Pelukan Hangat Paman Tampan

Pelukan Hangat Paman Tampan
73.Mashito Bebas


__ADS_3

°•Yenako•°


Hari ini kami sarapan bersama, aku masih melihat kesedihan di mata papa. Bagaimna tidak papa harus kehilangan kedua orang tua dan kakaknya. Misteri kematian kakek dan nenek pun masih menjadi teka teki. Tidak mungkin jika hanya terkena serangan jantung. Aku harap tidak ada hubungannya dengan Yamato brengsek itu.


Yushiku: kamu masih mau tinggal disini kan?


Yenako: tentu pa, aku akan disini menemani papa dan mama.


Yushiku: terimkasih sayang.


Ponsel Jonathan berdering, Jonathan berdiri dari kursinya.


Jonathan: maaf ada panggilan mendesak.


Jonathan berlari menuju ruang keluarga, aku curiga ada sesuatu. Jonathan pasti melakukan sesuatu. Ada yang dia sembunyikan dariku. Tidak lama Jonathan kembali dan duduk. Dia mendekatiku, dan berbisik.


Jonathan: Moshito bebas..


Aku kaget, bebas? Bukankah masih akan ada sidang? Papa menuntutnya atas pembunuhan. Dan papa juga sdh mengklaim jika Mashito bukan anggota keluarga Kimoro lagi. Siapa yang membebaskan Mashito? Jangan jangan Yamato.


Aku hanya saling bertatapan dengan Jonathan. Beberapa saat kemudian, papa berdiri


Yushiku: papa pergi ke kantor dulu.


Arumi: hati hati sayang


Yenako: (berdiri) papa hati hati (memeluk)


Yushiku: kamu juga, jaga Hans baik baik.


Jonathan: perlu aku antar pa?


Yushiku: tidak, ada supir. Kamu main mainlah kekantor jika ada waktu.


Jonathan: baik, aku akan mampir setelah berkunjung ke rumah pamanku.


Yushiku: ahh.. baiklah. Hati hati


Jonathan: baik, terimakasih.


Papa pergi meninggalkan ruang makan menuju halaman depan rumah.


Arumi: mama juga ada kegiatan di rumah seni, kamu baik baik dirumah ya sayang.


Yenako: iya ma, mama hati hati ya..

__ADS_1


Arumi: iyaa.. mama akan mampir ke kantor papa, jadi akan pulang bersama papa. Mungkin akan pulang larut jug, kalian bisa makan sendiri nanti. Apa tidak apa apa?


Jonathan: tidak apa apa ma, mama tidak perlu cemaskan kami. Terimakasih untuk perhatian mama.


Arumi: ya.. kamu adalah menantu yang baik jonathan. Mama bersyukur Yenako menikah denganmu. Oke.. mama masih ada pekerjaan, mama masuk dulu.


Yenako: iya ma..


Aku menarik tangan Jonathan dan berjalan masuk kamar. Aku membuka pintu dan buru buru masuk, aku menutup pintu perlahan agar tidak membangunkan Hans.


Yenako: cepat katakan ada apa?


Jonathan: sayang sabar dulu, ayo kita duduk.


Jonathan menarik tanganku berjalan mendekati ranjang, kami duduk di tepi ranjang.


Yenako: kamu tau dari mana?


Jonathan: orang orang pamanku.


Yenako: pamanmu?


Jonathan: ya, besok atau lusa aku akan bawa kamu menemui pamanku.


Jonathan: siapa lagi, tentu papanya.


Yenako: papanya?


Jonathan: ya.. Yamada Hiraya. Papa dari Yamato.


Yenako: apa?? Jadi.. (terdiam)


Jonathan: kamu benar. Mashito adalah adik Yamato.


Yenako: astaga, lalu?


Jonathan; lalu apa lagi?


Yenako: apakah keluargaku terancam?


Jonathan: tidak, papamu orang yang jujur dan baik. Banyak yang mendukungnya.


Jonathan mengusap rambutku dan mencium keningku kilas. Aku merasa tenang. Aku menutup mataku kilas dan mengatur nafasku.


Jonathan: jangan banyak pikiran. Semua akan baik baik saja.

__ADS_1


Yenako: aku harap akan baik baik saja. Maaf melibatkanmu sayang.


Jonathan: hei.. aku suamimu, tugasku adalah melindungimu. Dan menjagamu, termasuk membantu keluargamu. Kamu mengerti?


Aku mengangguk, Jonathan memelukku. Hmmmmm... aku selalu ingin tidur jika ada dalam pelukannya. Aku menutup mataku merasakan hangatnya pelukannya.


Jonathan: apa kamu tidur?


Yenako: ya, jika kamu terus memelukku seperti ini aku akan tertidur.


Jonathan: dasar sayangku. (Mengeratkan pelukan) tidurlah, kamu pasti lelah.


Yenako: ya.. peluk aku selama mungkin.


Jonathan: hmm..tunggu.. (melepas pelukan)


Aku membuka mata dan melihat Jonathan naik ke ranjang, dia bersandar bantal, dia merentangkan kedua tangan dan tersenyum, aku tersenyum, aku langsung naik dan memeluknya. Aku mengeratkan pelukanku.


Jonathan: astaga sayangku, sebegitu cintanya kamu dengan pelukanku?


Yenako: hmm.. karena pelukanmu lah, aku mencintaimu.


Jonathan: aku hanya milikmu, kamu tenang saja. Tidak akan ada wanita lain bisa tidur dipelukanku sepertimu.


Yenako: jika sampai terjadi aku akan membunuhmu.


Jonathan: hmmm.. aku hanya mencintaimu sayang, bagaimana bisa ada wanita lain? Dan juga aku sudah cukup tua untuk selingkuh. Mana ada yang suka?


Yenako: (mengangkat kepala) siapa bilang usia tua tidak bisa selingkuh? Justru sekarang sedang tren wanita muda berkencan dengan pria tua bahkan kakek kakek.


Jonathan: hahaha.. (tertawa) sayang, aku tidak akan seperti itu. Kamu berfikir terlalu jauh sayang.


Yenako: jangan tinggalkan aku paman..


Aku mencintaimu.. paman Jelek..


Jonathan tersenyum, dia mencium keningku, hidungku, daguku, dan mulutku. Jonathan mencium lembut bibirku. Aku merangkulnya, aku membalas ciumannya.


(Dalam hati Jonathan)


Hmmm.. dasar Yena, bisa bisanya disaat seperti ini. Sungguh liar.. astaga, aku tidak akan tahan jika begini. Wanitaku genit sekali. Yena sudah sangat mahir. Aku baru menciumnya beberapa saat lidahnya sudah menjalar kemana mana, ampun!! Paman tua.. kamu kalah cepat dengan wanitamu. Ck.. ck.. ck..


Dalam waktu singkat aku mengubah posisiku, aku berguling menindih Jonathan. Ho.. ho.. ho.. paman jelek, aku akan mengujimu. Apakah kamu tahan godaa atau tidak. Hmm.. dasar paman jelek! Awas saja jika berani selingkuh atau bermain wanita. Tidak akan ada ampun.


[Selamat Membaca😘]

__ADS_1


__ADS_2