apakah aku boleh minta bantuan darimu? (ragu ragu) Ini mungkin akan sedikit merepotkan.


Raymond: apa yang kamu inginkan?


Yenako: apa kamu pernah ke inggris?


Raymond: tentu saja, aku sering kesana. Aku punya beberapa teman di sana.


Yenako: pernah berkunjung ke rumah sakit pusat A?


Raymon: (mengerutkan dahi) tentu, temanku dokter bedah disana. Kamu bicara soal rumah sakit pusat A, apa kamu mengenal Ricardo. Direktur rumah sakit pusat A?

__ADS_1


Yenako: tentu saja, dia keponakanku.


Raymond: sungguh? Bagaimana bisa? Usia kalian sepertinya jauh berbeda.


Yenako: aku istri Jonathan Lewi. Jonathan Lewi adalah paman dari istri Ricardo.


Raymond menjatuhkan perban ditangannya, matanya melebar, tangannya bergetar.


Yenako: Raymond, ada apa? Apa aku menakutimu?


Raymond: maaf (memungut perban di lantai, Raymond duduk disamping Yenako) kenapa kamu bisa disini?


Yenako menceritakan detail kejadian sebenarnya pada Raymond. Raymond mengangguk sebagai tanda mengerti.


Yenako: begitulah, aku minta bantuanmu mengirimkan suratku untuk Ricardo.


Raymond: baiklah, aku akan bantu. Maaf Yenako, untuk keluar dari sini dengan kondisimu masih belum memungkinkan. Aku berjanji aku akan membantumu keluar dari sini.


Yenako: benarkah? Kamu sungguh baik Raymond.


Raymond: sebenarnya aku juga terpaksa bekerja pada keluarga Alexander. Rumah sakit kami di akuisisi oleh Alexander Grub. Mau tidak mau jika aku ingin bertahan, aku harus bekerja dibawah tekanan Mattew. Karena dia pewaris tunggal Alexander Grub yang berkuasa.


Yenako: (memberikan sebuah amplop) tolong berikan ini pada Ricardo, tidak perlu di jelaskan, Ricardo pasti akan mengerti.


Raymond: (menerima dan menyimpan dalam saku jas) baiklah Yenako, aku akan langsung ke Inggris menyampaikan pesanmu. Aku akan membantumu keluar dari sini. Akupun lelah bekerja dibawah tekanan orang jahat dan kejam.

__ADS_1


Yenako: terimakasih Raymond (tersenyum)


Raymond: sama sama (tersenyum) baiklah, aku sudah ganti perbanmu. Terus minum obatmu. Aku pergi dulu.


Yenako: hati hati Raymond.


Reymond melambaikan tangan dan keluar dari kamar Yenako. Yenako menghela nafas panjang. Yenako merasa senang, akhirnya keinginanya untuk bertemu suami dan anak anaknya akan tercapai. Yenako sudah tidak sabar menantikan pertemuan mereka.


Ditempat lain, Raymond langsung memesan tiket pesawat untuk pergi ke Inggris. Raymond melakukan misi rahasia dari Yenako. Misi menyampaikan surat kepada Ricardo. Raymond berinisiatif memberikan sendiri surat itu kepada Ricardo.


[Selamat Membaca😘]


*Hallo semua, mampir yuk kw novel terbaru saya berjudul


" Marry You "


Baca juga karya karya saya yang lain.


Jangan lupa beri like dan isi kolom komentar ya..


Ditunggu, Terimakasih*


Salam Hangat,,


•Dea Anggie

__ADS_1


__ADS_2