Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
65.Ini Tidak, Itu Tidak


__ADS_3

°•Yenako•°


Dari pagi aku sudah sibuk, sibuk dengan Hans, sibuk juga dengan Jonathan. Beginilah ibu rumah tangga. Sibuk sibuk dan sibuk. Mandi pun tak sempat. Jonathan datang dan melihatku berantakan.


Jonathan: astaga nyonya, lihat dirimu. Rambut acak acakan, pakaian lusuh. Untungnya kecantikanmu tidak hilang.


Yenako: hei, sudah kembali. Rapat sudah selesai?


Jonathan: mandilah, aku yang akan cuci botol dan mensterilnya.


Yenako: tanggung, sebentar lagi selesai.


Jonathan memelukku dari belakang dan mencium pipiku kilas. Dia mengusap lembut rambutku.


Jonathan: kita sewa pengasuh saja bagaimana?


Yenako: tidak perlu, jika pengasuhnya lebih cantik dariku, kamu akan tergoda.


Jonathan: (tersenyum) hei.. mana ada seperti itu? Hanya kamu satu satunya wanita yang aku cintai.


Yenako: hmm.. so sweeet.


Aku melepas tangan Jonathan dan berbalik. Aku mencium kilas pipi Jonathan. Aku mengembangkan senyumku.


Jonathan: ada undangan pernikahan, kita harus hadir.


Yenako: lalu Hans?


Jonathan: hmm.. iya, bagaimana ya? Bibi Marry sedang cuti panjang. Apa kita titipkan pada mama saja?


Yenako: ide bagus, mama dan papa pasti senang.


Jonathan: tentu, dia senang melihat cucunya datang.


Jonathan tiba tiba menggendongku. Astaga, untung di rumah sepi. Semua pelayan membersihkan gudang dan halaman belakang rumah. Jonathan membawaku masuk dalam kamar mandi. Dia meninggalkan aku dikamar mandi. Dia kembali dengan membawa handuk.


Jonathan: ayo mandi.


Yenako: mandi bersama?


Jonathan: tentu saja, sudah lama tidak mandi bersama bukan?


Yenako: tapi..


Jonathan: tapi apa? Aku tidak akan macam macam sayang.


Yenako: baguslah. (Tersenyum)


Aku dan Jonathan mandi bersama, dia menggosok punggungku lembut.


Jonathan: kamu jadi ke jepang?


Yenako: ya.. ingin pulang 2 bulan lagi. Seminggu sebelum ulang tahunku. Jika kamu sibuk, kamu tidak perlu ikut. Aku dan Hans bisa berangkat sendiri.


Jonathan: aku tidak akan biarkan kamu pergi sendirian sayang.


(Dalam hati Jonathan)


Aku tidak akan biarkan kamu sendirian sayangku. Pamanmu sangat berbahaya. Ingin aku mencegahmu, tapi aku takut kamu kecewa. Aku akan menjagamu. Aku akan melindungimu. Aku akan menyusun rencana mulai dari sekarang.


Yenako: sayang, Sudah belum?


Jonathan: sudah, ayo kita harus cepat.


Aku dan Jonathan menyelesaikan mandi kami dengan cepat. Selesai mandi Jonathan membungkusku dengan handuk dan menggendongku keluar kamar.


Ponsel Jonathan berdering..

__ADS_1


Jonathan: siapkan baju ku, aku akan angkat telepon dulu. (Mencium kilas kening Yena)


Aku membuka lemari dan meyiapkan pakaian ganti Jonathan di atas ranjang. Aku membuka lemariku. Aku berfikir ingin pakai gaun apa untuk pesta. Hmmm.. mana yaa.. cup.. cup.. suara kecupan Jonathan yang mendarat di tengkuk dan punggungku. Tangan kekar nya melingkar diperutku.


Jonathan: ada apa?


Yenako: bingung mau pakai apa? Jasmu suka tidak? Kamu pilih sendiri saja.


Jonathan: apapun yang istriku pilih, aku akan pakai. Aku mencintaimu (mencium kilas pipi Yena)


Yenako: pilihkan gaun untukku juga.


Jonathan: baiklah (melepas pelukan)


Jonthan sibuk memilih gaunku. Sesekali dia menggeleng. Dia sangat lucu.


Jonathan: apa tidak ada gaun yang tertutup? Semua gaunmu bagian depan terbuka. Aku tidak suka.


Yenako: yang merah itu saja.


Jonathan: no!! Itu sangat terbuka sayang. Kamu tidak lihat? Aku akan kehilanganmu nanti.


Yenako: yang biru?


Jonathan: tertutup tapi paha mulusmu akan terlihat karena bagian dalam sangat minim. Dan bagian luar transparan.


Yenako: yang kuning?


Jonathan: tidak tidak, itu terlalu ketat.


Yenako: yang hitam?


Jonathan: yakin mau pakai? Belahan bawahnya?


Yenako: ini tidak, itu tidak. Lebih baik tidak pakai baju saja.


Yenako: baiklah, bawa sini akan aku pakai.


Jonathan mengambil gaun dan memberinya padaku. Aku langsung buka handukku dan mengenakan gaun itu. Aku bercermin. Ini tidak buruk.


Jonathan: istriku mau pakai apa saja selalu cantik. Mau pakai pakaian kusut pun tetap cantik.


Yenako: jangan menggoda. Cepat ganti.


Aku duduk di meja rias. Memakai pelembab wajah. Dan eyeliner. Sedikit polesan lipstick. Begini saja sudah cukup. Aku memang tidak suka make up. Menyisir rambutku dan membiarkan rambutku terurai menutupi punggungku yang terbuka.


(Dalam hati Jonathan)


Pasti akan banyak yang memperhatikan. Istriku begitu cantik bahkan tanpa make up.


Yenako: kenapa melihatku?


Jonathan: kamu sangat cantik sayang. Aku jadi ingin mengurungmu di rumah.


Yenako: hahaha.. (tertawa kecil) sudahlah, ayo berangkat.


Jonathan memakai sepatunya, begitu juga aku. Aku menggendong Hans, Jonathan membawa perlengkapan Hans. Kami keluar kamar menuju halaman mansion. Aku masuk dalam mobil diikuti Jonathan. Mobil meluncur menuju mansion keluarga Lewi.


♡♡♡♡♡


Mansion Keluarga Lewi


Jonathan dan Yenako keluar dari mobil dan berjalan masuk ke mansion. Jesica menyambut.


Jesica: Hello baby Hans.. bibi merindukanmu. (Menggendong Hans)


Jonathan: kak, mama ada?

__ADS_1


Jesica: ada didalam ruang kerja papa.


Jonathan dan Yenako berjalan menuju ruang kerja. Jonathan mengetuk pintu. Dan membuka pintu perlahan.


Mayumi: sayangku... (tersenyum)


Jonathan: ma.. pa.. (memeluk kilas papa dan mamanya)


Yenako: papa mama (memeluk kilas Johan dan Mayumi)


Mayumi: ada apa?


Jonathan: aku mau menitipkan Hans ma. Aku dan Yena akan menghadiri pernikahan. Papa dan mama tidak sibuk kan?


Mayumi: tentu tidak.


Johan: kalian bisa pergi, kami akan jaga Hans.


Mayumi: sayang, ayo lihat pangeran kita.


Johan: ya.. ayo


Johan dan Mayumi berjalan keluar ruang kerja diikuti Jonathan dan Yenako. Mayumi menggendong Hans, Johan sangat senang melihat cucunya. Senyum Jonathan mengembang.


Jonathan: pa.. ma.. kak.. aku dan Yena pergi dulu. Kami mungkin akan pulang malam. Karena harus menghadiri jamuan makan malam juga.


Jesica: pergilah. Baby Hans aku yang jaga.


Yenako: terimakasih kak


Jesica: sama sama cantik. Kamu sangat cantik Yena.


Yenako: kakak, jangan menggodaku.


Jonathan dan Yenako pergi meninggalkan mansion. Mereka naik kedalam mobil dan pergi.


Tidak berselang lama Derenwin dan Felicia datang. Mereka turun dari mobil dan masuk dalam mansion.


Derenwin: wah siapa ini yang datang. (Melihat Hans di gendongan Jesica)


Jesica: bersihkan tangan kalian dulu.


Derenwin: oke ma. Ayo sayang.. (menarik tangan Felicia)


Derenwin dan Felicia berjalan kedapur untuk cuci tangan. Beberapa saat kemudian kembali. Derenwin langsung menggendong Hans. Derenwin menciumi Hans karena gemas.


Derenwin: ma, aku bawa ke kamarku ya.


Jesica: ya, hati hati.


Derenwin dan Felicia berjalan menuju kamar Derenwin. Felicia begitu gemas melihat pipi Hans yang mengembang. Didalam kamar Derenwin meletakan Hans perlahan diranjang. Felicia mencium pipi Hans kilas.


Derenwin: lucu kan?


Felicia: iya lucu. Aku jadi gemas.


Derenwin: kita juga akan punya nanti. (Memeluk Felicia dari belakang)


Felicia: hmmm... (fokus pada Hans)


Derenwin: aku mencintaimu sayang.. (berbisik)


Felicia: Deren sudah, jangan menggodaku.


Derenwin melepas pelukan dan mencium kilas pipi Felicia. Derenwin tidur disamping kanan Hans, begitu juga Felicia tidur disamping kiri Hans. Deren dan Felicia saling memandang. Deren memegang erat tangan Felicia. Sesekali Deren mencium punggung tangan Felicia. Felicia tersipu wajahnya merona.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2