
°•Yenako•°
Tiba saatnya Hari yang aku tunggu tunggu. Hari ini adalah hari ulang tahun Jonathan yang ke 40. Wow... Waktu berlalu begitu cepat.
Jangan salah ya, usia boleh bertambah ketampanan dan kesexyan Jonathan,hmmm.. luar biasa! Hahaha.. aku membuat kejutan kecil.
Aku hanya ingin kebahagiaan, tidak mau ada isak tangis dan pertumpahan darah. Setelah hari itu, Jonathan tidak pernah membahas soal Yamato lagi. Dia hanya meminta surat surat kepemilikan pulau yang ada padaku dan menukar dengan yang asli. Entah apa yang dia pikirkan. Aku hanya menurut saja.
Jonathan juga tidak membahas hal hal lain, sikap dan tingkah lakunya juga normal. Tidak ada perubahan. Aku anggap semua itu sebagai hal baik. Kami jauh dari masalah dan kekacauan. Sudahlah, aku hanya ingin Jonatham bahagia hari ini, ini hari spesialnya.
Aku masuk kedalam kamar perlahan dan meletakkan kue tart buatanku di meja. Aku berjalan mendekati Jonathan. Aku melihatnya masih tidur. Aku duduk di tepi ranjang. Aku memandangi wajah tampan Jonathan.
Perlahan tanganku bergerak membelai rambut Jonathan. Tanganku dipegang oleh Jonathan, dia membuka matanya perlahan. Aku tersenyum saat Jonathan manatapku.
Jonathan: pagii sayangku..
Yena: pagi..
Jonathan perlahan bangun. Jonathan Dan duduk bersandar bantal. Tanganya mengambil buku di meja, perlahan membolak balikkan halaman buku. Aku berdiri dan berjalan ke arah meja dekat sofa, aku menyalakan lilin dan membawa kur tart mendekat ke arah Jonathan.
Yenako: Selamat ulang tahun sayang..
Jonathan melihatku dan terkejut. Dia menutup bukunya dan meletakan kembali di atas meja. Aku duduk dan menyodorkan kue dihadapannya.
Yena: berdoalah, buat permohonanmu.
Jonatha menutup matanya perlahan.
(Dalam hati Jonathan)
Semoga keluargaku hidup damai dan sejahtera. Jauh dari hal buruk. Semoga kami bisa terus bahagia. Amen..
Jonathan membuka mata dan meniup lilin. Senyumnya mengembang. Jonathan mwngambil kue tart dari tanganku dan meletakkan di meja.
Jonthan: sayangku, terimakasih.
Yena: panjang umur dan sehat selalu. Aku mencintaimu sayang.
Aku memeluk Jonthan erat, hmmm.. aku merasakan pelukannya begitu hangat.
Jonathan: aku mencintaimu Yena, sangat mencintaimu.
Yena: ayo kita pergi merayakan ulang tahunmu. Kita pergi ke mansion papa.
Jonathan: oke.. (melepas pelukan) jujur saja, dari usia 19 tahun hingga usiaku ke 39 tahun, aku tidak pernah merayakan ulang tahun di mansion. Aku selalu merayakannya sendiri. Hari ini di ulang tahunku yang ke 40, kamu memberiku kejutan manis, aku terharu (menangis)
__ADS_1
Yena: hei.. (menyeka air mata Jonathan) ada aku sekarang, jangan merasa kesepian dan sendiri.
Jonathan: sayangku, kamu yang terbaik.
Yena: apa kamu ingin kan sesuatu?
Jonathan: boleh aku.. (melihat dengan tatapan menggoda)
Yena: jangan mesum! Tidak boleh!
Jonathan: ayolah, sebentar saja.
Yena: tidak, ehh..
Jonathan medorongku perlahan ke ranjang, aku melihat sorot tajam matanya. Jonathan mencium lembut bibirku, uh!! Dia menggigit lembut bibirku. Aku mengikuti gerakan lidahnya, lidahnya berkeliaran kemana mana. Aku mulai melumat bibir bawah Jonathan. Aku menggigitnya, hehe..
Jonathan melepas ciuman, Dia mengerutkan dahinya. Aku tersenyum puas.
Jonathan: kamu melukaiku sayang.
Yena: salah sendiri, mesum! Ayo cepat mandi, papa dan mama sudah menunggu.
Jonathan : beri aku satu ciuman panas.
Yena: satu ya.. tidak lebih! Sini, dekatkan wajahmu.
Yena: sudah kan? Jika kurang panas masukan dalam penggorengan.
Jonathan: kamu jahat sayang, kamu mau menggoreng bibir suamimu?
Yena: aku mencintaimu
Jonathan: aku juga mencintaimu.
Jonathan berdiri dan membantuku bangun dari ranjang. Dia tertawa melihatku kesulitan bangun
Yena: jangan tertawa.
Jonathan: kamu sangat lucu sayang. Ayo kita buat banyak anak.
Yena: no!! Satu ini saja sudah membuatku seperti babi, aku takut badanku melebar. Maksimal kita hanya akan memiliki 2 anak.
Jonathan: hanya 2? Aku saja 5.
Yena: aku saja 1.
__ADS_1
Jonathan: hmm..
Yena: hmmmm.. cepat mandi, aku siapkan pakaianmu.
Jonathan: oke sayang, (mencium kilas pipi Yena)
Jonathan berjalan masuk ke kamar mandi. Aku merapikan tempat tidur. Setelah itu membuka lemari dan mengeluarkan baju ganti. Aku membawa tasku dan membuka pintu kamar mandi.
Yena: sayang, pakaianmu sudah aku siapakan, aku tunggu di luar ya, aku mau makan dulu.
Jonathan: iya sayang, terimaksih.
Yena: oke, sama sama.
Aku menutup pintu kamar mandi, aku berjalan keluar dari kamar. Perutku lapar jadi aku ingin makan sesuatu dulu. Aku membuka kulkas, bibi Marry menghampiriku.
Marry: nyonya, mencari apa?
Yena: aku lapar, ingin makan sesuatu sebelum pergi.
Marry: makanlah pisang ini, baru bibi beli dari sepermarket.
Yena: ah.. baiklah (terseyum)
Aku buka kulit pisang dan memakan ujung pisang ditanganku. Hmmm.. manis dan lezat. Bibi Marry terseyum dia meletakan satu sisir pisang dihadapanku dan pergi meninggalkanku. Aku duduk dan menikmati.
Jonathan: kamu mau jadi monyet?
Aku kaget, tidak mendengar langkah kaki, tiba tiba muncul suara.
Yena: sudah selesai? Kita berangkat sekarang?
Jonathan: ayo, kamu bawa saja pisang nya, makan di mobil.
Bibi Marry keluar dan memberiku kotak makan.
Marry: ini ada roti isi, kalian bisa makan di perjalan.
Yena: oke, (senang)
Jonathan membawa kotak makan dan botol air. Kami keluar dari mansion dan masuk dalam mobil. Kami membawa supir. Mobil pun melaju meninggalkan mansion.
Diperjalanan kami makan roti isi yang dibuat bibi Marry. Inilah roti isi terlezat yang pernah aku makan. Roti isiku sudah habis, aku makan lagi pisangku. Mulutku tidak berhenti makan, Jonathan melihatku dan hanya menggelengkan kepala.
(Dalam hati Jonathan)
__ADS_1
Terimakasih sayang, kamu selalu membuatku bahagia. Aku harap kamu juga selalu bahagia denganku. Jangan pernah pergi meninggalkan aku sayang.
[Selamat Membaca😘]