Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
66.Misteri


__ADS_3

°•Jonathan•°


Aku dan Yenako sudah sampai di lokasi pernikahan. Banyak undangan yang hadir. Tentu semua tamu penting. Yenako merangkul lenganku. Aku menatap Yenako, dan dia tersenyum cantik. Jantungku berdebar kencang. Deg deg deg.. suara detak jantungku. Aku sakit jantung sepertinya. Senyum Yena sungguh seperti sihir.


Kami berjalan perlahan menemui kedua pengantin. Saat aku dan Yena berjalan, semua mata memandang ke arah kami. Seolah kami lah yang menikah.


"Lihat, itu presdir JL tampan sekali"


"Istrinya kah? Ternyata istrinya sangat cantik"


"Pasangan serasi"


Aku mendekati pasangan pengantin dan memberi selamat.


Jonathan: selamat atas pernikahan kalian.


"Terimakasih tuan dan nyonya Lewi, berkenan hadir"


Jonathan: selamat tuan, atas pernikahan putramu.


"Terimakasih, ayo nikmati pestanya"


Jonathan: baik, terimakasih.


Aku menggandeng Yena untuk duduk dan menikmati hidangan. Aku duduk disampingnya Yena.


"Hallo presdir JL"


Suara seorang pria, aku melihat sumber suara.


"Saya Andreas Hariston"


Jonathan: (berdiri) hallo tuan Hariston. (Tersenyum)


" bisa minta waktunya, ada beberapa teman saya ingin bertemu"


Jonathan: baik (tersenyum)


Aku berbisik pada Yena.


Jonathan: sayang, aku pergi sebentar jangan kemana mana. Jaga jarak dengan pria asing.


Yena menganggukan kepala pelan dan tersenyum. Aku berjalan mengukuti tuan Hariston. Aku berharap istriku tidak digoda pria pria yang ada di sini. Aku khawatir pada Yena, tapi jika aku menolak ajakan tuan Hariston mereka akan menggunjingku sebagai seorang yang sombong. Sudahlah.. aku percaya Yena juga bukan wanita lemah. Wanitaku dangat hebat.


°•Yenako•°


Aku bosan, Jonathan pergi entah kemana.


Aku duduk diam dan melihat sekitar. Mataku menelusuri dekorasi dan keramaian pesta, sampai pandanganku berhenti pada satu titik dimana aku melihat pamanku Yoshimo. Aku membuka lebar lebar mataku. Benar itu adalah pamanku.


Dia pergi dengan seseorang aku berdiri dan mengikuti perlahan. Aku terus mengikuti diam diam. Mereka berjalan ke arah samping paviliun. Aku menempel di dinding dan mengintip. Aku terkejut, paman bertemu Yamato. Aku mendengar percakapan mereka.


~~


Yamato: bagaimana paman?


Yoshimo: Mudah mencari konesi disini. Tidak akan sulit menjatuhkan pesaingmu.


Yamato: paman, terimakasih banyak.


Yoshimo: dan ya, taukah kamu jika ada musuh besar keluarga Lewi? Mereka adalah keluarga Alexander. Kamu bisa dapatkan informasi yang lebih akurat tentang Jonathan.


Yamato: yo paman, paman terlalu jahat. Ingatlah Yenako adalah keponakanmu. Jika suaminya tiada dia akan jadi janda.


Yoshimo: mudah saja. Dia bisa menjadi istrimu. Kamu tidak mau?

__ADS_1


Yamato: hmm.. paman tau saja seleraku.


~~


Aku kaget,aku menutup mulutku dengan tanganku. Aku bergegas pergi. Dijalan aku menabrak seseorang.


"Yena"


Aku melihat,


Yenako: Ricardo.. kebetulan ada kamu.


Aku menarik lengan Ricardo agar aku bisa menjangkau telinganya, aku berbisik, aku beritahu Ricardo apa yang aku dengar. Ricardo berlari ketempat yang aku tunjukan. Dia menganggukan kepala dan memberi isyarat tangan agar aku pergi.


Aku berjalan perlahan. Aku cemas, panik, gelisah. Apa rencana paman sebenarnya. Paman membantu Yamato untuk menjatuhkan Jonathan? Aku merasa sesuatu menyentuh tanganku. Aku memalingkan wajahku.


Yenako: sayang..


Jonathan: hei, tanganmu berkeringat? Ada apa?


Yenako: apa kita bisa pulang? Aku akan ceritakan dirumah.


Ricardo datang dengan berlari kecil, nafasnya naik turun. Ricardo mengatur nafasnya.


Jonathan: ada apa?


Ricardo: (berbisik di telinga Jonathan) kamu mengerti?


Jonathan: ayo lebih baik kita habas di tempat lain.


Yenako: ada apa?


Jonathan: tidak ada hal penting sayang. Jangan cemas. (Tersenyum)


Jonathan: masukalah, aku ada urusan dengan Ricardo.


Yenako: aku tidak bisa ikut?


Jonathan: sayang, kamu dirumah saja menjaga Hans. Nanti aku hubungi. Oke?


Yenako: tapi aku takut terjadi sesuatu denganmu.


Jonathan: tidak akan. Aku janji padamu.


Yenako: sungguh?


Jonathan: (memeluk) percayalah sayang. Aku akan baik baik saja.


Yenako: jangan terluka lagi, jangan buat aku khawatir.


Jonathan: (melepas pelukan) jangan beritahu papa dan mama atau siapapun apa yang kamu dengar hari ini. Saat aku kembali aku akan ceritakan semua.


Aku mengangguk pelan, Jonathan mencium bibirku lembut. Jantungku berhenti berdetak kenapa aku jadi takut, perasaanku campur aduk. Air mataku mengalir. Jonathan melepas ciuman dan menyeka air mataku, dia mencium keningku kilas.


Jonathan: aku akan kembali secepatnya. Jangan cemaskan aku. Jaga Hans baik baik.


Yenako: baiklah, jaga dirimu dan juga Ricardo.


Jonathan tersenyum manis, aku memeluknya lagi. Aku tidak ingin dia pergi.


Jonathan: sayang, ayolah. Waktuku tidak banyak. Aku bukan kaisar yang ingin pergi berperang. Kamu harus percaya padaku.


Yenako: (melepas pelukan) baiklah, aku percaya padamu.


Aku turun dari mobil, aku melihat Jonathan melesat pergi dengan mobilnya. Semoga tidak akan ada masalah. Aku masuk dalam mansion. Aku berjalan menuju kamar mama dan papa mertuaku. Aku mengetuk pintu,tidak lama pintu terbuka. Aku malihat mama menggendong Hans.

__ADS_1


Mayumi: kamu sudah kembali?


Yenako: ya ma, aku merindukan anakku.


Aku mengambil alih menggendong Hans. Aku menciumnya.


Mayumi: dia pintar, penurut seperti Jonathan.


Yenako: iya ma, mama terimakasih. Aku akan kembali kekamar.


Mayumi: ya.. istirahatlah. Kita bertemu saat makan malam.


Aku tersenyum dan berbalik, aku berjalan ke kamar Jonathan. Aku membuka kamar dan masuk. Aku menutup pintu kamar perlahan. Aku berjalan keranjang dan membaringkan Hans, aku bergegas mengganti gaunku dengan pakaian rumah. Aku melihat anakku dia tersenyum manis, seperti senyum Jonathan.


~~


Malam harinya, Setelah menyusui Hans, Yenako mencoba menghubungi Jonathan. Ponselnya mati. Yenako semakin cemas. Jam sudah menunjukan pukul 24.00 sudah tengah malam.


°•Jonathan•°


Yena pasti cemas. Aku pasti membuatnya khawatir. Aku berjalan cepat menuju kamarku. Aku buka perlahan dan masuk. Aku tutup kembali pintu kamarku. Aku berbalik, Yena langsung memelukku erat. Dia menangis. Aku mengeratkan pelukanku.


Yenako: kenapa begitu lama? Kamu terluka?


Jonathan: maaf sayang. Aku baik baik saja.


Sejujurnya tidak baik baik saja. Hampir saja nyawaku melayang. Jika bukan karena Ricardo, pasti aku sudah mati sekarang. Yamato, kamu mulai bermain trik licik denganku.


Yenako: (melepas pelukan) syukurlah kamu baik baik saja.


Jonathan: aku akan mandi, kamu siapkan bajuku ya.


Yenako: oke..


Aku berjalan masuk kamar mandi dan mandi.


10 Menit Kemudian..


Aku selesai mandi dan keluar, aku berganti pakaian. Aku melihat Hans dan mencium pipinya lembut.


Yenako: sudah makan?


Jonathan: belum.


Yenako: jaga Hans, aku akan panaskan makanan untukmu.


Yenako berjalan, aku menahan tanganya dan memeluknya.


Jonathan: aku tidak lapar. Aku hanya ingin bersamamu.


Yenako: (melepas pelukan) apa yang terjadi? Ada apa?


Jonathan: tidak ada, aku hanya ingin menempel padamu. Apa tidak boleh?


Yenako: kamu harus makan, biarpun sedikit. Aku akan panaskan susu.


Aku mencium bibir Yena, aku merabahkan Yena di ranjang. Aku ngusap lembut kepalanya. Aku melepas ciumanku dan mencim kening Yena, dua matanya, hidungnya, dua pipinya, dagunya, dan aku mencium lagi bibirnya. Yena marangkulku dan membalas ciumanku. Ciuman nya begitu lembut. Aku melepas ciuman dan memeluknya.


Jonathan: aku mencintaimu sayang.


Yenako: aku juga mencintaimu.


Yamato kamu berani mengusikku. Aku selama ini sudah cukup bersabar. Aku bersabar karena Yena selalu menahanku. Lihat saja, aku akan balas perbuatanmu.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2