
Peringatan!!!
Hanya untuk usia 21+ yaa..
Harap di skip bagi yang dibawah umur..
Terimakasih.....😘
°•Jonathan•°
Aku sengaja menitipkan Hans pada bibi Marry. Aku hanya ingin berduaan saja dengan sayangku Yenako. Ya.. pikiran kotor paman tua ini sudah berkeliaran kemana mana.
Aku masuk kedalam kamar dan menngunci pintu. Yenako keluar dari kamar mandi dan menatapku.
Yenako: sayang, mana Hans? Kamu bilang akan mengambilnya dari kamar bibi Marry.
Jonathan: Hans tidur, bibi Marry juga. Biarkan saja.
Yenako: eh, mana bisa begitu. Kasian bibi Marry. Aku akan bawa Hans kembali.
Yenako berjalan melewatiku. Aku dengan cepat menariknya dan mendorongnya ke ranjang. Yenako kaget, matanya melebar.
Yenako: hei.. apa yang kamu inginkan paman tua?
Jonathan: ingin memakanmu..
Yenako: (tersenyum) oh ya.. kamu merindukanku?
Jonathan: sangat rindu sayang, aku merindukanmu setiap waktu.
Yenako mencium kilas pipiku,
Cup...
Yenako: aku juga sangat merindukanmu sayang. Aku mencintaimu..
Kata kata yang manis, hmmmm... dasar Yenako. Aku mendekat dan menciumi wajahnya, keninganya, dua matanya, kedua pipinya, hidungnya, dagunya, dan ******* bibir indahnya.. ummhh!! Suara sexy Yenako, saat aku meremas dadanya. Gaun tidurnya transparan membuatku mslihat jelas lekuk tubuhnya. Sungguh wanitaku sangat menggoda.
__ADS_1
Tanganku bsrkeliaran kemana mana, dengan waktu singkat sudah mampu menanggalkan semua yang dipakai Yenako. Yenako hanya pakai sepasang bikini renda warna hitam dan gaun tidur transparan berwarna merah muda. Dengan kulit putihnya. Mata mana yang tidak akan lepas dari kelopaknya.
Aku meremas bahu Yenako menciumi lehernya, aroma wangi yang khas. Dari awal sampai sekarang Yenako menyukai aroma bunga sakura. Memang khas wanita Jepang. Ciumanku membawaku menjelajahi setiap kulit halus mulusnya. Kulitnya begitu kenyal. Aku meninggalkan beberapa jejak bekas ciuman.
Yenako merangkulku, dia meraba wajahku. Oh no!!! Sang ratu beraksi!!! Yenako menciumi leherku dan menjilat telingaku, Yenako meniup telingaku lembut. Sial... wanita ini mencoba menggodaku. Aku menatapnya, dia tersenyum cantik dan mengedipkan satu matanya. Sungguh genit, aku menciumnya lagi. Lagi dan lagi..
(Dalam hati Yenako)
Ahh.. paman satu ini, selalu membuatku berdebar. Jantungku ingin loncat keluar. Ini sama seperti saat malam pertama kami. Dia membuatku mengenang saat saat manis itu lagi?? hmmm.. aku sungguh tidak tahan lagi, ini mmebuatku gila.
Aaaahhh...
Yenako mendesah saat aku melakukan gerakan pertamaku. Aku bergerak perlahan lahan.
Eeeemmmhh!! Aaahh!!..
Yenako mencengkram bahuku kuat.
Jonathan: keluarkan suaramu sayang, aku merindukan suara sexymu..
Jonathan: tahanlah, kita lakukan bersama sayang.
Aku menyatukan tangaku dengan tangan Yenako, aku menghentikan gerakanku dan menciumi leher Yenako, semakin turun dan turun. Aku bertemu sesuatu milik Yenako. Hmmmm... aku meremasnya perlahan, aku ingat ini milik Hans anakku. Jadi aku akan melewatinya. Yenako menggeliat seperti cacing. Aku kembali mencium bibir Yenako. Aku malanjutkan gerakanku. Umh!! Umh!! Mmm.. suara Yenako tertahan saat aku mempercepat gerakanku.
Hhhhhhhhmmmmhhhh!!
Akhirnya aku sudah mencapai batasku. Aku berakhir dengan memeluk istriku.
Jonathan: temani aku berendam mau tidak?
Yenako: ya tentu harus mandi lagi..
Aku tersenyum, aku menggendong Yenako masuk dalam kamar mandi. Sekian lama tidak mandi bersama. Aku menggosok lembut punggungnya, aku melihat banyak bekas ciumanku dipunggung gingga pinggangnya, aku membalik badan Yenako dan kaget, bekas yang sama dari dada hingga perut, bahkan ada dipaha juga. Astaga Jonathan! Apa kamu ini kerasukan? Ini memalukan.
Yenako: kamu sungguh luar biasa sayang. Bekasmu membuatku malu tidak bisa bertemu orang lain. Bagaimana saat aku mengusui Hans dan ada yang melihat?
Jonathan: pompa saja.. apa perlu aku bantu?
__ADS_1
Yenako: dasar mesum! Kamu harus bertanggung jawab sayang, bekasmu snagat banyak. Aku tidak akan bisa pakai pakaina terbuka.
Jonathan: maaf.. aku tidak bisa mengendalikan diriku sayang, aku sangat merindukanmu.
Yenako: hmmm.. apa ini hal manis yang kamu maksud?
Jonathan: bukan hanya ini.. ayo, kita sudag selesai.
Aku memberikan handuk pada Yenako, Yenako mengeringkan tubuhnya dan membalutkan handuk di tubuhnya lalu keluar kamar mandi. Begitu juga aku. Aku menarik semilut diranjang dan melemparnya ke lantai. Selimut itu kotor. Aku membuka lemari dan berganti pakaian. Begitu juga Yenako. Dia menggunakan piama longgar.
Jonathan: duduklah, aku akan berikan kamu sesuatu.
Yenako menurut dia duduk ditepi ranjang, aku membuka laci dan memberikan kotak kecil berwarna merah pada Yenako. Yenako menerimanya dan tersenyum.
Yenako: terimaksih sayang, apa ini?
Jonathan: bukalah.
Yenako: (membuka) wow.. ini cincin berlian, untukku?
Jonathan: tentu, ada ukiran namamu di cincin itu. Tentu saja itu milikmu. Dan ini.. (memberikan setangkai mawar merah)
Yenako: (menerima) terimakasih sayang.
Yenako langsung memelukku. Dia sangat senang. Aku mengeratkan pelukanku.
Jonathan: sebenarnya ini adalah hadiah ulang tahunmu saat itu Yenako.
Yenako: tidak masalah sayang, memberikan sekarang juga tidak apa apa, aku suka terimakasih.
Jonathan: i love you ..
Yenako: i love you too..
Aku melepaskan pelukanku, aku mencium kilas kening Yenako dan bibir Yenako. Aku meraba lembut wajahnya. Yenako menggenggam tanganku yang ada diwajahnya dan tersenyum cantik.
[Selamat Membaca😘]
__ADS_1