Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
20.KISS


__ADS_3

°•Yena•°


Situasi ini membuatku gugup. Paman dengar tidak ya? Kak Jesi tiba tiba pulang saat paman datang. Hmmm...


Jona: bersiaplah, kita akan makan malam keluarga. Aku ke ruang kerja dulu.


Paman berdiri dan melangkah, aku dengan cepat menghadangnya.


Yena: paman..


Jona: (terkejut) ada apa? (Merasa aneh)


Yena: paman mendengar pembicaraan kami? Aku dan kak Jesi?


Jona: kenapa?


Yena: jawab, dengar atau tidak


Jona: dengar, aku sudah 10 menit berdiri mendengar kalian bicara.


Yena: paman tidak marah atau kesal?


Jona: perlukah? Kamu memilihku saja itu sudah cukup.


Yena: (memeluk erat) paman aku akan selalu bersamamu.


Aku selalu merindukan pelukan ini, saat aku memeluk paman, rasanya aku tak ingin lepas. Aku merasa paman memelukku erat. Aroma parfum paman, hmm.. aku sangat suka!


Jona: (berbisik) berapa lama akan begini?


Yena: 5 menit lagi.


Aku kaget, paman melepas pelukanku dan membawa ku ke ruang kerjanya. Paman duduk bersandar di sofa dan menarikku dalam pelukannya.


Jona: kakiku bisa patah jika harus berdiri memelukku Yena.


Yena: maaf paman, kenapa jantungmu berdebar?


Jona: mungkin sakit jantung.

__ADS_1


Yena: (melepas pelukan) paman sakit? (Panik)


Jona: hei, aku bilang mungkin. Kenapa kamu takut aku cepat mati?


Yena: aku tidak akan membiarkanmu mati. (Memeluk)


Jona: Yena.. (membelai rambut Yena)


Yena: ya??


Jona: menyesalkah kamu menikah denganku?


Aku kaget, paman kenapa bertanya sepertu ini? Aku diam tak menjawab, aku mengeratkan pelukanku. Aku benamkan wajahku dalam dada bidang paman.


Yena: aku tidak menyesal paman. Tidak akan pernah menyesal.


Jona: sungguh?


Yena: sungguh!


Jona: (memeluk erat) hiduplah selamana


Aku merasa senang mendenagar kata kata paman. Jantungku berdebar. Paman iningin aku bahagia? Ingin menjaga dan melindungiku?


Aku melepaskan pelukan paman dan mencium kening paman kilas. Aku meraba wajah tampan paman dengan ke dua tanganku.


Yena: terimakasih paman


(Dalam hati Jonathan)


Yena, kamu sungguh manis.


Paman memegang kedua tangaku dan mengalungkan kelehernya. Wajah paman mendekat dan, umh.. paman mencium bibirku. Tanganya nahan tengkukku. Aku menutup mataku menikmati ciuman ini.


Paman menggit bibirku pelan, emhh... aku mendesah badanku terasa panas. Perlahan aku membuka mata, aku membalas ciuman paman, aku menggit pelan bibir sexy paman. Mata elang paman menatapku tajam. Aku tidak peduli, aku terus menyusuri tiap sudut bibir paman.


(Dalam hati Jonathan)


Yena begitu berani, dia mencoba menggodaku? Hmmm.. ciumannya membuat darahku mendidih.

__ADS_1


Ponsel paman berdering. Aku kaget dan melepas ciumanku. Paman manerima panggilannya.


Jona: Hallo kak Jen?


Jeni: kamu dimana? Jangan lupa datang ke mansion papa.


Jona: iya, aku sedang bersiap.


Jeni: oke, bye.. (memutus panggilan)


Aku menatap paman.


Yena: siapa?


Jona: kak Jenifer. Ayo kita bersiap.


Yena: hmmm.. baik lah.


Aku menggeser badanku duduk disofa, aku melihat paman berjalan ke arah meja kerjanya, mengambil beberapa berkas dan membawanya mendekat padaku.


Paman mengulurkan tangannya, aku menyambutnya tangan paman dengan senang. Aku berdiri dan berjalan merangkul lengan paman. Kami keluar dari ruang kerja menuju kamar kami.


°•Jonathan•°


Untung saja ada panggilan masuk, jika tidak ntah apa yang terjadi di ruang kerja.


Aku bersiap berganti setelah mandi. Aku melihat Yena sedang sibuk berganti pakaian.


Aku mengancing kemejaku, Yena datang dan mengambil alih. Yena dengan cepat mengancing kemajaku.


Yena: paman terlihat jelek (tersenyum)


Jona: kamu menggodaku sayang? Ingat jangan ada kata paman malam ini.


Yena: oh iya, aku hampir lupa. Oke sayang, aku tidak akan lupa (mengedipkan satu mata)


Jona: gadis pintar! (mengusap lembut rambut Yena) ayo, jika tidak kita akan terlambat.


Aku dan Yena berjalan keluar kamar. Yena merangkul lenganku erat. Kami keluar dari mansion dan naik kedalam mobil. Aku bergegas pergi.

__ADS_1


[Selamat Membaca😘]


__ADS_2