Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
43.Menghindar


__ADS_3

1Minggu Kemudian...


Pemeriksaan sudah dilakukan, Jonathan di pindahkan ke ruang rawat kamar VIP 10.


°•Jonathan•°


Aku membuka mataku perlahan, kepalaku sangat sakit, badanku juga, dan kakiku tidak bisa bergerak? Apa ini?


Aku melihat Ricardo disampingku. Sedang sibuk melihat lembaran kertas.


Jonathan: Ric.. (pelan)


Ricardo: Jona? Kamu sudah sadar? Syukurlah. Kamu akhirnya bangun. Apa yang kamu rasakan?


Jonathan: semua sakit, tapi kakiku? Aku tidak merasakan apa apa.


Ricardo: sabar Jona, tulang kakimu retak cukup parah dibeberapa bagian. Ada beberapa syaraf juga tidak berfungsi optimal. Sementara ini kamu tidak bisa berjalan.


Jonathan: apa ini parah?


Ricardo: menurutku iya, tapi aku akan cari dokter ahli dibidang ini. Kamu sabar ya.


Jonathan: jangan biarkan keluaraga ku melihatku. Minta penjaga menjaga depan kamarku. Hanya Brian dan Hendy yang boleh masuk. Aku tidak ingin siapapun melihatku seperti ini.


Ricardo: tapi.. mereka sudah ingin melihatmu. Saat di ICU keluarga tidak boleh masuk. Kamu tega pada mereka?


Jonathan: jangan membuatku mengulangi kata kata Ric..


Ricardo: baik baik, aku akan langsung cari pengawal. Kendalikan dirimu Jona.


Ricardo terlihat menghubungi seseorang. Aku memalingkan wajahku, ini menyedihkan. Aku lumpuh? Bagaimana bisa aku berakhir seperti ini?


Ricardo: sebentar lagi keamananku datang. Mereka akan menjaga kamarmu.


Jonathan: bagaimana keadaan keluargaku? Ponselku? Dimana?


Ricardo: jangan bermain ponsel, baru sadar sudah mencari ponsel!! Aku akan sampaikan pesanmu pada asistenmu. Soal keluargamu, aku menyuruh mereka pulang, saat kamu di ICU mereka menjagamu.

__ADS_1


Jonathan: sudah berapa lama aku di kamar ini?


Ricardo: baru 2 jam.


Jonathan: baguslah! Belum ada yang melihat kondisiku yang buruk seperti ini. Panggil Brian dan Hendy untukku.


Ricardo: iya, aku keluar dulu. Kamu istirahat lah.


Jonathan: terimakasih Ric.


Ricardo: sama sama, semangat ya!!


Aku menutup mataku kilas. Aku memikirkan Yena. Bagaimana keadaanya? Aku merindukanmu Yena. Tapi aku tidak bisa menemuimu dengan kondisi yang seperti ini. Kamu pasti akan sedih. Aku tidak ingin membuatmu menangis.


♡♡♡♡♡


Sebelum ke rumah Jonathan, Ricardo sudah datang ke mansion Johan. Untuk menyampaikan pesan Jonathan. Johan dan Mayumi terpaksa menerima kemauan Jonathan.


Ricardo lalu pergi ke rumah Jonathan. Di rumah Jonathan, Ricardo bertemu Jesica dan Yena.


(Yena sudah mengetahui kondisi Jonathan. Yena sempat kesal dan menapar Deren berkali kali hingga wajah Deren bengkak. Yena tidak mau melihat wajah Deren lagi. Deren sampai berlutut di depan kamar Yena untuk meminta pengampunan. Semenjak tau Jonathan kecelakaan, Yena mengurung diri dikamar, dan hanya turun disaat makan. Deren terus membujuk agar dimaafkan. Yena tetap gigih tidak ingin memafkan, dan meminta Jesica membawa pergi Deren. Akhirnya Darwin membawa pergi Deren ke mansion Johan. Jesica tetap tinggal menemai Yena.)


Yena: ada apa? Ada kabar apa? Jonathan sudah dipindah?


Ricardo: sudah, tapi Jonathan tidak ingin bertemu dengan siapapun. Dia ingin menenangkan diri. Dia hanya ingin bertemu Brian dan Hendy.


Yena: aku mengerti.


Jesica: Yena, sabar ya..


Yena: ya kak.


Jesica: lalu? Bagaimana kondisinya?


Ricardo: cideranya terlalu serius, aku takut jaringan syarafnya tidak berfungsi dengan baik. Aku akan mencari cara pengobatan yang terbaik.


Yena: terimaksih Ric, kamu membantu merawat suamiku. (Tersenyum)

__ADS_1


Ricardo: maaf Yena, kamu harus bersabar sedikit lebih lama.


Yena: ya, tidak apa Ric.


Jesica: terimaksih Ricardo. Tolong jaga adikku dengan baik.


Ricardo: baik. Aku permisi. Masih ada urusan yang harus diselesaikan.


Jesica: kamu pergilah istirahat Yena, aku akan antar Ricardo keluar.


Yena: ya kak, Ric hati hati ya (tersenyum)


Ricardo: iya Yena, jaga dirimu. (Tersenyum)


Jesica mengantar Ricardo keluar, Yena berdiri dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.


°•Yena•°


Aku tutup pintu kamar dan berjalan perlahan ke ranjang. Aku duduk di tepi ranjang, aku meraih ponselku, aku menghubungi Brian.


Brian: ya nyonya. Ada perintah apa?


Yena: jangan sampaikan pada tuanmu jika aku hamil!


Brian: nyonya..


Yena: aku tau Brian, hanya kamu dan Hendy yang ingin ditemui, sampaikan pada Hendy, jangan buka mulut. Aku akan beritahu secara langsung padanya nanti.


Brian: baik nyonya, kami mengerti.


Yena: jaga tuanmu bail baik, laporakan detail setiap keadaanya. Oke?


Brian: baik nyonya, saya mengerti.


Aku memutus panggilanku. Aku mengehela nafas panjang. Memikirkan Jonathan. Dia berusaha menghindariku? Aku tidak Bodoh paman jelek, aku Yena pasti akan masuk ke kamarmu dan mengejutkanmu!! Tunggulah..


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2